Jalan Menuju Matahari dan Bulan

EtIndonesia. Dahulu kala, hiduplah sepasang anak muda yang saling mencintai dengan sangat dalam. Gadis itu lembut dan cantik seperti merpati, sedangkan pemuda itu gagah dan kuat seperti elang yang terbang tinggi. Pemuda itu bernama Yannik, dan gadis itu bernama Hanluska.

Ayah Hanluska adalah seorang bangsawan kecil yang kaya, sedangkan ayah Yannik hanyalah seorang gembala miskin. Namun Hanluska, yang berhati tulus dan murni, tidak peduli dengan kemiskinan Yannik. Dia justru menyukai kekuatan, ketampanan, dan etos kerja Yannik.

Namun Yannik merasa khawatir: “Bagaimana kalau ayahmu tidak menyetujui kita menikah?”

Suatu hari, Yannik mengenakan pakaian terbaiknya dan pergi ke rumah Hanluska untuk melamar. 

Tapi setelah mendengar niat itu, ayah Hanluska menjawab sinis : “Kalau kamu ingin menikahi putriku, pergilah bertanya pada Matahari—mengapa dia tidak bersinar dan menghangatkan malam seperti siang?

Lalu tanyakan pada Bulan—mengapa dia tidak bersinar terang di siang hari seperti di malam hari?

Jika mereka menjawab pertanyaanmu, kembalilah. Saat itu aku akan menyerahkan anakku beserta seluruh harta kami padamu.”

Tanpa mengeluh, Yannik menundukkan kepalnya dan berpamitan dengan Hanluska. Dia pun memulai perjalanan untuk menemui Matahari dan Bulan.

Perjalanan Penuh Tantangan

Yannik berjalan jauh hingga tiba di sebuah kastil terpencil. Karena hari sudah gelap, dia meminta izin untuk bermalam. Tuan rumah menyambutnya, memberi tempat tidur dan mengajaknya makan malam. 

Saat tahu bahwa Yannik hendak mencari Matahari dan Bulan, sang pemilik rumah berkata: “Tolong tanyakan juga pada mereka, mengapa pohon pir di halaman kami tidak lagi berbuah? Padahal dulu, buahnya paling manis seisi negeri.”

Yannik mengangguk, lalu melanjutkan perjalanannya.

Dia terus berjalan, menyeberangi gunung, sungai, hingga sampai di sebuah desa yang sedang dilanda kekeringan. 

Penduduk desa yang tahu tujuannya langsung berkata: “Kalau kamu bertemu Matahari, tanyakan juga—mengapa sumur kami yang dulu airnya jernih dan manis, kini tiba-tiba berbau busuk?”

Yannik kembali berjanji untuk menanyakannya. Dia pun terus berjalan hingga akhirnya dia melihat Matahari di timur.

“Tunggu! Aku ingin bertanya!” serunya pada Matahari.

“Cepatlah! Aku harus berkeliling dunia hari ini juga,” jawab sang Matahari.

Yannik pun segera bertanya: “Mengapa kamu tidak bersinar dan menghangatkan malam seperti siang?”

Matahari menjawab: “Kalau aku memancarkan panas dan cahaya seperti siang hari juga di malam hari, Bumi akan terbakar menjadi abu.”

Yannik juga menanyakan soal pohon pir dan sumur, namun Matahari berkata: “Itu bukan urusanku. Tanyakan pada saudaraku, Bulan.”

Setelah itu, Matahari pun melanjutkan perjalanannya.

Bertemu Bulan dan Jawaban-jawaban Ajaib

Yannik pun terus berjalan hingga akhirnya bertemu Bulan.

“Bulan! Tunggu! Aku ingin bertanya!” serunya.

“Cepatlah, seluruh dunia sedang menantiku,” jawab Bulan.

“Mengapa kamu tidak bersinar dan menghangatkan siang hari seperti di malam hari?”

Bulan menjawab: “Jika aku bersinar terang di siang hari, tanaman tak akan bisa tumbuh dengan baik. Meski aku tidak memancarkan panas, aku membawa embun yang menyegarkan ladang dan sawah.”

Yannik kemudian bertanya: “Mengapa pohon pir di halaman kastil tak lagi berbuah?”

Bulan menjawab: “Selama putri tertua pemilik kastil masih perawan, pohon itu berbuah manis. Tapi sejak pohon itu tahu ada bayi yang dikuburkan di bawahnya, dia pun berhenti berbuah. Gali dan pindahkan jasad bayi itu ke tempat lain, lalu nikahkan putri itu—pohon pir akan kembali berbuah.”

“Dan tentang sumur yang airnya berbau?” tanya Yannik lagi.

Bulan menjawab: “Di dasar sumur ada sebuah batu. Di bawah batu itu bersembunyi seekor kodok busuk yang telah meracuni air selama bertahun-tahun. Angkat batu itu dan bunuh kodoknya—air akan kembali jernih dan segar.”

Setelah itu, Bulan pun pergi melanjutkan perjalanannya.

Pulang dan Membawa Perubahan

Yannik kembali dan pertama-tama tiba di desa kekeringan. Penduduk menyambutnya dengan penuh harap. Dia membawa mereka ke sumur dan menjelaskan bahwa ada kodok di bawah batu. Penduduk pun mengangkat batu itu, menemukan kodok menjijikkan, lalu membunuhnya. Seketika air menjadi jernih dan lezat kembali. Penduduk berterima kasih dengan memberi Yannik hadiah melimpah.

Lalu dia tiba di kastil. Sang pemilik rumah menyambutnya dan bertanya: “Kamu tidak lupa soal pohon pir itu, kan?”

“Tentu tidak,” jawab Yannik. “Tapi kamu mungkin tidak akan suka jawabannya…”

Dia lalu menjelaskan bahwa jasad bayi dikubur di bawah pohon itu. Sang pemilik kastil langsung memeriksa, dan benar saja. Dia mengangkat jasad itu, menikahkan putrinya, dan ajaib—pohon pir kembali berbuah manis. Dia sangat berterima kasih dan menghadiahi Yannik seekor kuda terbaik agar dia bisa segera pulang.

Kemenangan Cinta Sejati

Ketika Yannik tiba di rumah, Hanluska menangis bahagia. Dia telah menanti Yannik dalam penderitaan dan kesabaran. Ayah Hanluska, yang awalnya sengaja menyuruh Yannik pergi agar tak kembali, kini tak bisa berkata apa-apa. Yannik kembali sebagai pria yang lebih tangguh, lebih cerdas, dan kini kaya raya.

Dia tahu jawaban dari pertanyaan tentang Matahari dan Bulan, dan membawa pulang lebih banyak kekayaan daripada sang bangsawan itu sendiri. 

Hanluska pun tetap bersikeras: “Aku hanya mau menikah dengan Yannik.”

Sang ayah tak bisa membantah. Pernikahan mereka pun digelar dengan megah.

Bubur madu mengalir seperti sungai, musik bersenandung hingga gunung pun bergoyang!(jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda tentang Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

Lima Tanda di Pagi Hari yang Menunjukkan Tubuh Anda dalam Kondisi Baik

Banyak masalah kesehatan kronis tidak menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk menunjukkan keberadaannya. Menit-menit setelah bangun tidur dapat menjadi jendela yang memperlihatkan apa yang dilakukan...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine