Lebih dari 20 Negara Keluarkan Pernyataan Bersama, Desak Gencatan Senjata Segera di Gaza

Etindonesia. Israel melancarkan serangan darat dan udara ke wilayah selatan dan timur Gaza untuk membersihkan basis dan fasilitas militer Hamas  pada  Senin (21/7/2025). Di saat yang sama, lebih dari 20 negara, termasuk Inggris dan Kanada, mengeluarkan pernyataan bersama yang menyerukan gencatan senjata segera antara Israel dan Hamas. Sementara itu, perundingan nuklir antara Iran dan tiga negara Eropa dijadwalkan dimulai kembali minggu ini.

Pada hari yang sama, pasukan Israel terlihat di dataran Tinggi Golan dekat perbatasan Suriah, memantau aktivitas militer di wilayah tersebut.

Setelah pemerintah Suriah meminta kelompok bersenjata klan Arab Badui untuk mundur dari wilayah Sweida, konflik antara klan Badui dan kelompok etnis Druze mulai mereda.

Menteri Dalam Negeri Suriah, Anas Khattab, pada Minggu menyatakan bahwa pasukan keamanan telah berhasil menenangkan situasi dan mencapai gencatan senjata, membuka jalan bagi pertukaran tawanan dan pemulihan stabilitas secara bertahap di seluruh provinsi Sweida.

Pada  Senin, Israel melancarkan serangan darat dan udara ke bagian selatan dan timur Gaza. Militer Israel meyakini bahwa beberapa sandera yang tersisa kemungkinan masih ditahan oleh Hamas di wilayah Deir al-Balah. Sehari sebelumnya, militer Israel telah mengeluarkan perintah evakuasi kepada warga di daerah tersebut.

Militer Israel menyatakan bahwa mereka sedang melakukan operasi besar-besaran untuk menghancurkan kemampuan militer Hamas dan infrastruktur teroris di wilayah tersebut.

Pejabat kesehatan Gaza menyebutkan bahwa sedikitnya tiga warga Palestina tewas akibat serangan artileri Israel.

Pada  Senin (21/7), 25 negara termasuk Inggris, Kanada, Australia, dan sejumlah negara Eropa lainnya mengeluarkan pernyataan bersama yang menyerukan diakhirinya perang di Gaza sesegera mungkin.

Menteri Luar Negeri Inggris, David Lammy, menyatakan:  “Hamas dan Israel harus segera berkomitmen pada gencatan senjata. Gencatan senjata berikutnya harus menjadi yang terakhir.”

Namun, Amerika Serikat dan Jerman tidak ikut menandatangani pernyataan tersebut.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sebelumnya telah beberapa kali menyatakan bahwa eskalasi militer Israel di Gaza bertujuan untuk memberikan tekanan terhadap Hamas agar menyetujui kesepakatan gencatan senjata.

Selain itu, kantor Netanyahu pada  Minggu (20/7) menyampaikan bahwa ia baru saja pulih dari enteritis (radang usus) akibat keracunan makanan dan akan beristirahat di rumah selama tiga hari ke depan.

Sementara dari pihak Iran, juru bicara Kementerian Luar Negeri pada  Senin dalam konferensi pers mengumumkan bahwa pada Jumat minggu ini, Iran akan kembali mengadakan perundingan dengan Inggris, Prancis, dan Jerman mengenai program nuklirnya.

“Pertemuan ini (antara Iran dan tiga negara Eropa) akan diadakan di luar Eropa, yaitu di Istanbul, dan akan berada di tingkat wakil menteri luar negeri,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei.

Ini akan menjadi pertemuan pertama antara Eropa dan Iran sejak berakhirnya “Perang 12 Hari” antara Israel dan Iran.

Inggris, Prancis, dan Jerman memperingatkan bahwa jika Iran gagal melanjutkan perundingan nuklir dengan Amerika Serikat atau tidak menunjukkan hasil yang nyata, mereka akan mengaktifkan “mekanisme pemulihan sanksi” sebelum akhir Agustus untuk memberlakukan kembali sanksi penuh PBB terhadap Iran. (Hui/asr)

Laporan gabungan oleh Zhao Fenghua, reporter NTD

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine