Mengharukan! Bocah 3 Tahun di Hunan, Tiongkok  Mengayuh Sepeda Menuju Guangzhou yang Berjarak Sekitar 520 Kilometer Demi Mencari Ibunya 

Pada 21 Juli, seorang netizen dari Shaoyang, Provinsi Hunan, Tiongkok mengunggah sebuah video yang menyentuh hati. Dalam video tersebut, seorang bocah laki-laki berusia tiga tahun yang merupakan anak “tinggal berjauhan” (ditinggal merantau oleh orang tua) mencoba mengayuh sepeda anak menuju Guangzhou untuk mencari ibunya karena sangat merindukannya. Sepatunya bahkan sampai rusak parah. Beruntung, ia ditemukan oleh sang pengunggah video dan diantar pulang ke rumah dengan selamat. Jarak antar kota di Tiongkok bagian selatan ini diperkirakan sekitar 520 kilometer.

Keterangan dalam video menyebutkan: “Bocah 3 tahun mengayuh sepeda ke Guangzhou cari ibu, dari Maping sampai ke Dingshan. Sepatunya sampai terbelah.”

EtIndonesia. Sebuah video terlihat seorang anak kecil mengayuh sepeda anak di sepanjang jalan raya di Tiongkok. Sang pengunggah video yang mengemudi mobil berkata, “Ini anak siapa ya? Masih kecil begini, naik sepeda sendiri di jalan raya.”

Ia kemudian turun dari mobil dan bertanya pada si anak, “Adik kecil, rumahmu di mana?” Anak itu menunjuk ke arah belakang. Wanita tersebut pun berkata, “Wah, jauh banget ya?”

Akhirnya, wanita itu mengantar si anak pulang menggunakan mobil. Dalam rekaman terlihat bahwa sol sepatu anak tersebut sudah bolong, hingga jari kakinya terlihat keluar.

Di akhir video, seseorang yang tampaknya adalah kerabat si anak memeluknya sambil tersenyum dan mengucapkan terima kasih kepada perekam video. Namun wajah si bocah masih tampak sedih dan penuh rindu.

Netizen ramai-ramai berkomentar, “Bikin mewek.” dan “Kasihan banget anak ini! Sepertinya benar-benar kangen ibunya.”

Anak tinggal berjauhan (留守兒童) adalah sebutan bagi anak-anak yang ditinggal di kampung halaman karena orang tua mereka merantau ke kota besar demi mencari nafkah. Fenomena ini merupakan dampak dari sistem registrasi penduduk (hukou) dan ketidaksetaraan pendidikan di Tiongkok.

Menurut laporan penelitian terbuka, pada tahun 2020 ada lebih dari 100 juta anak-anak di Tiongkok yang hidup terpisah dari orang tuanya. Dari jumlah tersebut, sekitar 90 juta merupakan anak yang ditinggal orang tuanya merantau, hampir 30% dari total populasi anak di Tiongkok.

Karena orang tua hanya bisa pulang menjenguk dalam waktu terbatas, mereka tidak dapat memberikan cukup perhatian dan kasih sayang. Anak-anak yang justru sedang berada dalam masa pertumbuhan yang sangat membutuhkan perhatian emosional ini, harus tumbuh tanpa kehadiran orang tua di sisi, sehingga berpotensi mengalami gangguan tumbuh kembang dan trauma psikologis mendalam. Masalah ini juga berkontribusi terhadap berbagai persoalan sosial yang lebih luas.

Sumber : Li Li |- NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine