Baru-baru ini, para ilmuwan untuk pertama kalinya berhasil “menangkap secara langsung” momen saat sebuah lubang hitam pengembara menelan sebuah bintang! Peristiwa menakjubkan di alam semesta ini tidak hanya memecahkan rekor, tetapi juga membantu kita menemukan lebih banyak “lubang hitam pengembara” yang tersembunyi di pinggiran galaksi. Mari kita lihat keajaiban “perburuan luar angkasa” yang terjadi 600 juta tahun cahaya dari Bumi ini.
EtIndonesia. Momen luar biasa dari sudut jauh alam semesta ini ditangkap oleh tim peneliti yang dipimpin oleh Universitas California, Berkeley (UC Berkeley). Mereka menemukan sebuah “lubang hitam pengembara” raksasa di wilayah pinggiran galaksi, jauh dari pusat galaksi, yang sedang menelan sebuah bintang yang mendekatinya.
Ini bukan peristiwa lubang hitam biasa, melainkan untuk pertama kalinya dalam sejarah manusia, sebuah “peristiwa tidal disruption (robekan pasang surut)” yang terjadi jauh dari pusat galaksi berhasil dibuktikan melalui pengamatan optik.
Dengan temuan ini, para ilmuwan berhasil mengidentifikasi lubang hitam pengembara yang tersembunyi di luar inti galaksi. Hasil penelitian ini telah diterbitkan di The Astrophysical Journal Letters.
Lalu, apa itu “peristiwa tidal disruption” (TDE)?
Lubang hitam itu sendiri tidak terlihat karena tidak memancarkan cahaya. Namun, jika ada bintang yang secara tidak sengaja terlalu dekat dengannya, gaya gravitasi yang sangat kuat dari lubang hitam akan menarik, meregangkan, dan menghancurkan bintang tersebut menjadi aliran materi yang sangat tipis — proses ini sering disebut secara jenaka sebagai “spaghettifikasi”.
Sisa-sisa bintang yang hancur ini akan membentuk cakram akresi (accretion disk) yang berputar dengan sangat cepat mengelilingi lubang hitam, dan memancarkan cahaya yang sangat terang. Fenomena inilah yang disebut sebagai “peristiwa tidal disruption” (TDE).
Peristiwa TDE ini diberi nama AT2024tvd, terjadi sekitar 2.600 tahun cahaya dari pusat galaksi. Lubang hitam yang melakukan “perburuan” ini memiliki massa sekitar 1 juta kali massa Matahari — dan merupakan lubang hitam pengembara!
Tentang lubang hitam jenis “pengembara” ini, para ilmuwan menduga bahwa mereka adalah “anak yatim kosmis” yang terlempar keluar dari galaksi asalnya saat dua galaksi bergabung. Mereka mungkin telah mengembara di ruang antar galaksi selama miliaran tahun. Pengamatan optik kali ini tidak hanya menguatkan teori ini, tetapi juga membuka cara baru untuk menemukan lubang hitam jenis ini di masa depan.
Perburuan luar angkasa dari jarak 600 juta tahun cahaya ini tidak hanya menyuguhkan pemandangan yang menggetarkan, tetapi juga mengungkap jejak misterius tentang bagaimana lubang hitam mengembara di alam semesta, berburu mangsa, bahkan mempengaruhi evolusi galaksi. (Hui/asr)
Sumber : NTDTV.com


