Wabah Baru Meledak di Guangdong, Tiongkok, Lebih dari Seribu Orang Terinfeksi — Warga Kecam Keterlambatan Pengumuman

Belakangan ini, wabah Chikungunya merebak di berbagai wilayah di kota Foshan, provinsi Guangdong, Tiongkok, Warga setempat mengkritik keras Partai Komunis Tiongkok (PKT) karena menunda pengumuman resmi. Bahkan, banyak netizen menyerang pemerintah secara daring atas kelalaian dan penutupan informasi, yang mana justru memperparah penyebaran wabah.

EtIndonesia. Pada 20 Juli 2025 sore, pemerintah kota Foshan, Tiongkok  menggelar konferensi pers dan mengumumkan bahwa satu kasus Chikungunya yang disebut sebagai “kasus impor dari luar negeri” terdeteksi pertama kali pada 8 Juli di Distrik Shunde. Pada 15 Juli, Distrik Shunde melaporkan ada 478 kasus terkonfirmasi. Hingga 19 Juli, total kasus terkonfirmasi di seluruh kota Foshan mencapai 1.873, dengan 1.790 kasus berada di Distrik Shunde.

Banyak orang penasaran: Apa sebenarnya penyakit Chikungunya itu?

 “Itu adalah infeksi virus yang ditularkan oleh nyamuk, terutama Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Sekitar 85% orang yang digigit nyamuk pembawa virus akan menunjukkan gejala. Penyakit ini termasuk dalam kelompok virus yang ditularkan melalui nyamuk, seperti demam berdarah, Zika, dan virus kuning (yellow fever),’ ujar seorang dokter di  daratan Tiongkok yang dikenal dengan nama “Dr. Jojo.”

Disebutkan bahwa virus Chikungunya ditularkan lewat gigitan nyamuk dan tidak menular antar manusia. Gejalanya meliputi demam, sakit kepala, mual, muntah, diare, dan kepekaan terhadap cahaya.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Guangdong mengumumkan bahwa wabah baru “demam Chikungunya” telah muncul di Foshan dan daerah sekitarnya, dengan lebih dari seribu kasus terkonfirmasi dalam waktu sekitar 10 hari. Penyebaran penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk. (Screenshot dari internet)

Dr. Jojo melanjutkan:  “Gejala paling khas adalah demam tinggi mendadak, lebih dari 39°C, disertai nyeri hebat pada sendi dan otot—bahkan untuk sekadar berguling atau berjalan pun terasa sangat menyakitkan. Bisa juga muncul ruam, sakit kepala, dan nyeri pada mata. Jika Anda baru saja digigit nyamuk dan merasakan gejala-gejala ini, segeralah mencari pertolongan medis.”

Saat ini, Foshan telah mengaktifkan respons darurat dan mengerahkan tenaga profesional untuk membasmi nyamuk hingga ke rumah-rumah warga.

Seorang Konten Kreator di  daratan Tiongkok bernama A Long berkata:  “Tahu apa yang paling menakutkan? Penyakit ini belum ada obat khususnya. Teman saya bekerja di rumah sakit di Shunde, baru saja mengabari saya: para pasien mengalami demam mendadak lebih dari 40°C, dan nyeri sendi seolah dipukul dengan palu. Yang paling mengerikan adalah, sebagian pasien mengalami nyeri kronis yang berlangsung lama.”

Pada 18 Juli, lima distrik di Foshan mengeluarkan surat edaran kepada seluruh warga, menyerukan aksi massal untuk membersihkan tempat perkembangbiakan nyamuk dan membasmi nyamuk dewasa selama tanggal 19 hingga 20 Juli.

Namun, warga menyatakan ketidakpuasan dan mempertanyakan pemerintah:  “Mengapa tidak mengumumkan lebih awal dan memperkuat langkah-langkah pencegahan?”  “Mengapa baru pada 15 Juli tiba-tiba diumumkan bahwa sudah ada 478 kasus?”

Penundaan pelaporan wabah oleh otoritas kesehatan dari penemuan hingga pemberitahuan memakan waktu berhari-hari, memicu warga setempat untuk membuat forum diskusi khusus tentang Komisi Kesehatan dan Kesejahteraan Shunde, dan secara terbuka menyatakan ketidakpuasan mereka. (Screenshot dari internet

Seorang pasien perempuan dari Shunde mengungkapkan bahwa pemerintah menyembunyikan informasi. Ia mengatakan bahwa dirinya sudah terinfeksi virus Chikungunya sejak 6 Juli. Kemudian  pada 10 Juli ia menjalani tes, lalu diminta isolasi mandiri selama seminggu. Namun, otoritas pengendalian penyakit di wilayah tersebut menyatakan bahwa kasus pertama baru terdeteksi pada 8 Juli sebagai “kasus impor”.

Chikungunya umumnya merupakan penyakit ringan dan jarang menyebabkan kematian. Kebanyakan pasien bisa sembuh dalam 7 hingga 10 hari. Namun, beberapa pasien mengungkapkan bahwa polisi datang ke rumah dan memaksa mereka dibawa ke rumah sakit untuk diisolasi. (Hui/asr)

Laporan gabungan oleh Li Yun, reporter NTD

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine