Menjelang pertemuan Beidaihe Partai Komunis Tiongkok (PKT), terjadi perombakan intensif di jajaran pimpinan Kementerian Keamanan Publik, di mana kepala Biro Khusus Keamanan kini dijabat oleh Ling Zhifeng. Analisis menyebutkan bahwa hal ini mencerminkan semakin tajamnya pertarungan internal dalam tubuh PKT menjelang pertemuan penting tersebut.
EtIndonesia. Pemerintah PKT baru-baru ini mengeluarkan pemberitahuan mengenai pengangkatan dan pemberhentian pejabat. Dalam pemberitahuan tersebut, Ling Zhifeng diangkat sebagai Wakil Menteri Keamanan Publik sekaligus menjabat Kepala Biro Khusus Keamanan.
Sementara itu, Wang Zhizhong—yang sebelumnya menjabat Wakil Menteri Keamanan Publik dan Kepala Biro Khusus—dipindahkan menjadi Kepala Administrasi Imigrasi Nasional. Ling Zhifeng diketahui berasal dari faksi Zhejiang dan memiliki hubungan dekat dengan Li Qiang dan Cai Qi.
Pertemuan Beidaihe secara tradisional dianggap sebagai ajang penting bagi para petinggi PKT untuk mendiskusikan kebijakan dan urusan personalia strategis. Penggantian kepala Biro Khusus Keamanan menjelang pertemuan tersebut dinilai sebagai sinyal penyesuaian kekuasaan dalam lingkaran inti Xi Jinping, dan mencerminkan intensitas pertarungan kekuasaan di internal partai.
Analisis menunjukkan bahwa pengangkatan Ling Zhifeng kemungkinan bertujuan untuk melemahkan kekuasaan Menteri Keamanan Publik Wang Xiaohong, yang merupakan orang kepercayaan Xi Jinping, serta memperkuat kendali Cai Qi dan sekutunya dalam struktur kekuasaan tinggi.
“Pertama, kita bisa melihat bahwa ini merupakan pergeseran kekuasaan di internal PKT,” ujar pengamat politik Tiongkok, Tang Jingyuan.
“Hal kedua yang patut dicermati adalah Ling Zhifeng yang baru diangkat ini memiliki hubungan dekat dengan Cai Qi. Sebagai mantan Kepala Kantor Umum Komite Sentral, Cai Qi pada dasarnya sudah memegang kendali atas pengamanan para pejabat tinggi,” lanjutnya.
“Ini mencerminkan bahwa menjelang pertemuan Beidaihe, mungkin telah terjadi pergeseran kekuasaan tertinggi di internal PKT. Para senior partai kemungkinan merasa tidak nyaman mempercayai Wang Xiaohong, yang merupakan loyalis setia Xi Jinping,” tambahnya.
Sementara itu, Wu Zuolai, cendekiawan independen yang tinggal di AS berkata : “Saya melihat baru-baru ini banyak Wakil Menteri Keamanan Publik yang baru diangkat, termasuk kemunculan publik putra Hu Jintao. Semua ini menunjukkan bahwa ini bukan lagi era dominasi Xi, melainkan era ‘lima danau empat lautan’—dalam arti sistem kekuasaan yang kembali berbagi dan bagi-bagi kekuasaan serta keuntungan. Sistem seperti ini masih terus dimainkan.”
Beberapa analisis juga menyebutkan bahwa penggantian pejabat menjelang pertemuan Beidaihe terkait dengan penataan kekuasaan, dan mungkin merupakan langkah untuk semakin memperkuat posisi Xi Jinping.
Menurut Cai Shenkun, jurnalis senior yang bermukim di AS: “Wang Xiaohong sudah berusia 70 tahun. Pada usia tersebut, tidak mungkin lagi menjabat sebagai Menteri Keamanan Publik. Karena itu, posisi Kepala Biro Khusus harus diisi oleh seseorang yang cukup dipercaya dan dianggap bisa diandalkan.”
Beberapa pengamat juga berpendapat bahwa dalam struktur kekuasaan tingkat tinggi PKT saat ini, hanya ada dua faksi utama: faksi Xi dan faksi anti-Xi.
Wu Zuolai mengatakan: “Mereka (faksi anti-Xi) berusaha memperbaiki dan menambal kerusakan besar yang telah ditimbulkan Xi Jinping terhadap PKT. Secara keseluruhan, terlihat bahwa mereka mencoba menjaga agar kapal besar ini tidak karam, dengan secara bergiliran menciptakan pembagian kekuasaan untuk mencapai keseimbangan internal.”
Dari luar, upaya faksi anti-Xi untuk menyelamatkan situasi tampak seperti pembagian keuntungan terakhir sebelum PKT benar-benar runtuh. Namun partai yang sudah membusuk ini diyakini tak mungkin bisa pulih kembali. (Hui/asr)
Laporan oleh wartawan NTD Chen Yue dan Luo Ya


