Gaza Dilanda Krisis Kemanusiaan, Utusan Khusus AS Akan Kunjungi Timur Tengah Dorong Gencatan Senjata

Pada Rabu (23 Juli), Menteri Luar Negeri Israel dan Ukraina mengadakan pertemuan di Kyiv untuk memulai kerja sama bilateral dan multilateral. Pemerintah AS menyatakan bahwa Utusan Khusus untuk Timur Tengah, Brett McGurk, akan mengunjungi kawasan Timur Tengah pekan ini untuk mendorong putaran baru perundingan gencatan senjata di Gaza, serta membuka jalur bantuan kemanusiaan baru guna mempercepat masuknya bantuan ke Gaza.

EtIndonesia. Israel melanjutkan serangannya ke Gaza pada Rabu (23/7) dini hari. Ledakan terus terjadi di Gaza bagian selatan, cahaya api menerangi langit malam.

Di sebuah jalan di Khan Younis, warga terlihat membawa bantuan kemanusiaan sambil berjalan cepat.

Pada hari yang sama, lebih dari 100 organisasi bantuan dan HAM, termasuk Médecins Sans Frontières (Dokter Lintas Batas), menandatangani pernyataan bersama yang memperingatkan bahwa kelaparan dan kekurangan gizi semakin meluas di Gaza. Mereka menyerukan kepada Israel dan Hamas untuk segera melakukan gencatan senjata dan mencabut semua pembatasan atas pergerakan bantuan kemanusiaan.

 “Kami berada di titik kritis. Kemampuan bertahan warga di sana sungguh luar biasa di tengah situasi seperti ini,” ujar Amanda Bazzarol, kepala divisi darurat Médecins Sans Frontières. 

Menanggapi hal tersebut, juru bicara pemerintah Israel David Mencer memberikan penjelasan dalam konferensi pers pada  Rabu.

 “Tidak ada kelaparan yang disebabkan oleh Israel di Gaza saat ini, namun ada kekurangan yang dibuat-buat oleh Hamas. Sering kali, publik tidak tahu fakta yang sebenarnya. Penderitaan yang terjadi adalah akibat ulah Hamas,” katanya.

Mencer juga menambahkan bahwa dalam satu jam terakhir, lebih dari 700 truk bantuan telah menunggu di sisi perbatasan Gaza untuk diambil oleh PBB. Ia menyebut bahwa kemacetan ini disebabkan oleh PBB dan merupakan hambatan utama dalam arus bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Pada hari yang sama, dalam konferensi pers di Kyiv, Menteri Luar Negeri Ukraina dan Israel menyatakan bahwa kedua negara sepakat untuk memperkuat kerja sama dalam menghadapi ancaman keamanan.

Menteri Luar Negeri Ukraina, Andriy Sybiha:  “Moskow, Teheran, dan Pyongyang telah membentuk aliansi rezim kriminal, mereka saling mendukung dan mengancam seluruh dunia bebas. Untuk menghadapi ancaman ini, kami sepakat memulai kerja sama bilateral dan multilateral.”

Menteri Luar Negeri Israel, Israel Katz:  “Hari ini kami sepakat untuk melakukan dialog strategis bilateral terkait ancaman dari Iran. Tindakan yang kami ambil terhadap senjata dan teknologi Iran turut berkontribusi terhadap keamanan Eropa dan Ukraina. Kami tidak akan membiarkan Iran melanjutkan ambisi nuklirnya dan dukungan terhadap terorisme.”

Sehari sebelumnya, juru bicara Departemen Luar Negeri AS Matthew Bruce dalam konferensi pers menyatakan bahwa utusan khusus AS untuk Timur Tengah, Brett McGurk, akan mengunjungi kawasan Timur Tengah pekan ini untuk mendorong putaran baru gencatan senjata di Gaza.

Bruce juga menyampaikan bahwa pemerintahan Trump sedang berupaya membuka koridor bantuan kemanusiaan untuk Gaza guna mempercepat pengiriman bantuan ke wilayah yang dilanda konflik tersebut.

Matthew Bruce:  “Koridor bantuan perlu dibentuk, kedua belah pihak telah sepakat. Situasi kemanusiaan jelas menjadi fokus utama kami, dan seperti yang saya katakan kepada beberapa dari Anda sebelumnya, setiap hari selalu ada peluang untuk membuat keadaan menjadi lebih baik.”

Perwakilan Israel dan Hamas telah melakukan negosiasi selama beberapa minggu terkait putaran baru gencatan senjata, namun hingga kini belum ada kemajuan berarti. (Hui/asr)

Laporan oleh Zhao Fenghua, NTD News

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine