Air Ledeng di Shandong, Tiongkok Berubah Menjadi Hitam, Pejabat Mengklaim Kekeringan adalah Penyebabnya

Warga di Kabupaten Wulian, Rizhao, Provinsi Shandong, Tiongkok melaporkan bahwa air ledeng di rumah mereka berubah menjadi keruh dan bahkan hitam. Pejabat setempat mengklaim hal ini disebabkan oleh kekeringan baru-baru ini, namun penjelasan ini menuai banyak keraguan. Di saat yang sama, sejumlah wilayah lain di Tiongkok juga mengalami masalah kualitas air serupa.

EtIndonesia. Pada 23 Juli, beberapa warga di Kabupaten Wulian, Rizhao, menyatakan bahwa air ledeng di rumah mereka sangat keruh. 

Seorang warga di Komplek Furong membagikan video yang menunjukkan bahwa meskipun ia sudah menggunakan air di luar jam sibuk (pukul 04.00 pagi), air yang keluar dari keran tetap berwarna kuning. Dalam video terlihat, meskipun kran dilapisi kain kasa sebagai penyaring, air yang keluar tetap sangat keruh.

Warga lainnya membagikan video bahwa air ledeng di rumahnya bercampur lumpur. Video menunjukkan air berwarna coklat tua mengalir dari keran, sangat kotor dan jelas tidak layak konsumsi.

Menurut laporan media Tiongkok, seorang staf dari Perusahaan Grup Air Kabupaten Wulian membenarkan bahwa mereka telah menerima banyak laporan dari warga Komplek Furong mengenai masalah kualitas air. Ia mengatakan, “Sekarang banyak komplek perumahan yang mengalami hal serupa. Air ledeng disalurkan langsung dari pabrik pengolahan air.”

Staf tersebut menjelaskan bahwa Waduk Shimuzih, yang menyuplai air minum untuk wilayah kota kabupaten, hampir kering. 

“Saat ini cuaca panas dan kekeringan sangat parah. Penurunan permukaan air terjadi sangat cepat, tekanan air rendah, sehingga menyebabkan fluktuasi dalam pipa dan menghasilkan air keruh,” katanya. Ia juga menyebutkan bahwa kekeruhan berasal dari endapan dasar waduk dan karat dalam pipa.

Ia menyarankan warga agar membeli air galon untuk diminum. “Air ledeng bisa ditampung lalu diendapkan dulu untuk dipakai. Kalau tetap tidak layak, jangan diminum. Gunakan saja untuk menyiram toilet, beli air galon untuk kebutuhan minum,” ujarnya.

Namun pernyataan ini menuai kritik warganet. Mereka mempertanyakan, “Bagaimana air yang tidak layak bisa masuk ke jaringan pipa distribusi? Bukankah seharusnya disaring dulu?” Warga lain berkata, “Seharusnya ada peringatan dini. Waduk tidak mungkin mendadak mengering begitu saja. Harusnya diberi tahu lebih awal agar warga bisa menyimpan air untuk kebutuhan rumah tangga.” Ada pula yang menyindir, “Cuaca sekarang jadi kambing hitam utama.”

Belakangan ini, banyak wilayah di Tiongkok mengalami masalah serupa terkait kualitas air. Di Distrik Yuhang, Hangzhou, air ledeng dilaporkan bau, berwarna kuning, dan mengandung benda asing, sehingga menjadi sorotan besar di internet. 

Meski pejabat setempat mengklaim bahwa setelah penggantian sumber air pada 23 Juli kualitas air sudah normal, warga masih melaporkan air berwarna kekuningan dan tetap tidak berani meminumnya.

Selain itu, warga dari Chongqing, Hubei, Jiangxi, Anhui, Guizhou, Guangxi, dan Guangdong juga ramai-ramai mengunggah di media sosial bahwa air ledeng di daerah mereka berubah warna, mulai dari seperti tinta hitam, kuning, hingga cokelat. Bahkan, ada yang berbau minyak serta mengandung benda asing. (Hui/asr)

Laporan oleh Li Li/Wen Hui

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine