Mengapa Pentagon Begitu Sibuk di Pasifik? Kapal Selam, Rudal Tomahawk, dan Rencana Besar Lawan PKT

EtIndonesia.  Militer Amerika Serikat semakin memperkuat kehadirannya di kawasan Indo-Pasifik dengan langkah-langkah strategis yang mencuri perhatian dunia. Pada 24 Juli 2025, sejumlah media utama AS melaporkan bahwa dalam bulan ini saja, Angkatan Laut AS telah memindahkan dua kapal selam nuklir ke Hawaii. Kapal selam kelas Virginia, USS Indiana, yang memiliki kemampuan siluman dan persenjataan canggih, tiba di Hawaii, menyusul USS Toledo yang datang lebih awal di bulan yang sama.

Tujuan Utama: Menahan Gerak Tiongkok

Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi terhadap meningkatnya dinamika di Asia Timur, khususnya menyikapi kemungkinan perubahan kepemimpinan dan kebijakan di Partai Komunis Tiongkok (PKT). Para analis menilai, pemimpin baru PKT kemungkinan akan menggunakan provokasi eksternal, seperti isu Taiwan, untuk membangun legitimasi kekuasaan. Amerika pun bergerak cepat, tidak hanya dengan pengerahan kapal selam, tetapi juga memperkuat kehadiran pasukan khusus di Pulau Kinmen, wilayah strategis dekat Taiwan.

Kekuatan Kapal Selam AS

Menurut laporan dari Newsweek dan Stars and Stripes, USS Indiana memiliki dua tabung peluncur besar yang masing-masing dapat menampung enam rudal jelajah Tomahawk. Rudal ini mampu menempuh jarak hingga 2.500 kilometer dan menyerang sasaran dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi, sehingga bisa menjangkau fasilitas militer penting di pesisir tenggara Tiongkok maupun mendukung operasi militer di sekitar Taiwan.

Ancaman Eskalasi di Selat Taiwan

Yao Cheng, mantan perwira staf di Markas Besar Angkatan Laut Tiongkok, mengungkapkan bahwa menjelang pergolakan politik di Beijing, sebanyak 26 pesawat militer Tiongkok melakukan aksi intimidasi ke Taiwan, 24 di antaranya melintasi garis tengah Selat Taiwan. Dia menilai, pasca pembentukan kepemimpinan baru Komisi Militer PKT, risiko terjadinya konflik terbuka, bahkan invasi ke Taiwan, tetap ada. Namun, menurutnya, AS telah menunjukkan sinyal pencegahan yang sangat tegas.

Aliansi Militer Semakin Solid

Sebagai bagian dari strategi defensif, pasukan khusus AS dengan kekuatan 500 personel kini secara resmi ditempatkan di Kinmen, sebuah fakta yang dibenarkan oleh pejabat AS dan Taiwan serta diberitakan secara terbuka oleh media. Selain itu, militer AS di kawasan Pasifik juga memperkuat struktur komandonya dengan membentuk Pacific Multi-Domain Command dan Japan Multi-Domain Command, demi meningkatkan kapabilitas operasi gabungan.

Hawaii Jadi Benteng dan Pusat Logistik

Menurut analisis acara “Key Moments”, posisi strategis AS saat ini adalah menggunakan seluruh kekuatan militer untuk menjaga stabilitas kawasan, terlepas dari siapa pemimpin baru di Tiongkok. Hawaii kini menjadi benteng pertahanan lapis kedua sekaligus pusat logistik utama Angkatan Laut AS di Indo-Pasifik, menopang operasi di Guam, Philipina, Jepang, dan sekitarnya. Hal ini meningkatkan sinergi dan respons cepat jika terjadi krisis.

Latihan Perang Multinasional dan Sinyal ke Beijing

Kolumnis Reuters, Epps, pada 25 Juli 2025 menyoroti latihan perang gabungan bertajuk “Sabre Guardian” yang melibatkan 35 ribu personel militer dari 19 negara. Latihan ini mengirim pesan tegas ke Tiongkok bahwa jika terjadi invasi ke Taiwan, Tiongkok tidak hanya akan menghadapi Amerika, tetapi juga aliansi global yang kuat dan terlatih. Wakil Komandan Komando Pasifik AS, Woll, menjelaskan, latihan Sabre Guardian didesain untuk meningkatkan kesiapan menghadapi krisis dan mencegah potensi konflik di kawasan Pasifik. Militer Australia turut menegaskan, latihan ini sangat penting demi menjaga stabilitas Indo-Pasifik.

Latihan besar ini mencakup simulasi penggunaan rudal jarak jauh dan senjata canggih di berbagai lokasi, termasuk pangkalan, gudang senjata, dan medan latihan utama. Jika latihan serupa dilakukan lebih dekat dengan Tiongkok, hal itu dapat dilihat sebagai bentuk eskalasi militer.

Pendalaman Aliansi AS, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris

Tak hanya latihan militer, pejabat senior AS juga melakukan kunjungan intensif ke Korea Selatan dan Jepang, mendiskusikan kesiapan galangan kapal besar kedua negara dalam mendukung operasi militer AS di masa krisis, terutama jika konflik Taiwan meletus. Langkah ini menunjukkan komitmen Pentagon untuk membangun aliansi nyata, bukan sekadar hubungan simbolis, agar Amerika dan sekutunya memiliki banyak opsi taktis menghadapi berbagai skenario.

Kolaborasi Global: Australia, Inggris, dan Perjanjian AUKUS

Pada 25 Juli 2025, Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan Australia bertemu dengan Menlu dan Menhan Inggris di Sydney, mendiskusikan kerjasama strategis di Indo-Pasifik. Analis dari Australian Strategic Policy Institute menyebut, kolaborasi ini sangat sejalan dengan kepentingan Eropa, mengingat Beijing terus memperkuat relasi dengan Rusia dan Korea Utara—dua negara yang juga dipandang sebagai ancaman oleh NATO.

Komitmen Inggris diperkuat dengan kedatangan kelompok tempur kapal induk ke kawasan dan perjanjian AUKUS, di mana AS menjanjikan penjualan kapal selam nuklir ke Australia, serta kerja sama pengembangan kapal selam serang generasi baru bersama Australia dan Inggris. Pada 26 Juli, Australia dan Inggris resmi menandatangani perjanjian produksi kapal selam, yang dipandang sebagai tonggak terpenting sejak Federasi Australia.

Keamanan Indo-Pasifik dan Eropa Kini Saling Terkait

Kementerian Pertahanan Inggris menegaskan, perjanjian ini akan mendukung program kapal selam Inggris hingga 50 tahun ke depan dan komitmen untuk Australia adalah mutlak. Era baru telah dimulai: keamanan Indo-Pasifik dan keamanan Eropa-Atlantik kini dianggap saling terhubung dan tidak bisa dipisahkan, menandai babak baru kerja sama pertahanan lintas benua untuk menanggapi tantangan global dari Tiongkok dan sekutunya.

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine