Orang Tiongkok Beramai-Ramai Menangkap Kepompong Jangkrik Hingga ke Luar Negeri, Jepang Terpaksa Pasang Peringatan dalam Bahasa Mandarin

Baru-baru ini, tagar “Sebuah desa di Shandong menghasilkan 4,3 juta yuan dari menjual jangkrik” menjadi trending di media sosial. Jangkrik yang dimaksud juga dikenal sebagai “zhiliao hou” atau kepompong jangkrik (nimfa jangkrik).

Setiap musim panas, orang Tiongkok berbondong-bondong menangkap kepompong ini untuk dikonsumsi. Namun, budaya kuliner ini menyebar hingga ke Jepang dan menimbulkan ketidaknyamanan warga setempat, sehingga pemerintah setempat terpaksa memasang pengumuman yang melarang penangkapan jangkrik.

EtIndonesia. Laporan ABEMA TIMES menyebutkan sejumlah taman di Tokyo baru-baru ini memasang pengumuman dalam bahasa Mandarin yang berbunyi, “Dilarang menangkap kepompong jangkrik”. Selain itu, patroli juga diperketat di taman-taman tersebut karena banyak warga Tiongkok yang mengumpulkan kepompong pada malam hari, menimbulkan keluhan serius dari warga lokal.

Seorang staf dari salah satu taman mengungkapkan bahwa mereka menerima banyak laporan dari masyarakat yang mengatakan ada orang mencurigakan berkeliaran di taman pada malam hari untuk mengumpulkan kepompong. 

Dalam salah satu patroli, petugas bahkan memergoki seseorang yang jongkok di bawah pohon dengan kantong berisi puluhan kepompong jangkrik.

Banyak taman di Tokyo, Jepang, baru-baru ini memasang pengumuman larangan penangkapan larva jangkrik dengan bahasa Mandarin . (Tangkapan layar dari internet)

Sebenarnya, sejak beberapa tahun lalu warga Jepang sudah merasa tidak nyaman dengan kebiasaan warga Tiongkok yang menangkap kepompong untuk dimakan. Pengelola taman di Tokyo telah berkali-kali menerima keluhan warga yang menyatakan bahwa ada orang-orang yang menangkap jangkrik dalam jumlah besar untuk dimakan. 

Banyak taman di Tokyo, Jepang, baru-baru ini memasang pengumuman larangan penangkapan larva jangkrik dengan bahasa Mandarin . (Tangkapan layar dari internet)

Sebagai respons, pihak taman pun memasang poster peringatan—bahkan beberapa di antaranya ditulis khusus dalam bahasa Mandarin:  “Perhatian: Dilarang menangkap kepompong jangkrik atau makhluk hidup lainnya di taman untuk dikonsumsi.”

Namun perlu dicatat, peringatan tersebut tampaknya tidak begitu efektif. Dalam dua tahun terakhir, setiap musim panas, aksi penangkapan kepompong jangkrik oleh warga Tiongkok di Jepang semakin marak. Akibatnya, taman-taman terpaksa meningkatkan patroli dan memasang lebih banyak papan peringatan.

Meskipun warga Tiongkok sangat gemar dengan masakan berbahan kepompong jangkrik ini, pihak pengelola taman di Jepang menegaskan bahwa kuliner kepompong jangkrik bukan bagian dari budaya Jepang. 

Di Jepang, jangkrik dianggap sebagai simbol suara alami musim panas. Masyarakat diimbau untuk membiarkan anak-anak menyaksikan proses kepompong menetas dan terbang ke pohon, bukan malah mengakhiri hidup mereka sebelum waktunya. (Hui/asr)

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine