Hidup di kota metropolitan pernah menjadi impian banyak orang. Namun, menurut laporan terbaru dari industri properti, meskipun pandemi telah berakhir, tren warga Amerika yang pindah dari kota-kota besar masih terus berlangsung. Kota-kota terkenal seperti New York, Boston, dan Chicago pun tak luput dari tren ini.
EtIndonesia. Situs Realtor.com baru saja merilis “Laporan Permintaan Perumahan Antarwilayah”. Laporan ini menganalisis data penelusuran properti yang dijual di 100 kawasan metropolitan terbesar di situs tersebut selama periode April hingga Juni 2025. Mereka menghitung berapa banyak pengguna lokal yang melihat properti di luar kota mereka, serta berapa banyak orang dari luar daerah yang melihat properti di kawasan tertentu.
Laporan tersebut menyatakan bahwa rata-rata 58,9% dari seluruh aktivitas penelusuran dilakukan oleh pembeli yang mencari rumah di luar daerah tempat tinggal mereka.
Angka ini masih sejalan dengan tren kuartal pertama tahun ini (59,8%) dan kuartal kedua tahun 2024 (60,2%). Hal ini menunjukkan bahwa orang Amerika masih terus mencari rumah yang lebih terjangkau dan iklim yang lebih hangat, serta bahwa tren mobilitas masih terus berlanjut.
Yang paling mencolok, tahun ini kota New York, Boston, dan Chicago untuk pertama kalinya masuk dalam daftar 10 besar kota yang “kehilangan minat dari penduduk lokal”. Laporan menyebutkan bahwa alasan utama warga kota-kota besar ini memilih pindah adalah karena harga rumah yang tinggi dan meningkatnya tingkat pengangguran.
Chicago
Chicago menempati peringkat ketujuh dalam daftar kota yang kehilangan minat dari penduduk lokal. Data menunjukkan bahwa 72,1% dari aktivitas pencarian rumah mengarah ke wilayah lain, naik hampir 26% dibanding tahun 2019. Hingga Juni 2025, harga median rumah di kawasan Chicago adalah 379.900 dolar AS.
Boston
Boston berada di peringkat kesembilan, dengan 72% penelusuran properti diarahkan ke luar kota—naik 24,7% dibanding enam tahun lalu. Harga rumah di Boston melonjak tinggi; bulan lalu, harga rumah rata-rata mencapai 854.974 dolar AS, naik lebih dari 42% dibanding enam tahun lalu.
Menurut data yang dianalisis dalam laporan tersebut, warga Boston yang ingin pindah sedang mempertimbangkan kota-kota dengan biaya hidup lebih rendah di wilayah Midwest, seperti St. Louis, Minneapolis, dan kota terdekat Milwaukee.
Kota New York
New York menempati posisi terakhir dalam daftar, dengan 71,7% pencarian rumah diarahkan ke wilayah lain di Pantai Timur, naik lebih dari 20% dibanding enam tahun lalu. Bulan lalu, harga median rumah yang tercantum di New York adalah 786.500 dolar AS, naik lebih dari 32% sejak 2019. Beberapa orang mempertimbangkan pindah ke Philadelphia, Miami, atau bahkan Boston.
Tahun ini, kota yang paling banyak ditinggalkan tetap adalah San Jose, California, yang tidak mengherankan. Menurut laporan tren pasar properti bulanan terbaru dari Realtor.com, Silicon Valley memiliki harga rumah paling mahal di seluruh AS, dengan harga median rumah tercatat sebesar 1.398.000 dolar AS pada Juni tahun ini.
Posisi kedua ditempati oleh Washington, D.C.. Laporan menyebutkan bahwa Detroit telah menjadi tujuan favorit warga Washington yang ingin pindah, disusul oleh Baltimore dan Cleveland. Ketiga kota ini memiliki harga rumah median yang ratusan ribu dolar lebih rendah dibanding harga di kawasan ibu kota yang mencapai 625.000 dolar AS. (Hui/asr)
oleh Jin Jing/Lin Qing


