Untuk Apa Sebenarnya Kita Hidup?

EtIndonesia. Mungkin, kita hidup sebagai bentuk balasan atas anugerah kehidupan yang diberikan oleh orangtua. Meski hidup ini berat dan penuh kelelahan, kita tetap harus menjalaninya dengan baik.

Dulu, saat masih lajang—kita hidup untuk mencintai diri sendiri. Setelah menikah—kita hidup demi keluarga. Menginjak usia paruh baya—kita mulai hidup untuk orangtua yang menua.

Setiap orang dilahirkan dengan misi masing-masing. Bagi mereka yang “terpaksa” meninggalkan dunia ini lebih awal, mungkin itu adalah panggilan dari Tuhan.  Karena itu, siapapun yang saat ini masih ada di dunia, mohon hargailah setiap hari yang kamu miliki.

Setiap orang menjalani kehidupan yang berbeda. Ada yang kaya raya tak terhingga, ada yang setiap hari harus berjuang hanya untuk sesuap nasi, bahkan ada yang lebih menderita dari itu. Tapi, percayalah… esok hari akan lebih baik.

Seperti kata Yang Jiang: “Kedamaian hidup hanyalah sesaat, yang abadi adalah kekacauan kecil sehari-hari.”

Karena itulah, dalam hidup kita harus punya sikap positif dan optimis. Meski diterpa badai, meski jalan hidup tak selalu mudah, kita tetap harus kuat dan terus bertahan.

Hidup sejatinya adalah sebuah tanggung jawab.

Selama kita masih hidup, kita harus memikul tanggung jawab—baik terhadap diri sendiri, terhadap keluarga, terhadap pasangan, maupun terhadap pekerjaan.

Jangan terlalu santai.

Jangan hanya mementingkan diri sendiri.

Belajarlah peduli pada orang lain, belajarlah bertanggung jawab, jadilah penopang bagi mereka yang membutuhkanmu.

Kamu bisa, kamu hebat.

Di jalan kehidupan ini, ada tanjakan dan turunan, ada jalan rata dan terjal. Kita akan dihadapkan pada berbagai kesulitan yang menuntut keberanian dan ketabahan untuk menghadapinya.

Jangan karena sedikit tekanan, lalu kita seolah menjadi orang yang tak mampu bertahan.

Jangan karena sedikit ketidakpastian, kita langsung merasa masa depan gelap gulita.

Jangan karena satu dua kegagalan, kita langsung jatuh dan tak mau bangkit lagi.

Dalam hidup, sembilan dari sepuluh hal mungkin tidak sesuai harapan. Tapi sekalipun kita sudah menyadari pahitnya realitas, kita tetap harus menjaga ketenangan hati dan keteguhan jiwa.

Jalani hidup seperti biasa. Jangan menyerah. Jangan mundur. Hadapi hidup dengan tenang dan percaya diri.

Hidup adalah untuk dirimu sendiri.

Saya sangat menyukai kalimat dari Yang Jiang yang berkata: “Di saat kamu sedang berada di masa tersulit, jangan terlalu memikirkan masa depan yang masih jauh. Cukup semangati dirimu untuk melewati hari ini dengan baik. Dunia ini penuh kejutan yang tak terduga. Jangan biarkan hal-hal yang tidak layak menguasai emosimu. Hidup ini hanyalah sebuah pengalaman—maka, jalani sepuasnya.”

Hidup sejatinya adalah sebuah proses. Baik ataupun buruk, apa yang harus kita alami… pasti akan kita alami.

Karena itu, kita harus tahu cara menyayangi diri sendiri, menghargai hidup kita, dan belajar untuk membahagiakan diri.

Jangan terlalu sering marah hanya karena orang lain.

Jaga stabilitas emosimu, dan tetap tenang dalam menghadapi kehidupan.

Hidup ini singkat, kita hanyalah seorang musafir—untuk apa mengikatkan terlalu banyak simpul dalam hati?

Dalam perjalanan hidup ini, kita akan bertemu dengan berbagai macam orang. Tapi intinya tetap satu: kita hidup untuk membuat diri sendiri bahagia.

Ketika menghadapi orang-orang atau hal-hal yang tak sesuai keinginan, tapi tak bisa kita ubah, jangan memaksakan diri.

Belajarlah menerima.

Izinkan orang lain menjadi seperti apa adanya mereka.

Membiarkan orang lain hidup sebagaimana mereka mau… sebenarnya adalah cara terbaik untuk membebaskan diri kita sendiri.

Hubungan antarmanusia yang paling sehat adalah: saling menghargai, saling membantu, saling melengkapi. Yang penting adalah kita berusaha menjadi versi terbaik dari diri kita sendiri, bertanggung jawab atas hidup kita sendiri, dan belajar menerima setiap hal yang terjadi dalam hidup ini.

Jalani hidup dengan sikap ikhlas dan tenang.

Setiap orang berhak memilih cara hidup yang paling sesuai untuk dirinya.

 Hiduplah dengan lebih ringan—itulah makna sejati dari hidup.

Hidup ini tak pasti, dunia sulit diprediksi.

Semoga kita semua bisa benar-benar menghargai waktu dan tidak meninggalkan terlalu banyak penyesalan dalam hidup ini. (jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine