EtIndonesia. Pada Minggu (27 Juli), Presiden AS Donald Trump, dalam pertemuannya dengan Ketua Komisi Eropa Ursula von der Leyen, menyatakan bahwa setelah gagalnya perundingan gencatan senjata antara Israel dan Hamas, Israel harus memutuskan bagaimana menyelesaikan masalah Gaza secara akhir, jika penyelesaian tidak bisa dicapai melalui negosiasi.
“Beberapa hari lalu mereka melakukan pembicaraan rutin, tetapi (Hamas) tiba-tiba menjadi keras kepala. Mereka tidak mau mengembalikan sandera. Jadi Israel harus mengambil keputusan,” kata Trump.
Trump menyatakan bahwa Hamas sama sekali tidak berniat membebaskan para sandera Israel. Saat ini, setelah Israel menarik diri dari pembicaraan gencatan senjata, ia belum tahu bagaimana Israel akan mengakhiri perang dengan Hamas.
Di sisi lain, Trump mengatakan bahwa dua minggu lalu, Amerika Serikat telah menyumbangkan 60 juta dolar AS untuk pembelian makanan bagi warga Gaza. Ia berharap lebih banyak negara akan memperkuat bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, pada Minggu lalu, menyatakan bahwa militer Israel akan terus berperang sampai semua tujuan tercapai dan para sandera dibebaskan. Namun, bantuan kemanusiaan ke Gaza akan tetap diizinkan.
Netanyahu mengatakan: “Apapun pendekatan yang kita pilih, kita tetap harus mengizinkan bantuan kemanusiaan paling minimum masuk. Hingga saat ini kami masih melakukannya.”
Militer Israel (IDF) pada Minggu mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan operasi militer setiap hari dari pukul 10.00 pagi hingga 20.00 malam di wilayah padat penduduk Jalur Gaza, guna memperluas jalur masuknya bantuan kemanusiaan.
Selain memperkuat pengiriman bantuan lewat darat, sejak pecahnya perang Israel-Hamas, Israel untuk pertama kalinya juga menjatuhkan bantuan dari udara ke Gaza, sebagai cara untuk menghindari blokade dan sabotase oleh kelompok teroris Hamas terhadap bantuan darat.
Pada Minggu, Yordania mengkonfirmasi bahwa bersama Uni Emirat Arab, mereka juga untuk pertama kalinya menjatuhkan 25 ton bantuan kemanusiaan dari udara ke Jalur Gaza dalam beberapa bulan terakhir. Namun, pihak Yordania menegaskan bahwa bantuan udara tidak dapat menggantikan pengiriman bantuan lewat darat. (Hui/asr)
oleh Yu Liang – NTD


