Hujan Deras dan Pelimpasan Air Waduk di Beijing Sebabkan Korban Jiwa Serius, Ratusan Jiwa Dilaporkan Hilang

Sejak 26 Juli, wilayah Beijing terus dilanda hujan deras, menyebabkan banjir bandang dan longsor di daerah sekitarnya. Pelimpasan air waduk semakin memperburuk bencana. 

Jalanan dan jembatan di wilayah Miyun hancur diterjang air, banyak desa terendam, komunikasi terputus, warga terpaksa menyelamatkan diri dengan melompat keluar jendela tengah malam atau memanjat ke atap rumah untuk meminta pertolongan. 

Pihak berwenang mengklaim 30 orang tewas, namun korban dari Distrik Huairou mengatakan kepada Epoch Times bahwa hanya di satu desa mereka saja, ada 4 orang terseret banjir dan lebih dari 300 orang hilang, yang tidak diumumkan secara resmi.

Warga korban banjir Beijing: “Lihat, hanya dalam waktu sekitar 10 menit, air naik lagi 3 meter. Lihat air ini.”

EtIndonesia. Sejak 26 Juli 2025, hujan deras terus mengguyur Distrik Yanqing, Huairou, dan Miyun di Beijing. Hingga pukul 24:00 pada 28 Juli, curah hujan tertinggi tercatat di Langfangyu dan Zhujia Valley di Miyun, mencapai 543,4 mm.

Warga Beijing berkata : “Hujan seperti ditumpahkan dari ember, orang-orang berusia 80–90 tahun pun belum pernah mengalami hujan sebesar ini.”

Hujan lebat memicu banjir bandang dan longsor, ditambah dengan pelimpasan air dari beberapa waduk, menyebabkan bencana banjir skala besar.

Menurut laporan, pada  27 Juli saja, setidaknya air dari 9 waduk di Miyun, Huairou, dan Pinggu melimpas. Sungai Baimaguang dan Chaobai meluap hebat, wilayah sekitarnya seketika terendam, jalanan dan jembatan rusak, beberapa desa tergenang, air, listrik, dan jaringan komunikasi seluruhnya terputus.

Warga daerah bencana: “Teman-teman lihat, arus banjir masih sangat deras, jembatan ini sudah runtuh.”

Warga daerah bencana lainnya: “Lihat aliran air di desa kami, benar-benar sangat deras.”

Dalam rekaman video terlihat air masuk ke dalam rumah-rumah warga, mereka terpaksa melompat keluar jendela tengah malam untuk melarikan diri, beberapa terjebak di atap meminta pertolongan.

Media Partai Komunis Tiongkok pada 29 Juli melaporkan bahwa hingga pukul 24:00 pada 28 Juli, sebanyak 80.332 orang telah dievakuasi di seluruh Beijing, dan 30 orang dilaporkan tewas akibat bencana, 28 di antaranya di Miyun. Namun, angka sebenarnya masih belum jelas.

Seorang warga Desa Sunhugou, Kecamatan Liulimiao, Distrik Huairou mengatakan kepada Epoch Times edisi bahasa Tionghoa bahwa jumlah kematian yang diumumkan pemerintah tidak akurat. Hanya di desa mereka saja, ada setidaknya 4 orang yang terseret banjir dan belum ditemukan, namun pemerintah tidak melaporkannya. Selain itu, masih ada lebih dari 300 warga desa yang belum dievakuasi dan dalam status hilang.

Seorang warga Distrik Pinggu,  Li: “Waduk melimpas, menyebabkan banyak rumah terendam air. Mobil-mobil pun terseret arus, jalan-jalan hancur, jembatan ditutup karena arus air terlalu besar. Bahkan pepohonan pun ikut terendam, pohon persik rusak, kerugian cukup besar.”

Warga Distrik Miyun, Nyonya Li: “Rumah-rumah di desa kami sudah roboh karena tersapu banjir, tidak ada air, tidak ada listrik, tidak ada makanan. Rumah kami hilang, ayah dan ibu saya mengungsi menyelamatkan diri.”

Selain itu, wilayah tetangga Beijing seperti Hebei dan Tianjin juga terkena dampak banjir. Menurut laporan, curah hujan ekstrem di Distrik Jizhou, Tianjin memicu banjir besar terparah dalam 70 tahun sejak pencatatan hidrologi dimulai. Sebanyak 13 desa di sepanjang Sungai Ju tergenang, beberapa rumah hanya menyisakan atap yang terlihat, dan lebih dari 10.000 orang telah dievakuasi.

Di wilayah Chengde, Hebei, beberapa tempat mengalami pemadaman listrik dan komunikasi akibat hujan deras dan pelimpasan waduk. Desa Yangjiatai bahkan terkena longsor lumpur dan batu, seluruh desa tidak bisa dihubungi. Laporan resmi pada 28 Juli menyebutkan, bencana telah menyebabkan 4 orang tewas dan 8 orang hilang di Desa Xigou, Kabupaten Luanping. Namun, jumlah sebenarnya masih belum diketahui.

Warga Distrik Shuangluan, Chengde, Tuan Zhao berkata : “Desa kami kebanjiran, rumah-rumah ada yang roboh, ada orang hilang. Kerugiannya sangat parah. Jagung, kebun sayur semuanya terendam. Peternak-peternak seperti peternak sapi, babi, dan ayam, semuanya habis terbawa arus. Lebih dari 100 ekor babi milik paman saya hanyut semua.”

Menurut prakiraan cuaca, dari  28 Juli malam hingga 29 Juli, beberapa daerah di Beijing, Tianjin, dan Hebei masih akan diguyur hujan lebat hingga sangat lebat, bahkan di beberapa tempat berpotensi hujan ekstrem. (Hui/asr)

Tang Rui dan Xiong Bin – NTD 

INSPIRASI ERABARU

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda tentang Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

Lima Tanda di Pagi Hari yang Menunjukkan Tubuh Anda dalam Kondisi Baik

Banyak masalah kesehatan kronis tidak menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk menunjukkan keberadaannya. Menit-menit setelah bangun tidur dapat menjadi jendela yang memperlihatkan apa yang dilakukan...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine