Beberapa hari terakhir, Kota Beijing terus dilanda hujan deras. Kota Terlarang (Forbidden City) dan Kuil Surga (Temple of Heaven) kembali mengalami banjir. Menurut para ahli fengshui, Kota Terlarang melambangkan kekuasaan kerajaan. Banjir yang terjadi di Kota Terlarang dan Kuil Surga dianggap sebagai pertanda sial besar, yang diprediksi sebagai tanda ketidakstabilan rezim partai Komunis Tiongkok. Kota Terlarang, yang dulu disebut-sebut tak pernah kebanjiran selama lebih dari 600 tahun, kini terendam banjir. Pada Tahun 2023 kawasan ini juga terendam banjir
EtIndonesia. Pada 29 Juli 2025, sejumlah netizen daratan Tiongkok mengunggah video yang menunjukkan Kota Terlarang di Beijing kebanjiran. Seorang perekam video berkata, “Wah, air di sini naik, astaga, air sudah menggenang, habislah ini, habislah sudah, kali ini benar-benar kacau.”
Dalam video, terlihat banyak wisatawan mengenakan jas hujan berkunjung ke Kota Terlarang. Di permukaan jalanan terdapat genangan air dalam jumlah besar. Beberapa area telah dipasangi garis pengaman dan dilarang untuk dimasuki wisatawan.
7月29日,北京暴雨,故宮也被淹。 pic.twitter.com/drha9r0NFW
— ying tang (@yingtan04410735) July 30, 2025
Rekaman lain menunjukkan perekam berjalan di tengah genangan air, dengan kedalaman air yang sudah melewati mata kaki.
Video lain juga menunjukkan bahwa karena hujan deras mengguyur Beijing, banyak kawasan wisata terpaksa ditutup. Jalan kaki di sekitar Kota Terlarang juga terendam banjir.
7月29日,北京持續降雨,故宮周邊遊客步行道都被淹。 pic.twitter.com/0UE2cZhN7b
— ying tang (@yingtan04410735) July 30, 2025
Selain itu, kawasan wisata Kuil Surga di Beijing juga mengalami genangan air yang parah. Dalam budaya tradisional Tiongkok, Kuil Surga melambangkan hubungan antara langit dan bumi. Kaisar dianggap sebagai “Putra Langit”, yang bertanggung jawab menjaga keharmonisan antara langit dan bumi. Setiap 21 Desember (hari titik balik matahari musim dingin), kaisar mengadakan upacara besar di Kuil Surga untuk memohon panen yang melimpah—menunjukkan bahwa kekuasaan kaisar dianggap sebagai mandat dari langit.
Banjir di Kota Terlarang dan Kuil Surga menjadi perbincangan hangat di daratan Tiongkok. Banyak netizen menganggap ini sebagai pertanda buruk.
7月28日,北京暴雨,天壇景區出現積水。 pic.twitter.com/ETYNlgPu5G
— ying tang (@yingtan04410735) July 30, 2025
Kota Terlarang, yang dulu disebut-sebut tak pernah kebanjiran selama lebih dari 600 tahun, dalam beberapa tahun terakhir telah berulang kali mengalami banjir. Ketika banjir besar melanda Beijing pada tahun 2023, Kota Terlarang juga sempat tergenang air.
Para ahli fengshui menganggap hal ini sebagai pertanda buruk, karena Kota Terlarang melambangkan kekuasaan kerajaan. Banjir dianggap sebagai isyarat ketidakstabilan rezim.
7月29日,北京暴雨,天壇、故宮等景區積水嚴重。 pic.twitter.com/0KDJjl7rfs
— ying tang (@yingtan04410735) July 30, 2025
Saat itu, seorang ahli fengshui asal Hong Kong yang dikenal dengan nama “Feng Shui Hao” dalam wawancaranya dengan media luar negeri Vision Times mengatakan bahwa banjir di Kota Terlarang adalah pertanda yang sangat buruk. Pasalnya, Kota Terlarang adalah simbol kekuasaan kerajaan, maka kebanjiran merupakan pertanda sial besar bahwa kekuasaan tidak stabil. Ia juga memprediksi ketidakstabilan ini akan berlanjut.
Mantan profesor Universitas Normal Beijing, Li Yuanhua, juga berpendapat bahwa Kota Terlarang adalah lambang kekuasaan kerajaan, ketika tempat dilanda kebanjiran, maka mencerminkan ketidakstabilan kekuasaan.
Kepada NTD (New Tang Dynasty), Li Yuanhua mengatakan bahwa desain Kota Terlarang dibangun berdasarkan konsep keselarasan antara manusia dan alam. Bahkan, dirancang untuk menghadapi berbagai fenomena alam, termasuk hujan deras.
Li Yuanhua memperkirakan bahwa saluran air di kawasan Zhongnanhai (pusat pemerintahan Partai Komunis Tiongkok) mengalami gangguan, karena Partai Komunis Tiongkok telah menggali terowongan bawah tanah di sana, inilah yang merusak sistem irigasi kuno. Jika saluran air tersumbat, maka jembatan Jinshui bagian dalam dan luar yang seharusnya dialiri air akan menjadi stagnan. Ketika hujan lebat datang, air tidak dapat mengalir keluar dan menyebabkan banjir di Kota Terlarang.
Ia juga mengungkapkan kejanggalan banjir yang tak pernah terjadi lebih dari setengah abad yang dialami Kota Terlarang. Namun, kini semuanya sudah menjadi kenyataan.
“Selama 600 tahun ini, bukan berarti tidak pernah turun hujan deras. Mengapa selama 600 tahun tidak pernah banjir, tapi sekarang kebanjiran? Ini juga menjadi pertanda langit bahwa Komunis Tiongkok telah mengacaukan aturan dan membawa kehancuran atas kekuasaannya sendiri,” ujarnya.
oleh Luo Tingting / Wen Hui


