Penembakan di Manhattan Tewaskan 5 Orang, Termasuk Eksekutif Senior Perempuan dari Raksasa Investasi Blackstone

EtIndonesia. Sebuah insiden penembakan terjadi di sebuah gedung perkantoran di Midtown Manhattan dan menyebabkan lima orang tewas, termasuk pelaku penembakan itu sendiri. Salah satu korban yang kehilangan nyawa adalah Wesley LePatner, seorang eksekutif perempuan senior dari perusahaan investasi ternama Amerika, Blackstone Group.

Pada tanggal 29 Juli, Blackstone Inc. yang berkantor pusat di Manhattan mengonfirmasi bahwa Wesley LePatner, salah satu pemimpin utama di perusahaan tersebut, menjadi korban dalam insiden penembakan pada malam sebelumnya.

Dalam pernyataannya, Blackstone menyampaikan: “Dengan penuh duka kami mengumumkan bahwa rekan kami, Wesley LePatner, telah meninggal dunia dalam insiden tragis yang terjadi di 345 Park Avenue. Kata-kata tidak mampu mengungkapkan kesedihan dan keterkejutan kami.”

Menurut data publik, Wesley LePatner merupakan kepala global divisi properti inti Blackstone dan CEO dari Blackstone Real Estate Income Trust (BREIT). Dia juga merupakan anggota Komite Investasi Properti Blackstone. Sebelumnya, dia menjabat sebagai Chief Operating Officer untuk divisi Core+ dan BREIT.

Sebelum bergabung dengan Blackstone pada tahun 2014, LePatner telah bekerja lebih dari satu dekade di Goldman Sachs, di mana posisi terakhirnya adalah Managing Director pada divisi investasi properti di unit Manajemen Aset.

Rincian Peristiwa Penembakan

Penembakan terjadi pada malam 28 Juli. Seorang pria bersenjata masuk ke sebuah gedung perkantoran di Midtown Manhattan dan menembaki sejumlah orang. Total lima orang tewas, termasuk si pelaku. Gedung tempat kejadian merupakan kantor pusat global Blackstone Group.

Menurut Kepolisian New York City, pelaku adalah Shane Tamura (27 tahun), warga Las Vegas. Dia pertama kali menembak mati seorang petugas polisi NYPD, lalu menembaki seorang perempuan yang bersembunyi di belakang pilar dan seorang petugas keamanan yang berlindung di balik meja.

Setelah itu, Tamura naik lift ke lantai 33, menuju kantor perusahaan pengelola properti Rudin Management Company dan menembak mati satu orang lagi. Dia kemudian menembakkan pistol ke dadanya sendiri dan mengakhiri hidupnya.

Gedung yang diserang diketahui menjadi tempat berbagai lembaga ternama lainnya seperti National Football League (NFL), kantor akuntan KPMG, dan Rudin Real Estate Company. Pasca insiden, sebagian besar kawasan Midtown Manhattan langsung ditutup.

Pernyataan Presiden Trump

Presiden AS Donald Trump langsung mengeluarkan pernyataan terkait tragedi ini: “Saya sudah menerima laporan tentang penembakan di Manhattan—tempat yang sangat saya kenal dan cintai. Saya percaya penegak hukum akan mengungkap alasan di balik tindakan brutal tak bermakna ini. Hati saya bersama keluarga para korban, terutama petugas NYPD yang gugur dalam tugas. Semoga Tuhan memberkati Kepolisian New York, dan memberkati kota New York!” (jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Menelusuri Jejak Biksu Xuanzang Melintasi Lanskap Suci Dunia Buddhis yang Telah Hilang

Oleh Eusebia (Venus Upadhayaya) Salah satu catatan perjalanan paling penting dan paling rinci mengenai Jalur Sutra kuno berasal dari perjalanan biksu Tiongkok Xuanzang (玄奘), yang...

Menurunkan Berat Badan dan Mengubah Penampilan adalah Dua Proyek yang Berbeda

 Chen Jing - Visiontimes.com Kebanyakan orang hanya menjalankan proyek yang pertama. Itulah sebabnya angka di timbangan turun, tetapi bayangan di cermin tampak tidak banyak berubah. Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine