Wyeth Nutrition S-26 sukses menggelar puncak rangkaian “S-26 Exceptional League”, sebuah event edukasi dan stimulasi otak anak terbesar di Indonesia, di Surabaya pada 25-27 Juli 2025. Acara yang bekerja sama dengan National Hospital Surabaya ini menghadirkan pengalaman imersif pertama di Tanah Air dengan konsep “Futuristic City” untuk mempersiapkan Generasi Alpha dan Beta menjadi anak-anak hebat yang future-ready.
Inovasi Stimulasi Multi-Sensori
Event yang telah digelar di Medan, Jakarta, dan Makassar ini menghadirkan empat zona stimulasi unggulan:
1. Exceptional Maestro: Zona musik dan seni yang mengasah kemampuan motorik halus dan daya ingat melalui permainan alat musik dan melukis.
2. Exceptional Architect: Area konstruksi berbasis LEGO yang melatih kemampuan memecahkan masalah dan berpikir spasial.
3. Exceptional Astronaut: Simulasi luar angkasa untuk melatih fokus, ketelitian, dan sensorik anak.
4. Exceptional Zoologist: Zona interaksi dengan hewan virtual yang mengembangkan keterampilan bahasa dan kinestetik.
“Kami ingin menciptakan pengalaman belajar multi-sensori yang menyenangkan. Setiap zona dirancang oleh ahli perkembangan anak untuk mengaktifkan berbagai area otak secara simultan,” jelas Vera Niki Gozali, Category Marketing Manager Wyeth Nutrition S-26.
Terobosan Teknologi Pemantau Otak
Yang menjadi pembeda event ini adalah penerapan teknologi mutakhir “S-26 Exceptional Brain Visualizer”. Alat berbasis electroencephalogram (EEG) ini dikembangkan oleh MyndPlay, perusahaan neurokognitif terkemuka asal Inggris.
“Headband canggih ini memungkinkan orang tua melihat aktivitas lima area kognitif utama otak anak secara real-time melalui tampilan visual interaktif,” papar Vera. Teknologi ini mampu memetakan perkembangan:
– Lobus frontal (kreativitas dan pemecahan masalah)
– Lobus temporal (bahasa dan memori)
– Lobus parietal (fokus dan spasial)
Data Ilmiah di Balik Stimulasi
Dr. Benny Herlianto, Sp.A dari National Hospital Surabaya menjelaskan mekanisme neurologis di balik stimulasi ini. “Setiap aktivitas memicu synaptogenesis – pembentukan koneksi baru antar neuron. Proses ini dipercepat oleh mielinasi yang membutuhkan nutrisi tepat.”
Elizabeth Santoso, M.Psi, psikolog dari Klinik Kupompong menambahkan, “Stimulasi multi-sensori di usia dini dapat meningkatkan plasticitas otak hingga 80%. Kuncinya adalah konsistensi dan pendampingan orang tua.”
Dukungan Nutrisi Berbasis Riset
Wyeth Nutrition menghadirkan rangkaian produk berbasis penelitian selama 100 tahun di pusat riset mereka di Swiss. S-26 Procal GOLD Multilearn Connect mengandung:
– Sphingomyelin dan Fosfolipid untuk pembentukan mielin
– AA dan DHA dengan rasio optimal 2:1
– 15 vitamin dan 9 mineral esensial
“Formula ini dikembangkan khusus untuk mendukung konektivitas antarsel otak selama proses belajar,” jelas Vera.
Respons Positif Peserta
Acara ini menarik lebih dari 1.200 keluarga Surabaya. Amanda Kohar, salah satu peserta, mengungkapkan, “Saya terkejut melihat bagaimana area bahasa di otak anak saya aktif saat di zona Zoologist. Ini membantu saya memahami bakat alaminya.”
Komitmen Berkelanjutan
Wyeth Nutrition berencana mengembangkan program lanjutan:
– Aplikasi pemantau perkembangan otak berbasis AI
– Workshop bulanan untuk orang tua
– Ekspansi ke 10 kota lainnya pada 2026
“Kami ingin terus mendampingi orang tua Indonesia dalam membentuk generasi exceptional,” tutup Vera.
Fakta Kunci:
– 85% perkembangan otak terjadi sebelum usia 5 tahun
– Stimulasi multi-sensori meningkatkan konektivitas otak hingga 40% – 1 dari 3 orang tua Indonesia belum memahami pentingnya stimulasi terpadu


