Banjir Bandang Terjang Beijing, Ratusan Orang Hilang – Shanghai Terancam Topan dan Tsunami

EtIndonesia. Topan ke-8 tahun ini, bernama Co-may—yang dikenal secara lokal sebagai “Zhu Jie Cao”, telah mendarat di provinsi Zhejiang dan diperkirakan segera mengancam kota Shanghai. Ditambah lagi, tsunami yang dipicu gempa kuat di Rusia memperburuk situasi. Pada Rabu (30/7/2025), ratusan penerbangan di Shanghai dibatalkan dan lebih dari 280.000 orang dievakuasi.

Sementara itu, Beijing dilanda banjir bandang hebat yang telah memakan korban jiwa  dan menyebabkan ratusan lainnya hilang. Warga menuding pemerintah melakukan pembukaan bendungan tanpa peringatan, yang justru memperparah bencana.

Seorang warga korban banjir berkata:  “Airnya sih sudah surut sekarang, tapi situasinya benar-benar hancur total, lihat jembatan itu, putus total.”

Beijing telah diguyur hujan deras selama beberapa hari terakhir. Hampir seluruh bendungan di wilayah tersebut melakukan pembukaan pintu air. Salah satunya adalah Bendungan Miyun, yang pada 29 Juli pukul 19.00, telah mengalirkan air hingga 180 juta meter kubik—jumlah ini memecahkan rekor sejarah. Namun, banyak warga desa mengaku tidak menerima pemberitahuan dini terkait pelepasan air ini.

Warga Desa Guanshang, Distrik Pinggu, Beijing, Ny. Wang:  “Sekitar pukul 5 pagi air dilepaskan, tapi tidak ada pemberitahuan sama sekali. Warga benar-benar tidak siap. Banyak mobil tersapu air, ada orang yang ikut hanyut, dan banyak yang hilang.”

Video yang beredar di internet menunjukkan banjir besar di wilayah Miyun, Yanqing, dan Huairou, merendam desa-desa dan panti jompo. Warga sampai harus melompat keluar jendela di tengah malam untuk menyelamatkan diri. Lansia di panti jompo hanya bisa duduk di jendela sambil meminta pertolongan.

Karena jembatan rusak dan akses jalan terputus, banyak desa kehilangan kontak dengan dunia luar. Seorang perempuan dari Desa Sunhugou, Kecamatan Liulimiao, Distrik Huairou, menangis menceritakan bahwa lebih dari 300 orang di desanya belum bisa dievakuasi, nasib mereka belum diketahui.

Seorang korban dari Huairou menangis:  “Desa kami masih ada 330 orang yang belum bisa keluar. Sekretaris desa dan istrinya juga tersapu air. Kalau ada longsor tanah susulan, mungkin tak seorang pun akan selamat.”

Namun, media resmi pemerintah  awalnya menyatakan tidak ada korban jiwa hingga 28 Juli malam. Baru setelah adanya laporan ke pemimpin pusat (Zhongnanhai), CCTV melaporkan pada pagi 29 Juli bahwa 30 orang tewas—menyulut kritik keras dari publik.

Li Muyang, pembawa acara program News Watch, menyatakan:  “Kita tahu betul pola kerja birokrasi Partai Komunis. Kalau ada bencana besar, korban jiwa harus diumumkan oleh otoritas pusat dulu, baru media boleh memberitakan. Kalau urutannya terbalik—itu pasti ada sesuatu yang disembunyikan.”

Meski air sudah mulai surut, kondisi di daerah terdampak sangat memprihatinkan. Pemerintah berusaha menutup informasi. Bahkan seorang perempuan di Distrik Miyun yang mengunggah video rumahnya kebanjiran, akunnya langsung diblokir.

Seorang relawan penyelamat bernama Ny. Zhang mengaku kepada New Tang Dynasty TV:
“Airnya luar biasa besar, rumah ambruk, mobil tenggelam. Banyak mobil tersangkut di jembatan. Yang tewas lebih dari 30 orang—yang kami tahu saja belum dilaporkan semua.”

Di saat bersamaan, Topan Zhu Jie Cao mendarat di Zhejiang pada pukul 04.30 pagi waktu setempat, dan kini tengah mengancam Shanghai. Lebih buruk lagi, gempa berkekuatan Magnitudo 8,8  di Rusia telah memicu tsunami yang diperkirakan akan mencapai pesisir Zhejiang dan Shanghai dalam waktu dekat.

Badan meteorologi memperkirakan, wilayah yang dilalui pusat topan akan mengalami angin kencang hingga level 9–10 Beaufort. Menghadapi kombinasi bencana topan dan tsunami, Shanghai, khususnya kawasan Pudong, sejak tanggal 29 Juli telah masuk status “siaga perang”.

Hingga 30 Juli, tercatat 282.800 orang telah dievakuasi di seluruh kota. Bandara Pudong dan Hongqiao juga menjadwalkan pembatalan lebih dari 600 penerbangan. (jhon/asr)

Sumber : NTDTV.com

 

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine