EtIndonesia. Sebuah kejadian tak biasa terjadi di Padang Rumput Datan Bashang, Fengning, Provinsi Hebei, saat dua wisatawan mengalami kecelakaan tabrakan saat menunggang kuda. Salah satu kuda yang terlibat dalam insiden itu, seekor kuda betina berusia 6 tahun bernama “Diao Chan”, tewas seketika akibat benturan hebat. Sementara itu, satu kuda lainnya dan seorang wisatawan mengalami luka-luka ringan.
Kabar ini menyebar cepat di media sosial, dan sejumlah video dari lokasi kejadian diunggah oleh netizen serta klub berkuda.
Dalam rekaman video, terlihat seekor kuda tergeletak di genangan lumpur, dengan kepalanya sudah ditutupi kain. Tiga orang duduk terdiam di dekat tubuh kuda tersebut, sementara sejumlah wisatawan lain masih menunggang kuda di sekitar lokasi. Kuda yang mati kemudian diangkut menggunakan alat berat.
Salah satu pengguna X (sebelumnya Twitter), @yingtan04410735, mengunggah video kejadian dengan caption:
“29 Juli, wisatawan di padang rumput Hebei menabrakkan kuda. Seekor kuda langsung mati di tempat, satu lainnya terluka.”
Menurut penuturan warganet yang mengaku mengetahui kejadian tersebut, penyebab utama adalah karena penunggang kuda merupakan pemula dan tidak menguasai teknik berkuda, namun tetap memacu kuda dalam kecepatan tinggi.
“Diao Chan adalah kuda yang jinak dan sangat patuh pada instruksi. Tapi karena penunggangnya tidak mampu mengendalikan arah dan laju, kuda itu berlari liar di arena dan akhirnya bertabrakan dengan kuda lain,” tulis netizen.
“Penunggangnya sendiri tidak terluka, tapi leher Diao Chan patah dan dia tewas di tempat. Kuda yang lembut dan terlatih itu mati sia-sia.”
Pada Rabu (30/7/2025) sore, pemilik kuda Diao Chan mengatakan kepada media Jimu News bahwa kuda tersebut disewa oleh seorang wanita berusia sekitar 20-an tahun. Setelah insiden terjadi, pihak penyewa telah memberikan kompensasi, meskipun pemilik enggan menyebutkan jumlah pastinya. Namun ia menyebutkan bahwa harga pasar kuda tersebut sekitar 40.000 yuan (±90 juta rupiah).
Menurut pemilik, pada saat kejadian, wanita itu tidak sendirian—temannya juga menunggang kuda lain, dan keduanya berada dalam kelompok yang akhirnya saling bertabrakan. Rekan wanita tersebut juga sempat terjatuh bersama kudanya, namun tidak mengalami luka serius dan tidak perlu dirawat di rumah sakit.
Insiden ini memicu diskusi di kalangan warganet, terutama soal keamanan berkuda bagi pemula. Banyak yang mengingatkan bahwa tiga tanda bahaya utama saat berkuda adalah:
1. Tangan menggenggam kuat pelana,
2. Berteriak keras sambil memacu kuda,
3. Berlari kencang tanpa memperhatikan kondisi jalur.
“Bagi semua yang ingin berkuda, harap jauhi kebiasaan-kebiasaan berbahaya ini. Utamakan keselamatan diri dan orang lain,” tulis salah satu netizen. (Jhon/asr)
Sumber : NTDTV.com


