EtIndonesia. Presiden AS Donald Trump pada hari Kamis (31/7) mengecam keras tindakan Rusia di Ukraina, menyebutnya “menjijikkan” dan mengisyaratkan bahwa sanksi lebih lanjut terhadap Moskow akan segera diberlakukan.
“Rusia, saya pikir apa yang mereka lakukan menjijikkan. Saya pikir itu menjijikkan,” kata Trump kepada wartawan pada hari Kamis.
“Kami akan menjatuhkan sanksi. Saya tidak tahu apakah sanksi itu mengganggunya,” tambahnya, merujuk pada Presiden Rusia Vladimir Putin.
Trump menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah acara di Gedung Putih di mana dia menandatangani perintah eksekutif untuk memberlakukan kembali tes kebugaran Presiden untuk anak-anak sekolah. Dia juga menyebutkan bahwa utusan khusus Steve Witkoff akan menuju Rusia setelah kunjungannya saat ini ke Israel.
Zelenskyy desak sekutu untuk dorong pergantian rezim di Rusia
Sementara itu, dalam perkembangan terkait, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, yang berbicara di sebuah konferensi yang menandai 50 tahun Perjanjian Helsinki, mendesak para pemimpin Barat untuk mengupayakan pergantian rezim di Rusia.
“Saya yakin Rusia dapat didorong untuk menghentikan perang ini. Rusia yang memulainya, dan Rusia dapat dipaksa untuk mengakhirinya. Tetapi jika dunia tidak berupaya mengubah rezim di Rusia, itu berarti bahkan setelah perang berakhir, Moskow akan tetap berusaha mengganggu stabilitas negara-negara tetangga,” ujar Zelenskyy dalam pidato virtualnya.
Komentarnya menyusul serangan rudal skala besar lainnya di Kyiv oleh pasukan Rusia. Dia juga meminta sekutu untuk meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Moskow, mengkritik Presiden Putin karena terus menolak gencatan senjata.
“Kita perlu sepenuhnya memblokir mesin perang Rusia… mengerahkan setiap aset Rusia yang dibekukan, termasuk kekayaan hasil korupsi yang dicuri, untuk mempertahankan diri dari agresi Rusia. Sudah waktunya untuk menyita aset Rusia, bukan hanya membekukannya,” tambah Zelenskyy.
Trump ingin kesepakatan perang Ukraina selesai pada 8 Agustus, peringatkan tarif baru
Menurut diplomat senior AS, John Kelley, Presiden Trump ingin mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang di Ukraina pada 8 Agustus.
Berbicara di Dewan Keamanan PBB, Kelley mengatakan pemerintah AS kehilangan kesabaran dengan penolakan Rusia untuk mundur. Trump sebelumnya telah memperingatkan bahwa tarif terhadap Rusia akan berlaku dalam 10 hari kecuali Moskow menghentikan invasi skala penuhnya. Langkah-langkah yang diusulkan termasuk sanksi sekunder yang luas yang akan menghantam negara-negara yang masih berdagang dengan Rusia, termasuk Tiongkok dan India, dengan menargetkan minyak, gas, dan ekspor utama lainnya.
Perundingan damai terhenti karena Rusia meningkatkan serangan
Meskipun tekanan internasional semakin meningkat, Menteri Luar Negeri AS ,Marco Rubio mengatakan perundingan damai dengan Moskow masih terhenti.
“Tidak ada kemajuan yang dicapai,” katanya pada 31 Juli, karena Rusia terus meningkatkan serangan terhadap kota-kota Ukraina.
Sementara itu, Uni Eropa semakin khawatir dengan operasi sabotase Rusia di seluruh benua. Para pejabat khawatir bahwa Kremlin mungkin bersiap untuk mengacaukan negara-negara Eropa lainnya, bahkan jika perang di Ukraina pada akhirnya mereda.(yn)


