EtIndonesia. Jangan menunggu kesempatan, tapi ciptakanlah kesempatan itu sendiri. Jalani jalanmu sendiri, nikmati pemandanganmu sendiri — itulah kehidupan. Jika hidupmu sedang berada di titik terendah, maka majulah dengan berani, karena ke mana pun kau melangkah, itu adalah menuju ke atas.
Seseorang, jika bilang tak punya waktu, artinya dia memang tidak ingin meluangkan waktu;
Jika dia bilang tak bisa datang, artinya dia memang tak mau datang;
Jika dia selalu memberi banyak alasan, artinya dia memang tak peduli.
Maafkanlah dirimu, beri ruang bagi hatimu.
Cita-cita itu seperti bintang fajar — kita mungkin tak akan pernah menyentuhnya,
tapi kita bisa seperti pelaut yang berlayar mengikuti arah cahayanya.
Ketika seseorang kehilangan harapan, maka kehidupannya pun berhenti. Harapan terwujud dalam bentuk keinginan — yang memunculkan tujuan dan semangat untuk bertindak, dan saat kita menikmati proses mencapainya, di sanalah kebahagiaan diciptakan.
Puncak gunung tidaklah jauh bagi mereka yang sedang mendaki.
Orang yang benar-benar kuat bukanlah yang menangis, tapi yang tetap berlari meski sambil menahan air mata.
Jelas-jelas bodoh, tapi menyebut dirinya berpikir terbalik.
Dalam melakukan apa pun, kita tidak boleh berhenti di tengah jalan. Sekalipun jalan di depan penuh kesulitan dan rasa sakit, tetaplah bertahan.
Kalau kau ingin menang, maka kau tidak boleh takut kalah.Tidak takut kalah mungkin belum tentu menang, tapi takut kalah — sudah pasti akan kalah.
Di tengah kesulitan, jika kau mampu bertahan satu detik lebih lama saat semua orang sudah menyerah, maka kemenangan akhirnya pasti akan menjadi milikmu.
Faktanya, kesuksesan hanya mewakili 1% dari hasil kerja kerasmu — sisanya 99% adalah hasil dari kegagalan yang tak menyerah.
Seseorang, jika tidak memaksakan diri, tidak akan pernah tahu betapa hebat dirinya.
Manusia perlu bertumbuh, menjadi seseorang yang menghormati hidup, mampu memikul beban dan penderitaan hidup, menjadikannya pemahaman yang mendalam akan makna keberadaan.
Setiap orang butuh kehendak yang lebih kuat, perlu hati dan pandangan yang lebih luas dari tempaan hidup. Tidak ada yang menemukan arah hidup tanpa melalui ketegaran dan kebingungan. Sama seperti masa muda yang pasti dilalui oleh setiap orang — hadapilah dengan keberanian.
Bersyukurlah atas apa yang dimiliki, lapangkan hatimu. Jangan membiarkan segalanya menjadi rumit, karena beban batin yang berat akan membawa keluhan pada langit dan sesama. Hidup itu seperti secangkir kopi tanpa gula — pahit saat diteguk, tapi menyisakan aroma yang dalam dan tak mudah hilang setelahnya.
Tak ada yang akan menemanimu seumur hidup — karena itu, terbiasalah dalam kesendirian. Tak ada yang akan menolongmu selamanya — karena itu, berjuanglah seumur hidupmu. Daripada menangis karena keadaan, lebih baik meneteskan keringat untuk masa depan.
Kita, orang-orang sederhana yang ingin bangkit, tidak punya alasan untuk hanya mengeluh tentang lelah. Kita yang hidup susah, tidak punya hak untuk hanya mengandalkan minat. (jhn/yn)


