EtIndonesia– Badai Co-may—yang dikenal secara lokal sebagai Topan “Zhu Jie Cao” kini mendarat di wilayah pesisir Distrik Fengxian, Shanghai, Rabu (30/7/2025). Dampaknya langsung terasa: air Sungai Huangpu naik drastis hingga membanjiri kawasan ikonik Bund, sejumlah penerbangan dan kapal kargo dibatalkan, dan angin kencang mencabut pohon besar dari akarnya. Para wisatawan tampak berjongkok di trotoar, mencari perlindungan dari badai dahsyat.
Sejumlah video yang diunggah warganet di media sosial menunjukkan betapa ganasnya topan menerjang kota. Seorang netizen bahkan menulis, “Belum pernah saya melihat air Sungai Huangpu setinggi ini!”
7月30日,台风竹节草登陆上海,外灘被淹。 pic.twitter.com/bUXBhJ99D3
— ying tang (@yingtan04410735) July 31, 2025
Dalam rekaman video tersebut terlihat air Sungai Huangpu meluap hebat, menenggelamkan pagar pembatas di tepi sungai. Tulisan “Jiapu Road Bridge” yang biasanya mencolok hampir tak terlihat karena sudah terendam.
7月30日,台风竹节草登陆上海,乍浦橋快幾個字快看不見了。 pic.twitter.com/rhzbsK2x1P
— ying tang (@yingtan04410735) July 31, 2025
Banyak wisatawan yang awalnya berjalan-jalan dengan payung di Bund akhirnya terjebak dan hanya bisa berjongkok di pinggir jalan untuk berlindung dari terpaan topan.
Beberapa ruas jalan di jalur tengah kota (Middle Ring Road) sudah seperti lautan—mobil-mobil melaju perlahan seperti kapal, sementara beberapa kendaraan mogok total karena mesin mati akibat kebanjiran.
Video lain memperlihatkan situasi jalanan yang dipenuhi pohon tumbang. Angin kencang mematahkan dahan-dahan besar, bahkan ada warga yang tertimpa cabang pohon saat mengendarai skuter listrik.
7月30日,台风竹节草登陆上海。 pic.twitter.com/ujQHl6TeEr
— ying tang (@yingtan04410735) July 31, 2025
Dampak serius juga terjadi pada transportasi udara dan laut
Hingga pukul 08.00 pagi pada 30 Juli, maskapai China Eastern Airlines mengumumkan pembatalan lebih dari 400 penerbangan di Bandara Pudong, Hongqiao, serta bandara di Ningbo dan Zhoushan, Zhejiang. Sejak pukul 07.00, seluruh layanan feri dalam kota Shanghai dihentikan sementara. Jalan tol utama kota juga membatasi kecepatan kendaraan maksimal 60 km/jam.
Sebuah video menunjukkan damper seberat 1.000 ton di Shanghai Tower (peredam getaran angin) terlihat bergoyang signifikan, mengindikasikan betapa kuatnya tekanan angin topan terhadap gedung pencakar langit tertinggi di kota itu. Warga diimbau untuk tidak keluar rumah kecuali sangat mendesak.
Tak hanya Shanghai, wilayah lain di Provinsi Zhejiang seperti Huzhou juga diterjang angin topan dan hujan deras. Dalam salah satu video, terlihat sebuah pohon raksasa di pusat kota Huzhou tumbang dan menutup seluruh badan jalan, menghambat aktivitas warga.
Netizen Shanghai menyatakan topan kali ini benar-benar “brutal dan menakutkan”. Langit gelap gulita, hujan deras disertai angin kencang menciptakan suasana mencekam bak film kiamat. Seorang warga menulis, “Kemarin saya keluar rumah pakai payung, tapi akhirnya jongkok di trotoar—kalau tidak, mungkin sudah terbang terbawa angin.” (Jhon/asr)


