54 Orang Tewas Akibat Fentanil Medis di Argentina, Keluarga Korban Tuntut Keadilan

Puluhan orang di Argentina, negara di Amerika Selatan, meninggal dunia akibat mengonsumsi fentanil medis yang tercemar. Pada Kamis (31 Juli), keluarga para korban menggelar unjuk rasa di depan rumah sakit, menuntut keadilan. Saat ini, hakim federal tengah menyelidiki kasus ini.

EtIndonesia. Para keluarga korban akibat fentanil medis melakukan aksi protes di depan Rumah Sakit Italia La Plata, di ibu kota Buenos Aires, menuntut pemerintah mengambil tindakan.

Menurut laporan media lokal, dari 54 korban, 18 orang meninggal dunia setelah menjalani perawatan di rumah sakit tersebut. Setelah dilakukan penyelidikan, diketahui bahwa mereka semua mengkonsumsi fentanil yang terkontaminasi bakteri sebelum meninggal.

Liliana Peralta, ibu salah satu korban, mengatakan:  “Anak saya memang menerima batch vaksin yang tercemar bakteri itu.”

Adriana Francese, pengacara yang mewakili tiga keluarga korban, menyatakan bahwa pihak rumah sakit telah menemukan penyebab kematian para pasien pada pertengahan April.

Adriana Francese:  “Setelah meneliti berbagai kemungkinan, akhirnya dipastikan bahwa penyebab umum dari semua kematian ini adalah penggunaan fentanil yang tercemar.”

Laboratorium yang bertanggung jawab memproduksi dan mendistribusikan fentanil tercemar itu telah diperintahkan untuk menghentikan operasionalnya oleh Kementerian Kesehatan. Seorang hakim federal saat ini sedang menyelidiki kasus tersebut.

Fentanil adalah obat sintetis yang memiliki kekuatan 50 kali lebih kuat dari heroin. 

Dalam dunia medis, fentanil sah digunakan untuk mengatasi nyeri parah pada pasien kanker stadium akhir atau sebagai anestesi dalam operasi besar.

Namun, fentanil yang diproduksi secara ilegal di Tiongkok atau Meksiko sering dicampur dengan heroin atau disamarkan sebagai obat pereda nyeri dan antidepresan. 

Banyak pengguna tidak mengetahui bahwa obat tersebut mengandung fentanil. Pada  2024, sebanyak 75.000 orang di Amerika Serikat meninggal akibat mengkonsumsi fentanil. (Hui/asr)

oleh: Li Mei dan Yi Long | NTDTV

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine