Kiev Alami Serangan Udara Paling Mematikan, Trump Kerahkan Kapal Selam Nuklir untuk Peringatkan Rusia

EtIndonesia. Pada Jumat (1 Agustus), Kiev mengibarkan bendera setengah tiang untuk mengenang para korban serangan Rusia sehari sebelumnya. Serangan ini menewaskan 31 orang dan melukai 159 lainnya, termasuk 21 korban anak-anak. Ini adalah salah satu serangan udara paling mematikan yang dialami ibu kota Ukraina sejak perang dimulai lebih dari tiga tahun lalu. 

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengutuk keras serangan ini dan memerintahkan pengerahan dua kapal selam nuklir ke wilayah terkait sebagai peringatan terhadap mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, terkait pernyataan ultimatum yang provokatif.

“Rusia, saya rasa apa yang mereka lakukan itu menjijikkan,” kata Trump. 

Trump terus melontarkan kritik keras terhadap Rusia. Tindak tanduk “menjijikkan” yang dimaksudnya adalah serangan rudal dan drone Rusia ke Kiev pada  Kamis.

Serangan tersebut menewaskan 31 orang, termasuk lima anak-anak—yang termuda berusia hanya dua tahun—dan melukai 159 orang lainnya, termasuk 16 anak-anak.

Sebuah bagian dari gedung apartemen di Kiev hancur seketika akibat hantaman rudal. Seorang korban selamat, Yefimikova, menyaksikan sendiri apartemennya dihancurkan. Ia masih syok, namun bersyukur bisa selamat.

Yefimikova, korban selamat dari Kiev: “Saya tidak tahu bagaimana kami bisa selamat. Tapi kami masih hidup.”

Veronika (23 tahun), korban selamat lainnya, tinggal di lantai sembilan. Saat rudal datang, ia sedang tidur di ranjangnya. Ketika sadar, ia sudah berada di puing-puing di lantai dasar.

Veronika, korban selamat dari Kiev: “Mungkin saya entah bagaimana tergelincir jatuh. Saya tidak tahu bagaimana itu terjadi. Rasanya seperti melayang.”

Beruntung, selain gegar otak dan patah kaki, Veronika nyaris tidak mengalami luka serius lainnya. Namun, kedua orang tuanya telah meninggal dunia dalam serangan itu.

Direktur rumah sakit, Dubrov, mengatakan: “Seseorang jatuh dari lantai sembilan tapi hanya mengalami cedera ringan, itu sangat jarang terjadi. Tapi dia mengalami gangguan psikologis berat akibat trauma. Dia masih belum tahu apa yang terjadi pada orang tuanya.”

Hari Jumat, bendera dikibarkan setengah tiang di Kiev untuk mengenang para korban tewas. Ini adalah salah satu serangan paling mematikan di ibu kota Ukraina sejak invasi Rusia dimulai.

Kinhar, warga Kiev, mengatakan: “Saya tidak tahu harus berkata apa, tidak ada kata-kata yang bisa menggambarkan kegilaan ini. Amerika Serikat bisa melakukan banyak hal untuk mempengaruhi Rusia, tapi saya tidak tahu apakah Putin akan mendengarkannya.”

Presiden Trump telah menetapkan batas waktu gencatan senjata kepada Putin hingga 8 Agustus. Jika tidak dipenuhi, sanksi tarif akan diberlakukan.

Namun, mantan Presiden Rusia yang kini menjabat Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev, baru-baru ini secara terbuka menantang Trump. Ia menyebut Trump sedang bermain-main dengan ultimatum terhadap Rusia. Menurutnya, apakah 50 hari atau 10 hari, setiap ultimatum baru hanyalah sebuah ancaman yang akan mendorong perang lebih jauh.

Pada  Jumat, Trump tiba-tiba mengumumkan lewat pernyataan: “Mengingat pernyataan Medvedev yang sangat provokatif, saya telah memerintahkan pengerahan dua kapal selam nuklir ke wilayah terkait, untuk berjaga-jaga jika pernyataan bodoh dan provokatif itu tidak berhenti. Kata-kata itu sangat penting—sering kali bisa membawa konsekuensi tak terduga, dan saya berharap ini bukan salah satunya.” 

Pada hari yang sama, Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa ia tetap terbuka terhadap perundingan damai, dan Moskow berharap bisa melakukan pembicaraan tertutup yang mendalam dengan Ukraina. Namun ia juga mengatakan:

“Jika ada yang kecewa, itu karena mereka terlalu berharap,” kata Putin. 

Putin menyebut situasi perang saat ini masih menguntungkan bagi Rusia. Para pengamat menilai bahwa meskipun batas waktu sanksi dari pemerintahan Trump sudah dekat, Rusia tampaknya belum akan mengubah posisi maupun tujuan perangnya. (Hui/asr)

oleh Yi Jing – NTDTV

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine