Setelah gempa bumi kuat bermagnitudo 8,8 melanda Semenanjung Kamchatka pekan lalu, gunung berapi Krasheninnikov yang telah tertidur selama 600 tahun di wilayah tersebut kini memuntahkan lava. Para ilmuwan pada Jumat (2 Agustus) mengatakan bahwa letusan ini kemungkinan terkait dengan gempa kuat yang terjadi pekan sebelumnya. Selain itu, pada hari ini (3 Agustus), terjadi gempa bermagnitudo 7,0 di Kepulauan Kuril, Rusia. Beruntung, tidak ada ancaman tsunami.
Etindonesia. Gunung Krasheninnikov memiliki ketinggian sekitar 1.856 meter. Letusan kali ini menghasilkan kolom abu vulkanik setinggi 6.000 meter. Pihak berwenang telah menetapkan status peringatan oranye untuk penerbangan udara, yang berarti letusan ini menimbulkan risiko besar terhadap keselamatan penerbangan.
Menurut kantor berita RIA Novosti, Olga Girina, kepala Tim Tanggap Letusan Gunung Api Kamchatka (Kamchatka Volcanic Eruption Response Team), mengatakan: “Ini adalah letusan gunung Krasheninnikov pertama yang tercatat dalam sejarah selama 600 tahun terakhir.” Ia menambahkan bahwa letusan ini mungkin dipicu oleh gempa besar pada 30 Juli.
Girina juga menyebut bahwa gempa waktu itu telah memicu peringatan tsunami sejauh Polinesia Prancis dan Chili. Setelahnya, gunung berapi paling aktif di Kamchatka, yaitu gunung Klyuchevskoy, juga meletus sebagai dampak dari gempa tersebut.
Melalui akun Telegram milik Institut Vulkanologi dan Seismologi Rusia, Girina mengungkapkan bahwa letusan lava terakhir Gunung Krasheninnikov terjadi sekitar tahun 1463 Masehi, dengan margin kesalahan sekitar 40 tahun. Sejak saat itu, tidak ada catatan letusan lebih lanjut.
Kementerian Keadaan Darurat Rusia mengumumkan di Telegram bahwa: “Awan abu vulkanik saat ini bergerak ke arah timur menuju Samudra Pasifik, dan tidak melintasi area berpenduduk.”
Kementerian tersebut menegaskan kembali bahwa status peringatan oranye untuk penerbangan telah ditetapkan untuk letusan kali ini, karena dianggap sangat berisiko bagi lalu lintas udara.
Sementara itu, menurut Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), Minggu (3 Agustus) terjadi gempa bumi bermagnitudo 7,0 di Kepulauan Kuril, Rusia. Sistem Peringatan Tsunami Amerika Serikat juga memperkirakan magnitudo yang sama, yakni 7,0. Untungnya, gempa tersebut tidak memicu peringatan tsunami.
Pusat Penelitian Ilmu Kebumian Jerman (GFZ) mencatat gempa dengan magnitudo 6,7 dan kedalaman pusat gempa 10 kilometer.
Sejak gempa kuat bermagnitudo 8,8 pada 30 Juli lalu, kawasan ini telah mengalami lebih dari 125 gempa susulan dengan magnitudo 4,4 ke atas. (Hui/asr)
Sumber : NTDTV.com


