EtIndonesia. Dalam hidup ini, kekayaan terbesar seseorang bukanlah uang yang ada di saku, bukan pula kekuasaan di tangan, apalagi kecerdikan dan tipu muslihat. Yang paling berharga justru adalah: Sebuah hati yang penuh kasih dan kelapangan, sebentuk pemahaman dan rasa saling mengerti yang tulus.
Jika seseorang tidak memiliki hati yang baik, maka sebanyak apa pun dia sembahyang dan bersujud, semuanya tak akan ada artinya!
Hidup Ini Paling Penting Adalah “Perasaan”
Hidup manusia yang paling bernilai adalah rasa— rasa menghargai, rasa berterima kasih, rasa menghormati. Jika pernah menerima kebaikan, balaslah dengan kebaikan. Jika pernah disakiti, lepaskanlah dendam itu dengan bijak.
Sebesar apa pun pencapaianmu hari ini, jangan pernah lupa pada orang yang dulu membantumu berdiri.
Hargai orang yang peduli padamu, Jangan kejar orang yang tak peduli. Di mana pun kita berada, tanpa rasa setia dan tulus, Mana mungkin ada hubungan yang abadi?
Orang yang pernah hadir dalam hidupmu, jangan lupakan begitu saja. Selagi masih ada kesempatan, jalinlah hubungan dengan penuh penghargaan.
Prinsip Hidup yang Jujur dan Bernilai
Hidup ini tak mengapa jika tak punya siapa-siapa untuk bersandar, asal jangan sampai hati terus diselimuti emosi buruk. Tak masalah jika kekurangan harta benda, asal jangan kekurangan moral dan harga diri. Boleh saja sesekali meminta bantuan orang, tapi jangan jadi pengkhianat setelah dibantu. Boleh memikirkan kepentingan diri, tapi jangan menjatuhkan jembatan setelah menyeberang.
Jangan pernah berdusta hanya demi keuntungan sesaat, jangan pernah berkhianat walau dalam situasi sulit.
Dalam hidup ini:
Jangan terlalu licin, jangan terlalu palsu. Gunakan ketulusan untuk menghadapi dunia! Jangan terlalu tinggi hati, jangan terlalu sombong. Kesombongan hanya akan menjadi bahan tertawaan!
Dalam kerasnya kehidupan:
Jaga martabat, jaga batas. Orang yang terus-menerus menuntut, jangan dibiasakan.
Kadang pura-pura tak tahu, kadang pura-pura bodoh, asal hati tahu arah, tak perlu menjelaskan segalanya.
Jalani Hidup dengan Sikap Lapang dan Ringan
Hidup ini kadang ada badai—maka peganglah payung. Kadang menemui jalan buntu—maka carilah belokan. Kadang terasa membosankan—maka bercandalah sejenak. Kadang terasa berat—maka pandanglah ke depan.
Hidup ini, bagaimanapun dijalani, tetaplah hidup. Jangan biarkan masalah kecil merusak hatimu. Jalani hidup dengan kelapangan dan kegembiraan.
Lebih baik hidup seperti orang gila tapi bahagia, daripada hidup seperti orang pintar tapi penuh perhitungan!
Hati Buruk, Karakter Palsu—Sebanyak Apa pun Hartamu, Tak Ada Gunanya
Hati yang jahat dan perilaku yang bengkok, tak peduli sekaya apa pun atau setinggi apa pun jabatannya, tak akan membawa kebahagiaan sejati.
Jika seseorang berhati busuk, penuh kedengkian, maka wajah secantik apa pun akan tampak buruk.
Uang bisa habis, harta bisa lenyap, tapi kebaikan hati dan akhlak mulia akan abadi.
Lakukan hal baik, jadilah pribadi yang baik, langit pasti melihat dan mencatat semuanya. Kepribadian yang mulia dan perilaku yang terhormat, akan diwariskan dari generasi ke generasi.
Sekali lagi, jangan terlalu licin, jangan terlalu palsu. Gunakan kejujuran dan ketulusan untuk menapaki dunia.
Jangan terlalu tinggi hati, jangan terlalu sombong. Sebab, orang yang congkak akan jadi bahan tertawaan.
Dalam kerasnya hidup ini: Milikilah harga diri, milikilah batas. Orang yang selalu mengambil keuntungan, tak perlu dibiasakan.
Kadang pura-pura tak tahu, kadang pura-pura diam. Yang penting, kita tahu dalam hati—biarkan lainnya berlalu. (jhn/yn)


