OJK Catat Kinerja Positif Pasar Modal, IHSG Tembus Level Tertinggi 

Jakarta, 4 Agustus 2025 – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan ketahanan sektor jasa keuangan Indonesia, dengan kinerja pasar modal, derivatif keuangan, dan bursa karbon (PMDK) yang tetap positif meskipun menghadapi tantangan global.

Pasar Modal: IHSG Tembus Level Tertinggi 

– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 5,71% year-to-date (ytd) hingga 31 Juli 2025, menutup di level 7.484,34. Sektor teknologi, infrastruktur, dan industri menjadi penyumbang kenaikan terbesar. 

– Kapitalisasi pasar mencapai rekor tertinggi Rp13.701 triliun pada 29 Juli 2025, meski investor asing (non-resident) masih mencatat net sell Rp61,91 triliun ytd. 

– Penawaran Umum (IPO) terkumpul Rp144,78 triliun, dengan 16 emiten baru berhasil menghimpun dana Rp8,49 triliun. Masih ada 11 *pipeline* IPO dengan nilai indikatif Rp12,95 triliun. 

Derivatif Keuangan: Transaksi Tembus Rp4.500 Triliun 

– Nilai transaksi derivatif keuangan periode Januari-Juli 2025 mencapai Rp4.500,10 triliun, dengan volume 655.632 lot. 

– Pada Juli 2025, nilai transaksi harian rata-rata Rp138,74 triliun, melonjak dari rata-rata ytd Rp29,80 triliun per hari. 

– OJK telah menyetujui 96 pelaku dan 19 penyelenggara derivatif hingga Juli 2025. 

Bursa Karbon: Volume Perdagangan Meningkat 

– Sejak diluncurkan September 2023, bursa karbon telah mencatat volume perdagangan 1.599.357 ton CO2e dengan nilai akumulasi Rp77,95 miliar. 

– Sebanyak 116 pengguna jasa telah memperoleh izin perdagangan karbon hingga Juli 2025. 

Prestasi Internasional dan Penegakan Aturan 

– Reputasi tata kelola emiten Indonesia meningkat, dengan 4 emiten masuk Top 50 ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS), termasuk 2 perbankan di posisi 10 besar. 

– OJK mengenakan sanksi administratif sebesar Rp8,6 miliar kepada 19 pihak di sektor PMDK, termasuk pencabutan izin 2 perusahaan efek akibat pelanggaran ketentuan. 

Sektor Lain

– Perbankan: Kredit tumbuh 7,77% yoy, dengan UMKM masih tertinggal (2,18% yoy). 

– Fintech: Pembiayaan Buy Now Pay Later (BNPL) meroket 56,26% yoy. 

– Aset kripto: Jumlah investor mencapai 15,85 juta, meski nilai transaksi turun 34,82% month-to-month (mtm). 

Proyeksi dan Tantangan 

Ketua Departemen Literasi dan Komunikasi OJK, M. Ismail Riyadi dalam rilisnya menyatakan optimisme terhadap prospek PMDK, didukung oleh: 

1. Pemulihan ekonomi global pasca-perang dagang AS-China. 

2. Kesepakatan tarif impor AS-Indonesia yang turun menjadi 19%, terendah di kawasan. 

3. Inovasi produk, seperti reksa dana ETF emas yang sedang disiapkan OJK. 

Namun, OJK mengingatkan pelaku pasar untuk tetap waspada terhadap volatilitas global dan meningkatkan kepatuhan regulasi. 

INSPIRASI ERABARU

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine