Pejabat Tinggi PKT Muncul di Beidaihe, Xi Jinping Menghilang Selama Beberapa Hari

Anggota Tetap Politbiro Partai Komunis Tiongkok (PKT), Cai Qi, pada 3 Agustus terlihat mengunjungi para ahli di Beidaihe. Hal ini secara luas ditafsirkan bahwa para pemimpin tinggi Partai Komunis Tiongkok (PKT) telah memulai liburan musim panas tahunan selama dua minggu di Beidaihe. Yang menjadi sorotan adalah, sejak Xi Jinping memimpin rapat Politbiro pada 30 Juli lalu, hingga kini ia belum muncul di hadapan publik.

EtIndonesia. Media resmi PKT melaporkan bahwa Cai Qi, anggota tetap Politbiro dan Sekretaris Sekretariat Komite Sentral PKT, pada 3 Agustus “atas instruksi Xi Jinping” mengunjungi para ahli yang sedang berlibur di Beidaihe. Turut hadir Menteri Organisasi Komite Sentral, Shi Taifeng, dan Menteri Negara, Shen Yiqin.

Sesuai kebiasaan selama ini, setiap akhir Juli hingga awal Agustus, para pemimpin tinggi PKT akan berkumpul di Beidaihe untuk berlibur, sembari “menyapa” para ahli. Kegiatan publik Cai Qi kali ini menandakan bahwa PKT telah memasuki masa yang disebut sebagai “Waktu Beidaihe”.

Beidaihe dulunya merupakan tempat penting untuk pertemuan informal pejabat tinggi PKT. Para “sesepuh politik” PKT sering memanfaatkan momen ini untuk menyampaikan pandangan mereka, sehingga Beidaihe pun menjadi ajang perebutan kekuasaan internal. 

Namun sejak era Hu Jintao, pertemuan tertutup di Beidaihe secara resmi dibatalkan. Terlebih setelah Xi Jinping berkuasa, fungsi politik Beidaihe semakin dilemahkan.  Bahkan, kesempatan para “sesepuh politik” untuk memberikan masukan pun semakin ditiadakan.

Pengamat menilai bahwa “Waktu Beidaihe” tahun ini mungkin tidak akan tenang bagi kepemimpinan PKT saat ini. Sebab sejumlah agenda besar akan segera dibahas, seperti parade militer di Beijing pada September dan Sidang Pleno Keempat Partai pada  Oktober.

Yang menarik perhatian adalah, di tengah banyaknya isu besar ini, Xi Jinping justru sudah beberapa hari tidak terlihat.

Pada 30 Juli, Xi Jinping memimpin rapat Politbiro Komite Sentral PKT. Dalam rapat diputuskan bahwa Sidang Pleno Keempat Partai ke-20 akan digelar di Beijing pada  Oktober. Namun sejak rapat tersebut, Xi tidak lagi tampil di depan umum.

Menurut laporan media resmi Xinhua, pada 31 Juli Kementerian Pertahanan PKT menggelar acara resepsi Hari Tentara di Balai Agung Rakyat Beijing. Hadir dalam acara tersebut antara lain anggota Komisi Militer Pusat (CMC) dan Kepala Staf Gabungan CMC, Liu Zhenli; anggota CMC sekaligus Sekretaris Komite Disiplin Militer, Zhang Shengmin; serta Menteri Pertahanan, Dong Jun yang menyampaikan pidato.

Namun pada 1 Agustus, bertepatan dengan Hari Tentara PKT, tidak diadakan upacara pelantikan jenderal bintang tiga (shang jiang) seperti biasanya. Berdasarkan tradisi sejak era Jiang Zemin, Hu Jintao, hingga awal pemerintahan Xi Jinping, pimpinan PKT yang juga menjabat sebagai Ketua CMC akan melantik para jenderal bintang tiga pada hari tersebut.

Pengamat independen, Chen Pokong, dalam kanal media sosialnya mengatakan bahwa sejak tahun lalu, banyak jenderal bintang tiga telah ditangkap. Secara logika, Xi Jinping seharusnya menunjuk jenderal baru, bahkan secara mendesak.

Apalagi dalam situasi sekarang, di mana struktur kepemimpinan militer PKT sedang mengalami “pembersihan besar-besaran” dan banyak jenderal yang tumbang. Namun Xi Jinping justru tidak menunjuk seorang pun jenderal baru.

Chen Pokong menilai, absennya pelantikan jenderal oleh Xi Jinping pada 1 Agustus adalah hal yang sangat tidak biasa. Ia mengajukan tiga kemungkinan penyebabnya:

  1. Pertama, Xi Jinping kini tidak bisa lagi seenaknya menunjuk jenderal seperti sebelumnya. Pasca Sidang Pleno Ketiga tahun lalu, sistem kepemimpinan kolektif dalam partai — termasuk di Komisi Militer Pusat — diperkuat. Tiga anggota CMC, yakni Zhang Youxia, Zhang Shengmin, dan Liu Zhenli, berada dalam satu faksi, dan Xi berada dalam posisi yang lemah. Bisa jadi, nama-nama calon jenderal pilihan Xi ditolak oleh mereka, dan sebaliknya, Xi juga menolak calon dari mereka. Akibat tarik ulur ini, akhirnya tidak ada yang dilantik.
  2. Kedua, bisa jadi Xi Jinping sudah tidak memiliki kewenangan untuk menunjuk jenderal. Penunjukan tersebut memerlukan persetujuan kolektif CMC. Para anggota lain bisa saja menyindir, “Semua jenderal yang Anda angkat selama ini bermasalah, apa Anda masih layak untuk mengangkat jenderal?” Ini berarti kekuasaan militer Xi telah menyusut.
  3. Ketiga, ada kemungkinan Xi akan menunjuk jenderal secara mendadak menjelang parade militer besar pada 3 September, baik menunjuk satu orang maupun sekaligus satu kelompok. Namun ini pun akan memicu tarik-menarik di dalam tubuh CMC.

Sejak Xi berkuasa, ia telah melantik 79 jenderal bintang tiga. Dari jumlah itu setidaknya 10 orang telah diselidiki atau dicopot, termasuk mantan Menteri Pertahanan Wei Fenghe dan Li Shangfu; mantan Komandan Angkatan Udara Ding Laihang; serta mantan Komandan Pasukan Roket Li Yuchao dan Zhou Yaning; juga mantan Kepala Departemen Kerja Politik Miao Hua.

Selain itu, setidaknya 12 orang lainnya diduga sedang diselidiki atau tidak diketahui keberadaannya, termasuk Wakil Ketua CMC He Weidong, Komisaris Politik Angkatan Darat Qin Shutong, Komisaris Politik Angkatan Laut Yuan Huazhi, Wakil Kepala Departemen Kerja Politik He Hongjun, serta Komandan Pasukan Keamanan Dalam Negeri Wang Chunning.

Diperkirakan secara konservatif, dari jenderal yang dilantik Xi Jinping, sekitar 22 orang telah “bermasalah”, atau lebih dari 20 persen. (Hui/asr)

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine