Pada 3 Agustus sore, terjadi serangan acak dengan senjata tajam di Kota Leiyang, Provinsi Hunan, Tiongkok yang menyebabkan banyak anak-anak tewas dan terluka. Tempat kejadian sangat mengerikan. Diketahui bahwa insiden ini merupakan kasus pembunuhan berantai dan kemungkinan dilakukan oleh gerombolan pelaku. Pada malam harinya, kembali terjadi pembunuhan.
EtIndonesia. Banyak video dan foto yang tersebar di internet pada 3 Agustus 2025 sore, menunjukkan insiden penyerangan acak yang terjadi di sekitar SD Ruolan, Kota Leiyang. Seorang pria muda berpakaian hitam membawa senjata tajam dan menyerang orang-orang secara membabi buta. Banyak korban terkapar di jalan, sementara orang-orang di sekitarnya berteriak histeris dan berusaha melarikan diri.
Namun, sebagian besar video dan gambar yang beredar di internet daratan Tiongkok dengan cepat disensor dan tidak bisa ditemukan lagi. Meski begitu, sebagian cuplikan tersebar di media sosial luar negeri.
Menurut warga setempat, pelaku melakukan penyerangan secara acak tanpa membedakan korban. Banyak anak-anak menjadi korban. Seorang anak perempuan dilaporkan mengalami luka sangat parah, berlutut di genangan darah dan dalam kondisi kritis.
Seorang anak laki-laki terbaring di jalanan dengan lengan kirinya hampir terputus.
Anak lainnya ditemukan tergeletak di semak-semak pinggir jalan, tubuhnya penuh darah.
Satu foto memperlihatkan seorang anak laki-laki terbaring di atas tandu dengan luka di beberapa bagian tubuh dan dibalut perban.
Gambar-gambar dari tempat kejadian menunjukkan korban tewas dan luka tersebar di berbagai tempat: di jalan, semak-semak pinggir jalan, depan toko, lorong permukiman, dan halaman belakang rumah warga. Korban terdiri dari anak-anak dan orang dewasa, menunjukkan bahwa tempat kejadian bukan hanya satu titik dan jumlah korban sangat banyak.
Menurut laporan media daratan, sekitar pukul 18.00 pada hari kejadian, seorang pria berusia sekitar 30 tahun tiba-tiba muncul di dekat gerbang SD Ruolan, membawa senjata tajam dan membabi buta menyerang pejalan kaki yang tidak menyadari bahaya. Setelah itu, ia juga masuk ke sebuah tempat bermain mahyong dan menyerang siapa pun yang ditemui. Dalam beberapa menit saja, banyak orang sudah terkapar bersimbah darah.
Saksi mata mengatakan bahwa sorot mata pelaku sangat menakutkan, seperti pembunuh dalam film horor. Banyak orang roboh di tanah dengan darah berceceran di mana-mana. Suasananya sangat mengerikan.
Pada hari yang sama, Kepolisian Kota Leiyang mengeluarkan pengumuman bahwa kejadian itu merupakan kasus “penganiayaan dengan sengaja” yang terjadi di wilayah Jalan Caizichi dan menyebabkan 2 orang tewas serta 3 orang terluka. Pelaku yang bernama Duan Mou Chao (pria, 31 tahun) berhasil ditangkap.
Namun, jumlah korban yang diumumkan oleh pihak berwenang seperti biasa menuai keraguan dari netizen. Berdasarkan pengakuan warga setempat, kejadian ini tampaknya tidak sesederhana seperti yang digambarkan oleh media dan pengumuman resmi.
Orang tua murid dari SD Ruolan di Komunitas Jinlan melaporkan melalui grup orang tua bahwa pelaku telah menyerang lima orang, tiga anak meninggal di tempat, dan dua lainnya mengalami luka parah di kaki. Selain itu, menurut mereka, pelaku masih melarikan diri dan belum tertangkap.
Beredar sebuah foto seorang pria berbaju putih yang sedang berlutut, diklaim sebagai pelaku yang sudah ditangkap. Namun, banyak netizen yang mencurigai bahwa pria tersebut sebenarnya adalah korban luka, bukan pelaku. Bahkan, gambar itu digunakan oleh tentara siber PKT untuk menyesatkan publik dan mendukung narasi resmi.
Dalam foto itu, pria tersebut terlihat berlutut dengan tangan kiri menekan bagian perutnya yang tampak berdarah, dan ada seorang pria lain seperti sedang membantu. Seorang polisi tampak memegang botol air mineral dan menenangkan pria itu. Di belakangnya, seorang pria lain terlihat sedang menelpon, diduga memanggil ambulans.
Selain itu, beberapa netizen lokal juga mengungkapkan bahwa masih ada pelaku lain yang belum tertangkap. Ada yang mengatakan “belum semua tertangkap”, ada pula yang mengatakan “satu sudah tertangkap, satu lagi melarikan diri”. Beberapa menyebutkan bahwa ini adalah aksi kelompok, bahkan ada yang menyebut jumlah pelaku enam orang.
Pada malam hari yang sama, beredar video baru dari Kota Leiyang yang menunjukkan seorang pria paruh baya tergeletak bersimbah darah di persimpangan Jalan Chengbei dan Gang Jinpen. Mobil ambulans terlihat datang untuk menyelamatkan. Warganet mengatakan bahwa pelaku kembali melarikan diri.
Ada juga yang mengatakan bahwa ini adalah kelompok dari luar kota yang sengaja datang ke Leiyang untuk melakukan pembunuhan acak, dan pihak kepolisian baru menangkap satu orang.
Warganet lokal mengungkapkan rasa takut mereka dan berharap pelaku segera ditangkap. “Terlalu mengerikan, tidak berani keluar rumah,” ujar mereka. (Hui/asr)
Sumber : NTDTV.com


