EtIndonesia. The Jerusalem Post pada Senin (4 Agustus) mengutip sumber dari Kantor Perdana Menteri Israel, melaporkan bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah memutuskan untuk sepenuhnya menguasai Jalur Gaza, termasuk melancarkan operasi militer di wilayah tempat para sandera Israel ditahan. Sebuah video yang baru-baru ini beredar memperlihatkan kondisi tragis para sandera Israel di Gaza, yang mengejutkan dunia internasional.
Menurut laporan The Jerusalem Post, Kantor Perdana Menteri telah menyampaikan pesan kepada Kepala Staf Umum Angkatan Pertahanan Israel (IDF), Letnan Jenderal Eyal Zamir, dengan tegas:
“Jika kamu tidak setuju dengan keputusan ini, maka kamu sebaiknya mengundurkan diri.”
Keputusan ini diambil setelah berbulan-bulan negosiasi antara kelompok bersenjata Palestina Hamas, Israel, dan mediator internasional di Doha, Qatar, untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata dan pembebasan sandera.
Potongan gambar dari video yang dirilis oleh sayap bersenjata kelompok militan Palestina Hamas pada 1 Agustus 2025, menunjukkan sandera Israel, Evyatar David, tampak lemah dan kekurangan gizi. (AFP via Getty Images)
Pada Senin (4 Agustus), Hamas menyatakan bahwa jika Israel menyetujui sejumlah syarat, mereka bersedia bekerja sama dengan Komite Palang Merah Internasional untuk memberikan bantuan kepada para sandera Israel yang ditahan di Gaza.
Hamas menuntut bahwa ratusan truk bantuan kemanusiaan harus diizinkan masuk ke Gaza terlebih dahulu, barulah mereka akan kembali ke meja perundingan. Mereka juga menyatakan kesediaannya bekerja sama dengan Palang Merah Internasional untuk memberikan bantuan kepada para sandera.
Baru-baru ini, beredar sebuah video yang memperlihatkan kondisi mengenaskan para sandera Israel yang ditahan di Gaza. Dalam video tersebut, para sandera yang kurus kering tampak sedang menggali kuburannya sendiri. Adegan memilukan ini mengejutkan dunia internasional.
Menurut pejabat Israel, saat ini masih terdapat 50 orang sandera yang ditahan di Gaza, dan diperkirakan hanya sekitar 20 orang yang masih hidup.
Hingga kini, Hamas melarang organisasi kemanusiaan manapun untuk menjangkau para sandera. Keluarga para sandera nyaris tidak mengetahui kondisi mereka—bahkan hampir tidak tahu apa pun.
Kantor Netanyahu sebelumnya menyampaikan bahwa Perdana Menteri telah berbicara dengan Julien Lerisson, koordinator regional Palang Merah Internasional, dan meminta agar makanan dan bantuan medis segera dikirimkan kepada para sandera Israel.
Netanyahu juga menyatakan bahwa ia akan menggelar rapat Dewan Keamanan Kabinet pekan ini, untuk membahas operasi militer IDF di Gaza guna mencapai seluruh tujuan perang.
“Kita harus tetap bersatu dan terus berjuang bersama untuk mencapai semua tujuan perang kita: mengalahkan musuh, membebaskan para sandera, dan memastikan bahwa Gaza tidak lagi menjadi ancaman bagi Israel,” katanya. (Hui/asr)
Sumber : NTDTV.com


