- Kasus perundungan terhadap seorang gadis berusia 14 tahun di Jiangyou, Sichuan, semakin memanas.
- Ribuan warga secara spontan berdatangan ke Kantor Pemerintah Kota Jiangyou dalam rangka memprotes dan menyuarakan dukungan bagi korban.
- Pemerintah mengerahkan sejumlah besar polisi untuk membubarkan aksi massa secara paksa dan menangkap banyak warga.
- Salah satu video viral di daratan Tiongkok menunjukkan seorang pemuda ditangkap dengan kekerasan oleh sejumlah polisi saat mencoba melindungi warga lain. Video tersebut memicu kemarahan publik.
EtIndonesia. Sebuah insiden perlawanan rakyat atas ketidakadilan meletus di Sichuan, Tiongkok.
Aksi ini bermula pada 22 Juli 2025 sore, seorang remaja perempuan bernama Liu (15 tahun) mengajak dua temannya, Liu (13 tahun) dan Peng (14 tahun), membawa seorang gadis bernama Lai (14 tahun) ke sebuah bangunan terbengkalai. Di sana, mereka menendang, menampar, memukul dengan tongkat, bahkan memaksa Lai untuk membuka pakaian dan berlutut. Kekerasan ini berlangsung selama sekitar empat jam, dengan sejumlah orang yang ikut menyaksikan dan merekam kejadian tersebut.
Pada 2 Agustus, video perundungan itu tersebar di internet dan memicu kemarahan publik.
Pada 4 Agustus pagi, pihak kepolisian setempat mengeluarkan pernyataan bahwa korban hanya mengalami luka ringan. Para pelaku hanya diberikan “pendidikan dan teguran”, dan diminta untuk dibina kembali oleh orang tua mereka di rumah. Pernyataan tersebut semakin menyulut amarah masyarakat.
Pada hari itu juga, ribuan warga turun ke jalan dan menuju Kantor Pemerintah Kota Jiangyou untuk menuntut hukuman secara tegas bagi para pelaku kekerasan. Di lokasi, massa meneriakkan slogan dan menyanyikan lagu sebagai simbol perlawanan.

Sebagai tanggapan, pemerintah kemudian mengerahkan banyak polisi dan pasukan bersenjata untuk membubarkan massa secara paksa. Para aparat menggunakan semprotan merica. Banyak warga terluka parah, kepala berdarah, dan sejumlah besar warga ditangkap secara brutal.
Video dan gambar aksi protes tersebut menyebar luas di internet. Pemerintah bahkan menggunakan truk angkut babi untuk membawa pergi para demonstran, memicu kemarahan masyarakat di seluruh negeri.
四川江油,数以千计的市民今天为一名被霸凌的小女孩挺身而出。视频中这位青年,为了保护一名与维稳官员据理力争的老人,被气急败坏的警察当场抓走。每一起类似的大规模抗争中,都有大批为他人的不公挺身而出的英雄,他们被抓捕,被判刑,但他们得到的关注却少得可怜,他们中的大多数都不会为世人所知。… pic.twitter.com/dyDNk5moxv
— 昨天 (@YesterdayBigcat) August 4, 2025
Pada 5 Agustus, akun media sosial independen “Yesterday” memposting video di platform X, menunjukkan ribuan warga Jiangyou bangkit membela seorang gadis kecil yang menjadi korban perundungan. Dalam video, seorang pemuda ditangkap secara kasar oleh polisi saat ia mencoba melindungi seorang lansia yang sedang berdebat dengan aparat. Dalam setiap perlawanan rakyat seperti ini, selalu ada para pahlawan tak dikenal yang berani melawan ketidakadilan, meski harus ditangkap dan dipenjara, mereka tetap teguh.
Dalam video tersebut, terlihat seseorang berpakaian hitam memegang pengeras suara dan berteriak “seret pergi!”, lalu si pemuda langsung dikerubungi oleh beberapa orang berseragam biru dan hitam. Pemuda itu lantas dipiting dan proses penangkapannya berlangsung dengan brutal.

Pengamat independen Cai Shenkun juga membagikan video tersebut dan menulis:
“Melihat video perundungan gadis itu kemarin sungguh membuat saya tak percaya! Ribuan warga Jiangyou berani berdiri dan membela korban, ini menunjukkan rakyat Sichuan masih punya nurani dan keberanian! Dalam setiap protes besar seperti ini, selalu muncul para pemberani yang tak takut kekuasaan, tak gentar mati, meski ditangkap atau dipenjara, mereka tetap tidak mundur. Di era sekarang, kita butuh lebih banyak pahlawan seperti mereka.”


Cai Shenkun juga menambahkan, sebuah insiden perundungan yang memicu protes massal menunjukkan kemarahan dan ketidakpuasan rakyat atas ketidakadilan. Ketidakmampuan pemerintah daerah dan aparat, kata Cai, untuk menangani kasus ini dengan benar justru menjadi pertanda bahwa masyarakat Tiongkok seperti tong mesiu yang siap meledak sewaktu-waktu akibat satu insiden kecil.
Seorang netizen mengungkapkan bahwa ibu dari korban adalah penyandang tuna rungu, sehingga anaknya sering menjadi sasaran perundungan di sekolah.


Pada 4 Agustus, orangtua korban datang dan berlutut memohon kepada pihak berwenang untuk menyelesaikan masalah. Ibu korban terlihat sangat emosional hingga akhirnya pingsan.
Para orangtua lainnya ikut bersuara untuk memperjuangkan keadilan:
“Kalau kamu melakukan kesalahan, setidaknya tunjukkan sikap bertanggung jawab.”
“Kami hanya ingin melindungi anak-anak yang memang harus dilindungi.”
Ada netizen daratan Tiongkok menulis di media sosial : “Kata-kata yang paling menyentuh hari ini: ‘Ibu korban adalah tunarungu, ayahnya disabilitas, mereka tak bisa berbicara, jadi kami yang bersuara untuk mereka.’”
“Video paling menyayat hati: ‘Ibu dari korban perundungan di Jiangyou terlihat ingin berkata sesuatu, tapi kami tak mengerti sepatah pun.’ Dialog paling menyedihkan: ‘Korban berteriak: Ayahku akan lapor polisi!’ Pelaku menjawab: ‘Sudah dilaporkan lebih dari 10 kali, paling 20 menit keluar lagi.’”
Komentar lainnya meninggalkan pesan : “Rakyat Jiangyou sangat peduli terhadap keadilan. Hari ini aku tidak bersuara untuknya, besok mungkin aku yang akan mengalami hal yang sama.”
“Kenapa pelaku begitu sombong? Polisi Jiangyou harus introspeksi!”
“Setelah korban dirundung, kini polisi merundung rakyat, memukul dan menangkap mereka.”
“Pertandingan tinju bebas polisi-vs-warga pertama di Jiangyou resmi dimulai tadi malam.”
“Korban sudah lapor polisi, pelaku dibebaskan dalam 20 menit, sementara warga Jiangyou dipukuli di luar kantor polisi.”
Lainnya mengatakan: “Polisi yang lebih dulu memulai kekerasan, beberapa orang menindih satu orang dan memukulinya, korban bahkan tak bisa melawan.”
“Ada yang sudah dipasangi borgol, tapi masih dipukul.”
“Dikeroyok ramai-ramai, pakai pentungan pula. Benar-benar keterlaluan.”
“Yang memukul adalah pasukan khusus dari Mianyang.”
“Andai penanganan kasus perundungan bisa secepat dan setegas ini.”
“Kasus Jiangyou ini bukan lagi sekadar soal perundungan, tapi soal suara rakyat yang dipukuli dan ditangkap.”

Seorang netizen luar negeri bernama Jiang Xu – Freedom Voice menulis di platform X: “Tindakan represif terhadap warga Jiangyou hari ini menunjukkan bahwa kapal tua bernama Partai Komunis Tiongkok ini sudah hampir tenggelam. Mereka sendiri tak tahu percikan api mana yang akan membakar kapal itu. “
“Maka setiap percikan dianggap ancaman besar—mereka siaga dengan meriam air hanya demi memadamkan ‘sebatang korek api’… Siapa bilang menjatuhkan PKT itu sulit? Lihat saja betapa paniknya mereka. Mereka sudah menindas rakyat selama puluhan tahun dan selalu dihantui mimpi buruk bahwa rakyat suatu hari akan menggulingkan mereka. Sedikit saja gerakan, mereka langsung ketakutan.” (Hui/asr)
oleh: Hong Yu | Zhu Xinrui – NTDTV.com


