EtIndonesia. Cuaca ekstrem kembali melanda daratan Tiongkok. Beberapa hari terakhir, provinsi Guangdong dan Guangxi mengalami hujan deras terus-menerus dan ekstrem, bahkan beberapa daerah diguyur hujan sangat lebat, menyebabkan mobil tenggelam, kota lumpuh, dan banjir meluas. Netizen pun menyindir: “Langit bocor di Guangdong dan Guangxi!”
Menurut media Tiongkok, sejak 2 Agustus, kawasan Delta Sungai Mutiara dan pesisir timur Guangdong diterjang hujan sangat lebat.
- Di Shenzhen, Dongguan, Shanwei, curah hujan memecahkan rekor.
- Pada 4 Agustus, curah hujan di kota Zhangmutou, Dongguan mencapai 450,2 mm dalam 24 jam.
- Pesisir Huizhou mencatat lebih dari 400 mm, dan
- Zona Kerjasama Shenzhen-Shanwei turun hujan 268,2 mm hanya dalam 3 jam — setara dengan hujan ekstrem.
Akibat hujan deras ini, banyak kota mengalami genangan parah:
- Di Shenzhen dan Guangzhou, banyak ruas jalan tergenang lebih dari 30 cm,
- Stasiun metro terendam dan operasional dihentikan,
- Banyak objek wisata di Guangzhou ditutup darurat,
- Pihak kereta api mengaktifkan sistem siaga banjir, beberapa perjalanan diperlambat atau dibatalkan.
Netizen menggambarkan kondisi bandara Shenzhen:
“Langit bocor? Raja Naga lagi rapat tahunan di Shenzhen, ya?”
“Peringatan hujan kuning penuh sejak kemarin, penerbangan tertunda — ada yang sudah naik pesawat, duduk diam 6 jam.”
“Kasihan kru bandara: hujan petir melanda seluruh Delta Sungai Mutiara, pesawat cuma mutar-mutar di langit, nggak bisa mendarat.”
“Pekerja kantoran menangis: penerbangan telat 7 jam, sampai kantor langsung dipotong gaji — rugi besar!”
Video yang beredar memperlihatkan:
- Mobil-mobil terendam,
- Beberapa bahkan tetap berjalan sambil menerobos air, Netizen berkomentar:
“Menyetir kayak naik perahu beneran, bang, ini mobil apa kapal sih?”
“Mendingan naik perahu buat kerja di Shenzhen!”
Video lain menunjukkan warga perumahan di Huizhou mencoba menahan air masuk ke basement parkir, namun gagal, air tetap membanjiri.
Di Guangxi, pada 4 Agustus, kota Beihai (Kabupaten Hepu) mengalami hujan lebat ekstrem:
- Di kecamatan Zhakou, curah hujan 10 jam mencapai 404 mm.
- Di wilayah Guangxi timur dan pesisir, tercatat hujan 250–350 mm, menyebabkan banjir lokal,
- Air masuk ke toko-toko, rumah warga, hingga ladang, membuat banyak warga terjebak.
Video juga menunjukkan kawasan tua di Beihai – Nankang terendam total.
Sementara itu, pada 5 Agustus pagi, Observatorium Hong Kong kembali mengeluarkan peringatan hujan deras hitam, yang merupakan peringatan tertinggi.
- Ini adalah peringatan ke-4 dalam 8 hari terakhir.
- Hujan ekstrem menyebabkan banjir parah di beberapa wilayah.
- Sampai pukul 2 siang, curah hujan harian mencapai 355,7 mm, memecahkan rekor yang dicatat sejak 1884 untuk bulan Agustus. Rekor sebelumnya adalah 334,2 mm pada 16 Agustus 1982.
Pada 5 Agustus pukul 18:00, Badan Meteorologi Pusat Tiongkok kembali mengeluarkan peringatan hujan lebat tingkat oranye. Diperkirakan antara 5 Agustus malam hingga 6 Agustus malam, akan terjadi hujan lebat di wilayah berikut:
- Sebagian besar Guangdong
- Bagian tengah-timur Guangxi
- Selatan Hunan
- Selatan Jiangxi
- Tenggara Sichuan
- Barat daya Chongqing
- Bagian barat dan timur laut Henan
- Barat daya dan utara semenanjung Shandong
- Tenggara Liaoning
- Selatan Yunnan
Beberapa daerah diperkirakan mengalami hujan sangat lebat hingga hujan ekstrem (250–350 mm).
Seorang pengguna Weibo menulis:
“Dalam tiga hari terakhir, pos pemantauan curah hujan di Xiamen mencatat 690 mm. Ini bahkan lebih parah dari hujan akibat satu topan penuh! Yang menakutkan bukan cuma hujannya deras, tapi hujannya nggak bergerak (stasioner). Hujan deras di Guangdong dan Guangxi masih akan terus berlanjut hingga 7 Agustus.”
“Guangdong, apa kamu lagi nyiram air? Ini hujan udah dua hari penuh… nggak berhenti. Aku nyerah!”
Netizen lain menyindir:
“Langit bocor di Guangdong dan Guangxi.”
“Ada yang bisa tambal?”
“Sudah mulai berjamur.”
“Mau mekar nih kebanyakan kena air.”
“Ini cuaca bener-bener kayak langit bocor, dua hari dua malam hujan non stop. Siapa yang kuat?”
Sumber : NTDTV.com


