Pasutri Bercerai dan Membagi Harta Gono Gini 53 Ekor Ayam, Bebek, dan Angsa, Akhirnya Tersisa Seekor, Hakim : “Makanlah Bersama Sebelum Bercerai”

Baru-baru ini, sepasang suami istri di Sichuan, Tiongkok, sedang dalam proses perceraian, dan salah satu urusan yang harus diselesaikan adalah pembagian 53 ekor unggas: ayam, bebek, dan angsa. Namun setelah dibagi rata, masih tersisa satu ekor ayam. Hakim pun menyarankan agar ayam tersebut dimasak dan dimakan bersama dahulu, baru lanjut bercerai. Netizen ramai-ramai membuat lelucon: “Suaminya ingin ayam rebus, istrinya maunya ayam goreng pedas. Akhirnya ribut lagi ke pengadilan. Lalu gimana?”

EtIndonesia. Laporan dari media daratan Tiongkok  Cover News menyebutkan sebuah kasus unik yang ditangani oleh Pengadilan Desa Daishi, Distrik Qianfeng, Kota Guang’an, Provinsi Sichuan, Tiongkok. Kasus ini sebagai bagian dari penyelesaian sengketa harta gono-gini saat perceraian.

Uniknya, fokus perdebatan bukanlah rumah atau tabungan, melainkan pembagian 29 ekor ayam, 22 ekor angsa, dan 2 ekor bebek yang mereka pelihara bersama.

Kejadian bermula  pada  Mei lalu, seorang pria bernama samaran Yang menggugat cerai istrinya Tu. Keduanya adalah warga pedesaan dan mengandalkan pertanian dan peternakan sebagai sumber penghasilan utama.

Karena rumah mereka adalah rumah yang dibangun sendiri di lahan desa, dan mereka berasal dari desa yang berbeda, maka menurut aturan desa, rumah tersebut hanya bisa dimiliki oleh penduduk desa setempat.

Akibatnya, rumah tidak dimasukkan dalam pembagian harta, dan mereka diminta berunding sendiri soal rumah. Maka, pembagian hewan ternak menjadi fokus utama dalam mediasi.

Menurut Hakim Chen Qian yang menangani kasus ini, saat mediasi dilakukan:

  • Untuk angsa yang ukurannya berbeda, disarankan untuk membagi 3 ekor besar dan 8 ekor kecil, atau mengganti selisihnya dengan nilai pasar.
  • Untuk 2 ekor bebek, cukup dibagi rata.
  • Namun masalah muncul pada 29 ekor ayam, karena jumlahnya ganjil. Siapa yang akan mendapat lebih satu ekor?

Hakim pun memberikan saran: “Bisa dibagi rata, lalu ayam sisanya dimasak dan dimakan bersama. Atau, pihak yang ingin ayam tambahan bisa memberikan kompensasi kepada pihak lain.”

Akhirnya, kedua belah pihak setuju untuk memasak dan memakan ayam tersebut bersama, baru kemudian melanjutkan proses perceraian. “Makan ayam bersama” — sekaligus perpisahan simbolis mereka.

Para netizen pun mengomentari kasus ini dengan berbagai candaan:

  • “Ngakak banget.”
  • “Suaminya maunya ayam rebus, istrinya maunya ayam pedas, terus ribut lagi di pengadilan.”
  • “Ayamnya: Kenapa aku harus jadi korban dari pernikahan kalian yang gagal?”
  • “Kalau ayamnya betina dan bertelur, nanti telurnya dibagi gimana?”
  • “Ayam: Saya yakin ini konspirasi terencana… eh, maksud saya… kalian mau makan saya, ya?”
  • “Siapa tahu habis makan ayam, mereka baikan dan gak jadi cerai.”

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine