EtIndonesia. Seorang reporter Gedung Putih baru-baru ini mengungkap bahwa Partai Komunis Tiongkok (PKT) telah lama menyusup ke dalam sistem Federal Reserve (bank sentral) Amerika Serikat. Melalui mata-mata, kerja sama akademik, dan imbalan finansial, PKT berusaha mempengaruhi kebijakan keuangan AS demi melemahkan dominasi dolar. Berikut laporannya.
Reporter muda Gedung Putih, Natalie Winters, pada Selasa (4 Agustus) mengungkap sebuah operasi infiltrasi yang telah berlangsung selama lebih dari satu dekade.
Berdasarkan hasil penyelidikan oleh Senat AS dan Departemen Kehakiman, unit kontra-intelijen di Federal Reserve pernah mengidentifikasi 13 orang karyawan yang diduga terkait dengan PKT, tersebar di delapan bank regional Federal Reserve di seluruh AS. Di internal, jaringan ini disebut sebagai “Jaringan P”.
Investigasi mengungkap bahwa PKT menyusup ke Federal Reserve dengan berbagai metode, termasuk ancaman, program rekrutmen bakat, imbalan finansial, dan kerja sama akademik.
Beberapa kasus yang diungkap:
- Ada karyawan yang ditahan dan diancam di Shanghai, dipaksa menyerahkan laptop dan daftar kontaknya.
- Ada yang memberikan model program dan data sensitif kepada lembaga terkait Bank Rakyat Tiongkok.
- Ada juga yang bekerja sama dengan media propaganda PKT, membantu membangun jalur komunikasi informal.
Empat kasus utama yang dirinci dalam laporan:
▶︎ Kasus A: Diancam saat kunjungan ke Tiongkok untuk menyerahkan dokumen.
▶︎ Kasus B: Mengirim model rahasia ke institusi yang terhubung dengan bank sentral PKT.
▶︎ Kasus C: Bekerja sama dengan lembaga propaganda PKT.
▶︎ Kasus D: Menyembunyikan partisipasi dalam “Thousand Talents Program” (program perekrutan bakat Tiongkok).
Mantan penasihat senior John H. Rogers dituntut oleh Departemen Kehakiman AS awal tahun ini. Ia dituduh sejak 2013 membocorkan informasi kepada agen intelijen PKT dan menerima bayaran hingga 450.000 dolar AS. Ia tercatat beberapa kali memberikan pidato di institusi yang dikendalikan PKT serta ikut menulis makalah penelitian Federal Reserve bersama akademisi dari Universitas Fudan dan Jiaotong di Tiongkok.
Natalie Winters menyoroti bahwa kerja sama akademik kini menjadi “kuda Troya” infiltrasi PKT. Ia juga mengkritik Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, karena dianggap tidak cukup proaktif dalam mencegah infiltrasi ini. Baru setelah adanya penyelidikan dari Kongres, beberapa perubahan peraturan dilakukan — seperti melarang staf menerima bayaran dari negara-negara “sensitif” — namun saat ini masih diizinkan adanya kerja sama non-komersial dan partisipasi dalam program rekrutmen asing.
Laporan ini memperingatkan bahwa menguasai prediksi suku bunga dan mekanisme intervensi Federal Reserve dapat memberi keuntungan strategis besar bagi PKT dalam “perang finansial”.
Winters menyerukan agar pemerintah Amerika menghadapi ancaman terhadap keamanan nasional ini secara serius dan melindungi kedaulatan finansial AS. (Hui/asr)
Laporan dari Xia Wenyue, New York, untuk NTD Television


