Xu Jiayin (許家印), mantan Ketua Dewan Direksi Evergrande Group, raksasa properti Tiongkok yang kini bangkrut, diketahui memiliki tiga vila mewah di kawasan elit The Peak (Bukit Victoria), Hong Kong, yang kini sedang dalam proses penjualan.
Salah satu rumah yang belum terjual, disebutkan memiliki bangunan ilegal seluas lebih dari 6.000 kaki persegi (sekitar 557 meter persegi), di mana sekitar 5.000 kaki persegi di antaranya berupa penjara bawah tanah yang dibangun secara ilegal dengan cara menggali kembali area pengurugan!
EtIndonesia. Pada Selasa, 5 Agustus, media Hong Kong “iMoney” (風財訊) mengutip dokumen dari Departemen Bangunan Hong Kong (Buildings Department), yang mengungkap bahwa vila mewah mantan Ketua Dewan Direksi Evergrande Group Xu Jiayin di alamat No.10B, 10C, dan 10E, 10 Pollock’s Path, The Peak, mengandung pelanggaran bangunan besar-besaran, terutama di unit E (No.10E).
Berdasarkan gambar arsitektur asli, rumah unit E seharusnya dibangun di atas lahan datar di bagian depan, dengan area parkir terhubung langsung ke pintu utama tanpa tangga atau perbedaan ketinggian. Namun, kenyataannya:
- Area tersebut telah dinaikkan secara ilegal lebih dari 1.000 kaki persegi,
- Dilengkapi lantai kayu dan beton,
- Dibangun tangga yang menghubungkan ke pintu utama rumah dan ke gang samping.
Yang paling mencengangkan, dokumen juga menyatakan bahwa:
- Bagian bawah rumah (area pengurugan) telah digali ulang secara ilegal,
- Luasnya sekitar 5.000 kaki persegi (±464,5 m²),
- Diduga kuat dimanfaatkan untuk membangun penjara bawah tanah ilegal.
Dokumen tersebut tidak menjelaskan secara detail posisi bangunan bawah tanah itu, namun menyebutkan bahwa pada Juni 2025, pihak Departemen Bangunan Hong Kong telah memerintahkan:
- Manajer properti yang ditunjuk oleh penerima utang untuk menyewa tenaga ahli,
- Segera membongkar bagian bangunan yang ilegal,
- Serta mencatat pelanggaran ini dalam akta properti.
Apa itu Area “Pengurugan Kembali” (回填區)?
Saat membangun gedung, pengembang biasanya akan menggali area lebih besar dari kebutuhan bangunan untuk keperluan konstruksi. Setelah struktur utama selesai, area sisa itu akan diurug kembali (ditimbun) sesuai rencana awal. Area inilah yang disebut sebagai “area pengurugan kembali”. Dalam kasus ini, area tersebut digali ulang secara ilegal untuk membangun ruangan bawah tanah.
Departemen Bangunan juga menyebutkan bahwa ada rumah lain dalam kompleks yang sama yang juga melanggar aturan, dan akan segera menerima perintah pembongkaran. Semua pembangunan di masa depan pada area tersebut harus kembali mengikuti gambar denah resmi.
Sekilas Tentang Properti Mewah Xu Jiayin
- Kawasan Pollock’s Path (布力徑) merupakan area elite di The Peak, Hong Kong, dikenal sebagai tempat tinggal para selebritas dan konglomerat.
- Xu Jiayin memiliki tiga vila mewah di alamat No.10B, 10C, dan 10E, yang seluruhnya:
- Dibeli pada tahun 2010 seharga 2,5 miliar dolar Hong Kong,
- Dimiliki melalui perusahaan lepas pantai,
- Kini telah diambil alih oleh pihak penerima utang (creditor-appointed receivers) dan diiklankan untuk dijual.
- Dibeli pada tahun 2010 seharga 2,5 miliar dolar Hong Kong,
- Dua vila yaitu No.10C dan 10E mulai ditawarkan pada 21 Oktober 2024 dengan harga total 900 juta dolar Hong Kong,
- Turun 40% dari perkiraan harga sebelumnya sebesar 1,5 miliar HKD.
- Turun 40% dari perkiraan harga sebelumnya sebesar 1,5 miliar HKD.
- Sedangkan unit No.10B sudah terjual lebih awal pada tahun 2024, juga dengan harga sekitar setengah dari valuasi.
Latar Belakang
Sejak krisis keuangan Evergrande meledak, Xu Jiayin telah ditahan untuk diselidiki. Aset-asetnya di seluruh dunia masih dalam proses penelusuran dan penyitaan.
Salah satu properti yang sangat ikonik, yaitu “China Evergrande Center” di Hong Kong, juga telah resmi diambil alih pada 13 September 2025 oleh pihak CITIC Bank International, mewakili para kreditor. (Hui/asr)
Sumber : NTDTV.com


