EtIndonesia. Ketika sepasang suami istri di Tiongkok utara terjebak banjir, dan ketika tim penyelamat mendekat, sang suami bersikeras agar mereka menyelamatkan istrinya terlebih dahulu, menggetarkan warganet daratan.
Hujan deras melanda wilayah utara Tiongkok pada akhir Juli.
Di Beijing, setidaknya 30 orang tewas setelah hujan deras selama setahun turun dalam waktu kurang dari seminggu.
Sementara di provinsi tetangga, Hebei, tanah longsor melanda sebuah desa, yang mengakibatkan kematian delapan penduduk setempat. Empat lainnya hilang.
Distrik Jizhou, di bagian utara kotamadya Tianjin, mencatat tanah longsor terbesar dalam tujuh dekade terakhir setelah menerima curah hujan hingga 200 mm antara 28 dan 29 Juli.
Lebih dari 10.000 penduduk direlokasi, lapor Beijing News.
Air banjir menggenangi jalan-jalan di distrik tersebut, dengan ketinggian air naik hingga satu meter atau lebih.
Sepasang suami istri terjebak di warung makan kecil mereka pada 28 Juli, menunggu pertolongan.
Petugas pemadam kebakaran berjalan menuju toko mereka dan melemparkan pelampung kepada mereka.
“Selamatkan istri saya dulu. Dia tidak bisa berenang,” kata sang suami kepada tim penyelamat.
Dia memasukkan istrinya ke dalam pelampung sebelum mendorongnya ke arah tim penyelamat.
Namun, derasnya air mendorong mereka semakin jauh dan menghambat upaya penyelamatan.
Setelah sang istri dievakuasi oleh tim penyelamat, sang suami, yang berdiri beberapa meter darinya, berkata: “Saya baik-baik saja. Saya bisa berenang. Kalian bawa saja dia ke tempat aman dulu.”
“Tidak, kalian juga harus datang ke sini,” desak tim penyelamat.
Akhirnya, keduanya berhasil diselamatkan.
“Saat itu, kami sangat ketakutan. Ini adalah situasi paling berbahaya yang kami alami sejak kami menikah lebih dari 10 tahun yang lalu,” kata sang suami, yang bermarga Liu, dalam laporan tersebut.
“Istri saya menangis karena tidak bisa berenang. Sebagai seorang pria, hal pertama yang terlintas di pikiran saya adalah menyelamatkan istri saya terlebih dahulu,” ujarnya.
“Terima kasih banyak kepada petugas pemadam kebakaran yang telah menyelamatkan kami,” tambah Liu.
Sebuah video penyelamatan tersebut menjadi tren di media sosial Tiongkok daratan, menarik banyak kekaguman terhadap sang suami.
“Momen-momen kritis menguji kodrat manusia. Saudari, kau telah memilih suami yang baik!” kata seseorang.
“Saya kembali percaya pada cinta,” kata yang lain.
Sementara orang ketiga menambahkan: “Dia telah memberikan teladan sebagai pria yang bertanggung jawab.” (jhn/yn)


