Etindonesia. Menurut pengumuman yang dirilis oleh Biro Lalu Lintas Kepolisian Kota Beijing pada 6 Agustus, pada Sabtu, 9 Agustus, akan diberlakukan pembatasan lalu lintas sementara di area Tiananmen dan jalan-jalan terkait, yang akan dilakukan secara bertahap dan pada waktu tertentu.
Pengumuman tersebut juga menyatakan bahwa kecuali kendaraan yang memiliki izin khusus untuk kegiatan tersebut, semua kendaraan akan dilarang melintas di area dan jalan yang terdampak mulai pukul 18.00 (waktu setempat) pada 9 Agustus hingga kegiatan selesai.
Pada 7 Agustus, pihak Beijing Subway juga mengumumkan melalui akun resmi WeChat-nya bahwa, pada 9 Agustus mulai pukul 18.00 hingga akhir kegiatan, beberapa stasiun pada Jalur 1 (termasuk Jalur Batong), Jalur 2, Jalur 5, dan Jalur 8 akan menerapkan penutupan pintu masuk/keluar dan penutupan stasiun, serta menghentikan fungsi transit di stasiun transit yang terkait.
Stasiun yang terdampak termasuk:
- Tiananmen Timur
- Tiananmen Barat
- Jianguomen
- Qianmen
Selain itu, layanan bus umum Beijing juga mengumumkan melalui situs resminya bahwa, demi mendukung “kegiatan khusus”, akan ada pembatasan lalu lintas sementara secara bertahap pada 9 Agustus. Sebanyak 65 rute bus yang melewati area terdampak akan mengalami perubahan rute, penghilangan pemberhentian, atau penyesuaian jarak tempuh.
Pemerintah Beijing tidak memberikan penjelasan rinci mengenai apa sebenarnya “kegiatan khusus” yang dimaksud pada 9 Agustus. Ini kemudian menimbulkan berbagai spekulasi di kalangan masyarakat.
Sejumlah netizen di Weibo bertanya, “Kegiatan khusus apa ini?”
Ada juga yang berspekulasi bahwa pengumuman mendadak mengenai penutupan jalan dan stasiun di sekitar Tiananmen bisa jadi menandakan akan ada “latihan parade militer” untuk acara pada September mendatang.
Seorang netizen memperingatkan dengan bercanda: “Jangan sembarangan bicara terlalu jujur, akunmu bisa diblokir.”
Ada juga yang menyindir: “Stasiun ditutup untuk latihan, jadi nanti tersesat di kereta bawah tanah?”
[Tangkapan layar Weibo memperlihatkan reaksi netizen atas pengumuman penutupan]
Setiap kali pemerintah Beijing mengadakan suatu kegiatan besar, suasananya selalu tegang dan merepotkan. Bahkan menyusahkan rakyat. Misalnya, saat Dua Sesi (Lianghui) tahunan Partai Komunis Tiongkok (PKT), otoritas Tiongkok biasanya mengerahkan pasukan besar, mencegah para warga yang mengadu masuk ke Beijing serta menutup jalan serta stasiun.
Tak hanya itu, warga yang bepergian ke Beijing akan mengalami pemeriksaan keamanan yang sangat ketat dan memicu banyak keluhan dari masyarakat. (Hui/asr)
oleh Luo Tingting / Wen Hui


