Platform Roblox dan Discord Dituntut Atas Dugaan Perlakuan Tidak Senonoh dan Penculikan Gadis Berusia 10 Tahun

Seorang predator yang menyamar sebagai anak-anak, berteman dengan gadis itu dan memanipulasinya hingga mengungkapkan lokasi rumahnya, menurut isi gugatan

EtIndonesia. Platform daring Roblox dan aplikasi komunikasi Discord digugat oleh ayah dari seorang gadis berusia 10 tahun karena “mengoperasikan bisnis secara sembrono dan menipu” dengan cara yang diduga menyebabkan penculikan anak tersebut, menurut gugatan yang diajukan pada 5 Agustus di Pengadilan Tinggi San Mateo, California, Amerika Serikat. 

Gadis tersebut, yang disebut sebagai Jane Doe, adalah “pengguna aktif” Roblox dan Discord selama beberapa tahun. Ketergantungannya pada kedua aplikasi ini sebagai hiburan dan sarana interaksi sosial menjadikannya “sasaran empuk bagi para predator anak yang jumlahnya tak terhitung dan diketahui bebas berkeliaran di dalam aplikasi, mencari anak-anak yang rentan,” demikian isi gugatan. Gadis itu tinggal di Kern County, California.

Sekitar Februari 2025, seorang pria berusia 27 tahun menargetkan gadis itu melalui Roblox dengan menyamar sebagai anak-anak dan menawarkan pertemanan, menurut gugatan tersebut. Dua hari kemudian, pelaku diduga memindahkan komunikasi ke Discord dan menggunakan platform itu untuk membangun kepercayaan.

Pada April 2025, pria itu memanipulasi gadis tersebut agar mengungkapkan alamat rumahnya dengan dalih untuk mengecek jarak antara mereka, menurut isi gugatan.

Discord

“Setelah pelaku mengetahui di mana Penggugat tinggal, ia mengemudi ke rumah Penggugat dan menculiknya. Ia menahan Penggugat secara paksa selama periode yang lama, termasuk menginap semalaman di tempat parkir hotel setelah ditolak menginap di hotel,” demikian tertulis dalam gugatan.

Setelah intervensi dari aparat penegak hukum, gadis tersebut ditemukan dalam keadaan stres di dalam kendaraan milik pelaku, lebih dari 250 mil (sekitar 400 km) dari rumahnya. Ia ditemukan setelah dilaporkan hilang selama lebih dari 12 jam. Tersangka telah ditangkap dan menghadapi beberapa dakwaan, menurut gugatan tersebut.

Gugatan menuduh bahwa gadis itu mengalami eksploitasi dan pelecehan akibat kelalaian dari pihak Roblox dan Discord.

Menurut laporan tahunan Roblox tahun 2024, perusahaan memiliki rata-rata 82,9 juta pengguna aktif harian pada tahun 2024.

“Kami memperkirakan bahwa sekitar 40 persen dari pengguna aktif harian kami berusia di bawah 13 tahun sepanjang tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024,” tulis laporan itu.

Menurut kebijakan Roblox, pengguna di bawah usia 13 tahun memerlukan izin orang tua untuk mengakses fitur-fitur tertentu dalam obrolan.

Sementara itu, kebijakan Discord menyatakan bahwa pengguna harus berusia minimal 13 tahun untuk dapat mengakses aplikasi atau situs web mereka. Saat mendaftar, pengguna diminta mengonfirmasi tanggal lahir mereka untuk membuat akun.

“Jika seorang pengguna dilaporkan berusia di bawah 13 tahun, kami akan menghapus akun mereka kecuali mereka dapat memverifikasi bahwa mereka berusia minimal 13 tahun menggunakan dokumen identitas resmi,” kata pihak Discord.

Namun, gugatan menyatakan bahwa meskipun Roblox secara resmi mensyaratkan izin orang tua untuk menerima anak-anak di bawah 13 tahun, tidak ada mekanisme yang mencegah anak-anak membuat akun mereka sendiri.

“Roblox tidak melakukan apapun untuk memverifikasi atau mendokumentasikan bahwa izin orang tua telah diberikan, tidak peduli seberapa muda usia anak tersebut. Roblox juga tidak meminta orang tua untuk mengonfirmasi usia yang diinput ketika anak mendaftar menggunakan Roblox,” bunyi gugatan tersebut.

Adapun Discord, meskipun melarang pengguna di bawah 13 tahun, perusahaan tidak memverifikasi usia atau identitas pengguna saat mendaftar, demikian isi gugatan itu.

“Seandainya Tergugat menerapkan sistem verifikasi usia dan identitas dasar sekalipun, Penggugat tidak akan pernah berinteraksi dengan predator tersebut dan tidak akan pernah mengalami kerugian,” demikian isi gugatan.

“Penggugat hanyalah salah satu dari tak terhitung banyaknya anak yang hidupnya hancur akibat kelalaian berat dan desain aplikasi yang cacat dari para Tergugat. Gugatan ini bukan sekadar untuk memperjuangkan hak Penggugat—ini adalah perlawanan terhadap kegagalan sistemik para Tergugat dalam melindungi kelompok paling rentan dalam masyarakat dari bahaya yang tak terbayangkan demi mengejar keuntungan finansial dengan mengorbankan keselamatan anak.”

Gugatan ini menuntut pengadilan juri dan kompensasi atas cedera yang diduga dialami oleh gadis tersebut.

The Epoch Times telah menghubungi pihak Roblox dan Discord untuk dimintai komentar, namun belum menerima tanggapan hingga berita ini dipublikasikan.


Perusahaan di Bawah Sorotan

Sebuah laporan pada April dari lembaga riset Revealing Reality menyoroti risiko yang ditimbulkan Roblox terhadap anak-anak.

Isi laporan  menemukan bahwa orang dewasa dan anak-anak bisa saling berkomunikasi di platform tersebut tanpa pengawasan yang jelas. Bahkan, langkah-langkah verifikasi usia sangat mudah diakali.

“Ada ruang-ruang yang berfokus pada tema dewasa yang dapat diakses oleh anak-anak di bawah usia 13 tahun,” ungkap laporan itu. “Kontrol keamanan yang ada terbatas dalam efektivitasnya dan masih terdapat risiko signifikan bagi anak-anak di platform ini.”

Menurut pihak Roblox dan Discord, kebijakan telah diterapkan untuk melindungi anak-anak di platform mereka.

Sebagai contoh, pada  November tahun lalu, Roblox mengumumkan “pembaruan besar” terhadap sistem keamanan dan kontrol orang tua, termasuk fitur yang memungkinkan orang tua memantau waktu layar anak mereka dari perangkat sendiri.

“Kami telah memperbarui pengaturan tingkat kedewasaan bawaan untuk pengguna termuda kami. Pengguna di bawah 9 tahun sekarang hanya dapat mengakses konten ‘Minimal’ atau ‘Ringan’ secara default, dan hanya dapat mengakses konten ‘Sedang’ dengan persetujuan orang tua. Orang tua tetap memiliki opsi untuk memilih tingkat yang mereka anggap paling sesuai untuk anak mereka,” kata pihak Roblox.

Pengumuman keamanan juga menyatakan bahwa pengguna di bawah usia 13 tahun tidak lagi dapat mengirim pesan langsung kepada pengguna lain di luar permainan atau ruang obrolan resmi platform.

Sementara itu, pihak Discord mengatakan bahwa kontrol keamanannya memungkinkan orang tua mengatur pengaturan permintaan pertemanan bagi anak-anak, serta memblokir pengguna yang dianggap mengganggu anak mereka.

Discord sendiri digunakan terutama oleh komunitas game untuk chat dan koordinasi selama bermain.

Namun, terlepas dari klaim tersebut, berbagai perusahaan ini tetap berada di bawah sorotan pihak berwenang terkait isu keselamatan anak.

Pada 16 April, Jaksa Agung Florida James Uthmeier mengeluarkan surat panggilan pengadilan kepada Roblox, meminta informasi tentang kebijakan perusahaan terhadap anak-anak, termasuk verifikasi usia dan moderasi ruang obrolan.

Sehari kemudian, Jaksa Agung New Jersey Matthew J. Platkin dan Divisi Urusan Konsumen menggugat Discord, menurut pernyataan pada 17 April.

Isi gugatan menuduh Discord terlibat dalam “praktik bisnis yang menipu dan tidak pantas” yang menyesatkan orang tua tentang efektivitas kontrol keamanannya serta menyembunyikan risiko yang dihadapi anak-anak saat menggunakan aplikasi tersebut.

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine