Trump Umumkan Rencana Investasi Tambahan Apple Senilai 100 Miliar Dolar AS di Amerika Serikat

Pengumuman ini merupakan bagian dari rencana Apple untuk mengembalikan lebih banyak rantai pasokan dan operasi bisnisnya ke dalam negeri.

EtIndonesia— Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pada 6 Agustus bahwa Apple akan meningkatkan komitmen investasinya di Amerika Serikat sebesar 100 miliar dolar AS tambahan, yang merupakan tambahan dari lebih dari 500 miliar dolar investasi yang telah diumumkan oleh raksasa teknologi itu pada bulan Februari untuk empat tahun mendatang.

“Investasi-investasi ini akan secara langsung menciptakan lebih dari 20.000 pekerjaan baru di Amerika dan ribuan lagi pada pemasok Apple seperti Corning, Broadcom, Texas Instruments, dan Samsung,” kata Trump di Ruang Oval, berdiri bersama CEO Apple Tim Cook.

“Sebagai bagian dari komitmen bersejarah ini, Apple akan secara besar-besaran meningkatkan pengeluaran untuk rantai pasokan domestik iPhone, dan akan membangun jalur produksi Kaca Pintar (Smart Glass) terbesar dan tercanggih di dunia di Harrodsburg, Kentucky.”

Trump menyebut investasi baru Apple sebagai “langkah signifikan” menuju tujuannya sejak lama untuk membawa produksi iPhone ke Amerika Serikat.

Sebagai bagian dari ekspansi 100 miliar dolar ini, Apple juga akan membangun pabrik manufaktur server seluas 250.000 kaki persegi di Houston dan menginvestasikan miliaran dolar dalam pusat data baru di seluruh negeri, termasuk di North Carolina, Iowa, dan Oregon. Perusahaan teknologi ini juga akan membuka akademi manufaktur di Detroit.

Pengumuman 6 Agustus ini merupakan bagian dari rencana baru Apple untuk memindahkan kembali lebih banyak rantai pasokan dan operasi bisnisnya ke Amerika Serikat.

“Kami meluncurkan Program Manufaktur Amerika Apple,” kata Cook dalam acara di Gedung Putih. “Program ini akan mendorong lebih banyak produksi komponen penting untuk produk Apple di seluruh dunia — langsung dari Amerika.”

Ia menyebutkan bahwa Apple telah menandatangani perjanjian baru dengan 10 perusahaan di seluruh negeri.

Melalui program ini, Apple juga akan mendorong lebih banyak pemasoknya untuk pindah ke Amerika Serikat.

Ketika ditanya apakah Apple bisa memenuhi keinginan presiden agar iPhone sepenuhnya dibuat di Amerika, Cook menunjuk pada banyaknya komponen buatan AS yang sudah ada di dalam perangkat Apple.

“Kalau Anda lihat sebagian besar komponennya, kami membuat banyak semikonduktor di sini, kami juga membuat kaca di sini, kami membuat modul Face ID di sini,” ujar Cook. “Jadi, sudah banyak komponen dari Amerika. Kami sangat bangga akan hal itu. Hanya bagian perakitan akhir saja yang masih dilakukan di tempat lain untuk sementara waktu.”


‘Apple di Tiongkok’

Dalam buku baru berjudul “Apple in China”, penulis Patrick McGee menjelaskan bagaimana Apple membantu membangun basis industri dan tenaga kerja di Tiongkok.

Setelah Tiongkok bergabung dengan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), Apple tertarik oleh apa yang disebut buku itu sebagai “pasokan tenaga kerja murah yang tampaknya tak ada habisnya” di negara tersebut. Apple mengirim ribuan insinyur ke seberang Pasifik, melatih jutaan pekerja, dan menginvestasikan ratusan miliar dolar untuk membangun apa yang kemudian menjadi rantai pasokan paling canggih di dunia.

Meskipun dalam beberapa tahun terakhir Apple berupaya melakukan diversifikasi, perusahaan ini masih sangat bergantung pada Tiongkok untuk produksi manufaktur.

Pada bulan Mei, Apple memperkirakan akan mengalami kerugian 900 juta dolar AS akibat tarif dalam laporan kuartal kedua perusahaan.

Apple telah memindahkan sebagian besar produksi iPhone untuk pasar AS ke India, dan hampir seluruh produksi iPad, Mac, Apple Watch, dan AirPods untuk pasar Amerika telah dipindahkan ke Vietnam, menurut pengumuman Cook dalam panggilan pendapatan kuartal kedua.

India telah menjadi pusat penting bagi Apple dalam beberapa tahun terakhir, namun tarif baru AS atas impor dari India dapat mengganggu strategi tersebut.

Pada bulan Mei, Trump memperingatkan Apple bahwa perusahaan itu akan dikenakan tarif sebesar 25 persen atau lebih untuk iPhone yang diproduksi di luar Amerika Serikat. Ia juga menyarankan kepada CEO Apple untuk menghindari India.

Pada 6 Agustus, Trump mengumumkan bahwa ia telah menaikkan tarif atas India menjadi 50 persen sebagai tanggapan terhadap pembelian minyak Rusia yang dikenai sanksi oleh India.


Perusahaan-perusahaan Tingkatkan Investasi

Sejak awal masa jabatan kedua Trump, Amerika Serikat telah mendapatkan investasi domestik dan asing swasta senilai triliunan dolar.

Selain Apple, perusahaan seperti Nvidia, IBM, Kraft Heinz, Johnson & Johnson, dan banyak lainnya telah berkomitmen miliaran dolar untuk manufaktur, riset dan pengembangan, serta perluasan fasilitas di Amerika Serikat.

“Kami telah mendapatkan komitmen lebih dari 17 triliun dolar AS,” kata Trump dalam acara di Gedung Putih.

Di antara investasi paling menonjol adalah Proyek Stargate, yang dipimpin oleh Softbank (Jepang) dan OpenAI serta Oracle (AS). Proyek ini mencakup investasi sebesar 500 miliar dolar untuk infrastruktur kecerdasan buatan (AI).

Proyek besar lainnya diumumkan pada bulan April oleh Nvidia, perusahaan pembuat chip global, yang akan menginvestasikan 500 miliar dolar dalam infrastruktur AI selama empat tahun ke depan.

Pada Juni, Micron Technology mengumumkan akan menginvestasikan 200 miliar dolar untuk manufaktur domestik dan produksi chip memori canggih.

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine