Pada Rabu (6 Agustus), terjadi penembakan di Pangkalan Militer Fort Stewart, Georgia, Amerika Serikat. Lima prajurit terkena tembakan. Pelaku diketahui adalah seorang sersan Angkatan Darat yang bertugas di pangkalan tersebut. Pelaku kini telah ditahan pihak berwenang.
EtIndonesia. Insiden penembakan yang terjadi di Fort Stewart ini menyebabkan lima prajurit terluka dan dilarikan ke rumah sakit. Menurut kabar terbaru pada Kamis (7 Agustus), tiga orang sudah dipulangkan dari rumah sakit, dan kelima korban diperkirakan akan pulih sepenuhnya.
Pelaku diidentifikasi sebagai Quornelius Radford, 28 tahun, Sersan Logistik Otomatis aktif Angkatan Darat AS. Ia berasal dari Jacksonville, Florida, ditempatkan di Fort Stewart, dan sebelumnya tidak pernah terlibat dalam penugasan tempur.
Menteri Angkatan Darat AS, Dan Driscoll, saat berkunjung ke Fort Stewart, memuji para prajurit yang membantu melumpuhkan pelaku.
Menteri Angkatan Darat AS Daniel P. Driscoll mengatakan: “Kami sangat berterima kasih kepada komunitas ini dan semua yang telah mereka lakukan untuk para prajurit dan keluarga mereka. Penyelidikan masih berlangsung. Data ini akan dibuka untuk publik Amerika.”
Polisi menerima laporan pada Rabu pukul 10.56 pagi, bahwa terjadi penembakan di area markas Brigade Tempur Lapis Baja ke-2. Kantor FBI Savannah bekerja sama dengan Dinas Investigasi Kriminal Angkatan Darat (Army CID) dalam menangani kasus ini.
Pihak Angkatan Darat menyebutkan, Radford tidak memiliki catatan pelanggaran disiplin atau masalah perilaku sebelumnya, namun pada Mei lalu pernah ditangkap karena mengemudi dalam keadaan mabuk (DUI). Saat ini, Radford sedang diinterogasi oleh penyidik militer dan ditahan sambil menunggu persidangan. Motif pelaku serta cara ia membawa senjata pribadi ke dalam pangkalan masih diselidiki.
Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa Amerika tidak akan melupakan peristiwa ini, dan pelaku akan dihukum seberat-beratnya.
Presiden Donald Trump (6 Agustus 2025) mengatakan: “Semua orang tahu, sekitar pukul 11 pagi tadi, ada lima orang terluka parah, dua di antaranya sangat, sangat serius. Pelaku telah ditahan, dan Dinas Investigasi Kriminal Militer sedang berada di lokasi untuk memastikan pelaku kejahatan ini akan mendapat hukuman setinggi-tingginya sesuai hukum.”
Gubernur Georgia Brian Kemp juga menulis di platform X bahwa ia terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan mendoakan para korban serta keluarga mereka. (Hui/asr)
oleh Guo Yuexi, NTD News, Amerika Serikat.


