Banjir Gansu, Tiongkok  Menyebabkan 15 Orang Tewas dan 28 Orang Hilang,  Penduduk Desa Ceritakan Kehancuran yang Mengerikan 

Banjir bandang melanda Kabupaten Yuzhong, Kota Lanzhou, Provinsi Gansu, Tiongkok. Pemerintah menyatakan hingga 9 Agustus malam telah tercatat 15 orang meninggal dunia, 28 orang hilang, 15 orang luka-luka dan lebih dari 30 ribu orang terdampak bencana. Sejumlah saksi mata mengatakan rumah terseret arus hingga ratusan meter. Bahkan, beberapa mobil terpelintir seperti “tali anyaman”

EtIndonesia. Kantor Komando Pengendalian Banjir dan Kekeringan Provinsi Gansu, Tiongkok pada 9 Agustus melaporkan bahwa hingga pukul 18.30 waktu setempat, banjir bandang di Yuzhong  menyebabkan 15 korban jiwa, 28 orang hilang, 15 luka-luka, serta 9.828 orang dievakuasi ke tempat aman.

Seorang warga Desa Xinyaowan, Desa Malian­tan, mengatakan kepada media daratan bahwa saat banjir datang pada 7 Agustus malam, terdengar suara pohon tumbang dan batu saling berbenturan bergema di langit malam. 

Banyak orang bergegas menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi. Ada yang memanjat pohon sambil berteriak minta tolong, namun sayangnya terseret arus banjir.

Sekitar 10 kilometer di utara Desa Malian­tan, kawasan wisata Gunung Xinglong juga mengalami kerusakan parah. 

Seorang pemilik restoran di kawasan tersebut menggambarkan bahwa lantai satu restorannya hancur total, lumpur setebal lebih dari satu meter menutup bangunan, dan beberapa mobil terpelintir seperti “tali anyaman” akibat terjangan banjir.

Nyonya Zhao, warga Kota Yuzhong, mengenang bahwa ia tinggal di lantai 7, dan pada malam banjir bandang 7 Agustus itu ia merasakan seluruh gedung bergetar sehingga sama sekali tidak berani keluar rumah.

Seorang warga bernama Zhang Kehui, yang tinggal dekat Desa Xinyaowan, mengingat saat bencana datang terdengar suara gemuruh dari pegunungan “seperti kereta api melintas”. Karena hujan deras dan malam gelap, ia tak berani keluar memeriksa.

Barulah pada  8 Agustus pagi ia melintasi pegunungan dan mendapati Desa Xinyaowan nyaris rata dengan tanah akibat longsoran lumpur dan batu. Rumah-rumah di tepi sungai hancur, banyak ternak dan kendaraan terseret arus, “rumah beton terseret hingga ratusan meter, dan batu-batu sebesar mobil berserakan di mana-mana”.

Banjir bandang ini terjadi mulai 7 Agustus malam, dengan wilayah terdampak terparah berada di Kota Lanzhou, Provinsi Gansu, Tiongkok.  Pemerintah setempat pada  8 Agustus malam menyatakan bahwa lima kecamatan — Chengguan, Mapo, Xiaokangying, Xiaguanying, dan Xinying — mengalami kerusakan parah pada infrastruktur. Jalan raya rusak sepanjang 102 km, lima jembatan rusak dan akses jalan di 14 desa terputus.

Pasokan listrik, komunikasi, dan air bersih untuk warga juga terdampak. Sebanyak tujuh jaringan listrik rusak, 37 desa mengalami pemadaman, 114 stasiun BTS terputus sehingga lebih dari 10 ribu warga kehilangan akses komunikasi. 

Sumber air minum dan tanggul sungai mengalami kerusakan parah, mengganggu pasokan air bersih untuk 24 ribu orang. Luas lahan pertanian yang terdampak mencapai 3.620 mu (sekitar 241,3 hektar). Secara keseluruhan, lebih dari 30 ribu orang terdampak dan lebih dari 2.540 rumah mengalami kerusakan. (Hui/asr)

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine