EtIndonesia —Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,1 mengguncang Provinsi Balikesir di barat laut Turki pada Minggu (10/8/2025). Gempa tersebut menewaskan sedikitnya satu orang dan menyebabkan lebih dari selusin bangunan roboh, menurut pejabat setempat. Sedikitnya 29 orang terluka.
Gempa dengan pusat di kota Sindirgi itu mengguncang hingga sejauh sekitar 200 kilometer ke utara di Istanbul—kota berpenduduk lebih dari 16 juta jiwa.
Seorang wanita lanjut usia meninggal tak lama setelah berhasil diselamatkan dalam keadaan hidup dari reruntuhan bangunan yang roboh di Sindirgi, kata Menteri Dalam Negeri Ali Yerlikaya kepada wartawan. Empat orang lainnya berhasil diselamatkan dari bangunan tersebut.
Yerlikaya mengatakan total 16 bangunan roboh di wilayah tersebut—sebagian besar adalah bangunan tua yang tidak terpakai. Dua menara masjid juga runtuh, tambahnya.
Tidak ada korban luka yang berada dalam kondisi serius, ujar sang menteri.
Cuplikan televisi menunjukkan tim penyelamat meminta semua orang diam agar mereka dapat mendengarkan tanda-tanda kehidupan di bawah reruntuhan.
Badan Penanggulangan Bencana dan Darurat Turki menyatakan gempa tersebut diikuti oleh beberapa gempa susulan, termasuk satu dengan kekuatan 4,6, dan mengimbau warga untuk tidak memasuki bangunan yang rusak.
Presiden Recep Tayyip Erdogan mengeluarkan pernyataan yang mendoakan pemulihan cepat bagi seluruh warga yang terdampak.
Turki berada di atas jalur patahan utama sehingga gempa bumi sering terjadi.
Pada tahun 2023, gempa berkekuatan 7,8 menewaskan lebih dari 53.000 orang di Turki. Gempa menghancurkan atau merusak ratusan ribu bangunan di 11 provinsi di bagian selatan dan tenggara. Sekitar 6.000 orang lainnya tewas di wilayah utara negara tetangga, Suriah. (asr)
Sumber : The Associated Press


