Mantan Menlu AS dan Direktur CIA : AS Harus Menjelaskan kepada Beijing bahwa Taiwan Adalah Negara Bebas dan Merdeka

Mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat dan Kepala CIA , Mike Pompeo, menyatakan bahwa AS harus secara jelas memberitahukan kepada Beijing bahwa Taiwan adalah negara yang bebas dan merdeka. Menurutnya, kebijakan “strategic ambiguity” (strategi samar) justru bisa menyesatkan masyarakat internasional, bahkan membuat pemimpin Partai Komunis Tiongkok (PKT) mengira ada peluang untuk menguasai Taiwan tanpa respons nyata dari AS.

EtIndonesia. Dalam unggahan di media sosial, Mike Pompeo menegaskan: Amerika Serikat harus secara jelas menyampaikan kepada Beijing bahwa Taiwan adalah negara yang bebas, merdeka, dan akan terus demikian selamanya.

Sebenarnya, pernyataan serupa sudah ia sampaikan pada kunjungannya ke Taiwan pada 6 Januari lalu, dengan tujuan membuat Beijing benar-benar kehilangan harapan untuk mengambil alih Taiwan.

Pompeo kala itu mengatakan: “Kita harus menyampaikan pesan yang jelas kepada Beijing: Kalian bebas. Taiwan bebas. Taiwan merdeka, dan akan terus demikian. Hal ini tidak akan berubah.”

Dalam artikel terbarunya yang diterbitkan oleh American Center for Law and Justice, Pompeo mengkritik bahwa kebijakan strategis samar AS selama ini terhadap Taiwan justru mendorong Beijing semakin agresif, menyesatkan opini global, dan memberi kesan kepada Xi Jinping bahwa ia bisa menguasai Taiwan tanpa memicu respons nyata dari Amerika.

Pompeo menegaskan bahwa kepentingan Taiwan sangat selaras dengan kepentingan AS, dan pentingnya Taiwan “tidak bisa dilebih-lebihkan”, yang tercermin dalam tiga hal:

  1. Taiwan adalah pusat rantai pasok global, khususnya dalam produksi semikonduktor yang tak tergantikan—dari ponsel hingga senjata militer.
  2. Taiwan memiliki posisi strategis vital di garis pertahanan pulau pertama (First Island Chain).
  3. Taiwan adalah bukti nyata yang paling ditakuti PKT—bahwa orang Tionghoa dapat hidup makmur dalam sistem demokrasi.

Ia mengingatkan bahwa sejak 2022, ia sudah menyerukan agar pemerintah AS secara resmi mengakui bahwa Taiwan tidak pernah menjadi bagian dari Republik Rakyat Tiongkok.

Pompeo juga menyambut baik diperkenalkannya Undang-Undang Kemitraan Amerika Serikat–Taiwan di Kawasan Amerika (United States – Taiwan Partnership in the Americas Act), yang diajukan bersama oleh senator AS dari Partai Republik seperti John Curtis dan Pete Ricketts, serta senator dari Partai Demokrat seperti Jeff Merkley dan Tim Kaine.

Rancangan undang-undang ini bertujuan untuk mendukung negara-negara di Amerika Latin dan Karibia yang memiliki hubungan diplomatik dengan Taiwan, sebagai upaya melawan tekanan PKT yang berusaha memutuskan hubungan diplomatik mereka dengan Taiwan.

Menurut Pompeo, di tengah perpecahan politik yang tajam di AS, adanya kerja sama lintas partai untuk mendukung Taiwan menunjukkan bahwa melindungi Taiwan adalah kunci untuk menjaga ketertiban dunia serta mempertahankan kebebasan dan keterbukaan di kawasan Indo-Pasifik. (Hui/asr)

oleh Jiang Ziyang dan Liao Jieming untuk NTD Asia Pacific Television

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine