Makan Kentang Goreng Setiap Minggu Bisa Memicu Diabetes di Masa Depan

Kebiasaan makan kentang goreng setiap minggu bisa membuat Anda berisiko terkena diabetes di masa depan

Penelitian menemukan, hanya dengan makan kentang goreng tiga kali seminggu, risiko terkena diabetes tipe 2  bisa meningkat secara signifikan — dan yang mengejutkan, kentang yang diolah dengan cara lain tidak menambah risiko tersebut.

Penelitian yang dipimpin oleh Harvard T.H. Chan School of Public Health ini mengikuti lebih dari 205.000 orang dewasa selama 30 tahun dalam tiga studi kesehatan observasional besar di Amerika Serikat. Peserta secara berkala melaporkan pola makan mereka, serta detail kesehatan dan gaya hidup.

Hasil penelitian menunjukkan, setiap tambahan tiga porsi kentang per minggu meningkatkan risiko diabetes tipe 2 sebesar 5%. Namun, jika tiga porsi tersebut berupa kentang goreng, risikonya melonjak hingga 20%.

Sebaliknya, mengkonsumsi kentang panggang, kentang rebus, atau mashed potato tidak meningkatkan risiko penyakit ini. Karena itu, para peneliti menyimpulkan bahwa kentang goreng adalah faktor kunci dalam kaitan antara konsumsi kentang dan risiko diabetes.

Mengapa Kentang Goreng Berisiko Tinggi?

Kentang goreng biasanya mengandung banyak garam, yang dapat meningkatkan tekanan darah, memicu peradangan, dan meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Namun, faktor risiko tidak hanya berasal dari lemak dan garamnya.

Penulis utama studi, Seyed Mohammad Mousavi, menjelaskan bahwa kentang goreng dimasak dengan minyak panas pada suhu tinggi, yang menghasilkan senyawa berbahaya. Salah satunya adalah akrilamida, yang terbentuk saat makanan digoreng hingga kecokelatan, dan terkait dengan peradangan, resistensi insulin, serta kerusakan pembuluh darah.

Ahli gizi terdaftar Melissa Mitri menambahkan, kentang goreng memiliki kalori lebih tinggi dibanding kentang panggang atau mashed potato. Proses menggoreng dengan minyak dalam jumlah besar juga menambahkan lemak trans, yang memperburuk resistensi insulin dan peradangan. Selain itu, suhu tinggi menguraikan pati resisten, sehingga kentang goreng menjadi pemicu kuat lonjakan gula darah.

Efeknya Baru Terlihat Setelah Bertahun-tahun

Hal yang paling mengkhawatirkan adalah penelitian menemukan hubungan terkuat antara konsumsi kentang dan risiko diabetes terjadi pada 12–20 tahun sebelum diagnosis — menunjukkan bahwa pilihan makan di usia 20-an dan 30-an bisa menentukan kesehatan di usia 50–60 tahun.

Diabetes tipe 2 berkembang secara perlahan, dengan resistensi insulin dan peradangan muncul puluhan tahun sebelum gejala terlihat.

Penelitian ini juga menemukan bahwa orang yang makan lebih banyak kentang goreng cenderung mengkonsumsi lebih banyak kalori, minuman manis, dan daging merah, serta memiliki aktivitas fisik yang lebih rendah — semua faktor yang meningkatkan risiko diabetes.

Sumber: Epoch Times, diterjemahkan oleh Jin Jing, diedit oleh Lin Qing

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine