Liu Jianchao, Menteri Departemen Hubungan Internasional Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok (PKT), dikabarkan sedang diselidiki. Belakangan ini ia berturut-turut absen dalam sejumlah acara penting, dan tanda-tanda masalahnya sudah terlihat sebelumnya.
EtIndonesia. Harian The Wall Street Journal beberapa waktu lalu melaporkan, sumber yang mengetahui masalah ini mengatakan bahwa setelah menyelesaikan kunjungan luar negeri pada akhir Juli dan kembali ke Beijing, Liu Jianchao langsung dibawa oleh pihak berwenang untuk diinterogasi, meskipun alasannya belum diketahui.
Departemen Hubungan Internasional bertanggung jawab atas urusan komunikasi dan hubungan PKT dengan partai politik maupun organisasi politik asing.
Ia diketahui pernah menjabat sebagai Dubes Tiongkok untuk Filipina periode 2009-212 dan Dubes Tiongkok untuk Indonesia periode 2012-2014.
Pada akhir Juli, Liu yang berusia 61 tahun mengunjungi Singapura, Afrika Selatan, dan Aljazair. Setelah kembali ke Tiongkok, ia tidak lagi muncul di depan publik.
Menurut situs resmi Departemen Hubungan Internasional PKT, pada 30 Juli pihak berwenang mengumumkan pertemuan Liu dengan pejabat Aljazair. Setelah itu, tidak ada lagi pembaruan mengenai kegiatan resmi Liu. Namun, di situs tersebut Liu masih tercatat sebagai menteri.
Pada 11 Agustus, harian Sing Tao Daily di Hong Kong melaporkan bahwa setelah kunjungan luar negeri pada akhir Juli, Liu dikabarkan diselidiki dan kemungkinan besar tidak akan bisa lagi bekerja di lini diplomasi. Setelah itu, ia berturut-turut absen dalam tiga acara penting, yang tampaknya menjadi indikasi penyelidikan terhadap dirinya.
Pada 31 Juli, Ketua Dewan Bisnis AS–Tiongkok, Craig Allen, memimpin delegasi bisnis AS mengunjungi Departemen Hubungan Internasional, namun hanya diterima oleh Wakil Menteri Lu Kang. Pada hari yang sama, Partai Rusia “United Russia” mengadakan forum yang dalam dua tahun terakhir selalu dihadiri Liu, tetapi kali ini hanya diwakili oleh Wakil Menteri Sun Haiyan yang hadir dan berpidato lewat video.
Pada 7 Agustus, Wakil Menteri Departemen Hubungan Internasional, Chen Zhou, bertemu dengan Duta Besar Laos untuk PKT, Songphone, namun Liu tidak hadir seperti biasanya.
Sejak memimpin Departemen Hubungan Internasional, Liu Jianchao sering melakukan kunjungan luar negeri dan secara luas dianggap sebagai kandidat kuat menteri luar negeri. Namun, laporan menyebutkan bahwa kini semua itu “tinggal kenangan”.
Dalam beberapa tahun terakhir, sistem urusan luar negeri PKT telah kehilangan tiga menteri luar negeri (termasuk kandidat populer).
Menjelang Kongres Nasional ke-20 PKT, Le Yucheng — anggota alternatif Komite Sentral ke-19 dan wakil menteri luar negeri peringkat pertama — tiba-tiba dipindahkan menjadi wakil direktur Administrasi Nasional Radio dan Televisi.
Mantan duta besar untuk AS, Qin Gang, kembali ke Tiongkok untuk menggantikan Wang Yi sebagai menteri luar negeri sekaligus naik menjadi anggota Dewan Negara, tetapi hanya bertahan selama 7 bulan sebelum diberhentikan.
Setelah Qin Gang jatuh, Wang Yi — Direktur Kantor Urusan Luar Negeri Komite Sentral — kembali menjabat menteri luar negeri.
Saat itu Liu Jianchao dianggap sebagai kandidat terkuat untuk menggantikannya, dengan banyak pihak meyakini bahwa Wang hanya akan menjadi menteri sementara, mengingat usianya yang sudah di atas 70 tahun. Namun, kini Liu juga tersandung masalah.
Wang Yi, yang berusia 74 tahun, telah memimpin Kementerian Luar Negeri PKT selama 12 tahun.
Sistem diplomatik PKT mencakup hubungan dalam dan luar negeri, dengan banyak area abu-abu yang luas, serta intrik antar-faksi yang rumit.
Dalam 30 tahun terakhir, pelanggaran disiplin diplomatik dan pelanggaran hukum negara tuan rumah oleh pejabat dari kantor pusat maupun kedutaan/konsulat di luar negeri terus terjadi. (Hui/asr)
Sumber : NTDTV.com


