Putin Beri Informasi Singkat kepada Kim Jong Un melalui Telepon Jelang KTT Alaska dengan Trump

EtIndonesia. Vladimir Putin melakukan percakapan telepon dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un untuk menjelaskan kepadanya tentang perang di Ukraina menjelang pertemuan puncak yang direncanakan antara presiden Rusia dan Presiden Donald Trump di Alaska.

Dalam panggilan telepon pada hari Selasa (12/8), Putin berterima kasih kepada Kim atas dukungannya terhadap perang di Ukraina, sementara kedua pemimpin “bertukar pandangan tentang isu-isu yang menjadi perhatian bersama,” demikian dilaporkan Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi Korea Utara. Kremlin sebelumnya mengatakan Putin berbagi informasi dengan Kim “dalam konteks pembicaraan mendatang” dengan Trump.

“Kim Jong Un menyatakan keyakinannya yang teguh bahwa DPRK akan selalu setia pada semangat perjanjian DPRK-Rusia dan sepenuhnya mendukung semua langkah yang akan diambil oleh kepemimpinan Rusia di masa mendatang,” demikian KCNA, merujuk pada pakta pertahanan bersama yang ditandatangani kedua pemimpin tahun lalu. DPRK merupakan singkatan dari nama resmi Korea Utara, Republik Rakyat Demokratik Korea.

Percakapan telepon tersebut, yang berlangsung dalam “suasana kekeluargaan yang hangat,” menurut Korea Utara, terjadi hanya tiga hari sebelum Putin dan Trump dijadwalkan bertemu di Alaska sebagai bagian dari upaya terbaru AS untuk menegosiasikan gencatan senjata dalam konflik Ukraina, yang kini memasuki tahun keempat.

Putin menuntut agar Ukraina menyerahkan wilayah Donetsk dan Luhansk, wilayah yang menurut Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy tidak dapat dinegosiasikan. Trump telah mengisyaratkan bahwa dia setuju dengan gagasan Rusia dan Ukraina untuk bertukar sebagian wilayah.

Panggilan telepon terbaru ini menyusul percakapan telepon Putin dengan Presiden Tiongkok, Xi Jinping pada hari Jumat. Putin juga berbicara dengan Perdana Menteri India Narendra Modi pekan lalu.

Kim telah muncul sebagai sekutu utama Putin dan perangnya di Ukraina, membantu meningkatkan kehadiran tempur Moskow di lapangan sekaligus meningkatkan kekhawatiran tentang kemampuan Korea Utara untuk memperkuat militernya dan mempertahankan rezimnya dengan dukungan Rusia.

Ketika Putin mengunjungi Pyongyang pada Juni 2024—kunjungan pertamanya ke Korea Utara dalam 24 tahun—kedua pemimpin menghidupkan kembali perjanjian era Perang Dingin untuk memberikan bantuan militer segera jika salah satu negara diserang. Putin juga mengundang Kim untuk mengunjungi Moskow.

Kim dan Putin sepakat untuk lebih meningkatkan kemitraan mereka dan “mempererat hubungan di masa mendatang,” demikian KCNA. (yn)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine