AS dan Tiongkok Perpanjang Lagi Gencatan Perang Tarif 90 Hari – Analis: Pemisahan Ekonomi Tak Terelakkan

Pada Senin (11/8), Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan perang tarif AS–Tiongkok selama 90 hari, dengan tetap mempertahankan tarif 30% atas barang-barang asal Tiongkok. 

Para ahli menilai, perang dagang ini melibatkan banyak isu sehingga kedua pihak membutuhkan lebih banyak waktu untuk merundingkan secara detail. Meskipun pasar untuk sementara merasa lega, tarif tinggi tetap memberi dampak serius pada ekspor Tiongkok ke AS. Analisis menyimpulkan, perbedaan jalur kedua negara sulit didamaikan dan pemisahan ekonomi (decoupling) akan menjadi keniscayaan sejarah.

EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump (11/8/2025) mengatakan: “Mereka (pihak Tiongkok) telah membayar tarif yang sangat besar kepada AS. Mari kita lihat apa yang akan terjadi.”

Tidak lama setelah itu, pada Senin malam, Trump mengumumkan di media sosial “Truth Social”: “Saya baru saja menandatangani perintah eksekutif untuk memperpanjang batas waktu penangguhan tarif terhadap Tiongkok selama 90 hari lagi. Semua ketentuan lainnya dalam kesepakatan tetap tidak berubah.”

Dengan penundaan ini, batas akhir gencatan perang tarif ditarik mundur. Artinya, tarif AS terhadap barang impor asal Tiongkok tetap 30% dan tidak melonjak ke 145%, sementara tarif Tiongkok atas barang asal AS tetap 10%. Kedua pihak juga sepakat melonggarkan pembatasan ekspor atas logam tanah jarang (rare earth) dan beberapa teknologi tertentu.

“Ini menunjukkan bahwa perang dagang AS–Tiongkok memang sangat kompleks. Selain masalah perdagangan dan tarif, ada banyak isu lain: fentanyl, hak asasi manusia, keamanan internasional, keamanan geopolitik, dukungan Tiongkok terhadap Rusia, Korea Utara, dan Iran, serta transfer teknologi tinggi,” ujar Professor Xie Tian dari Aiken School of Business, Universitas South Carolina. 

“Sekarang tampaknya kedua pihak sama-sama merasa perlu waktu tambahan untuk menyelesaikan detail-detail ini, sehingga akhirnya diputuskan ada perpanjangan lagi,” lanjutnya

Hasil ini sesuai ekspektasi pasar. Pada Selasa (12/8), bursa saham Tiongkok menguat: Indeks Shanghai naik 0,50%, Indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,25% menjadi 24.969,68 poin. Bursa utama Eropa juga dibuka menguat. 

Analis menilai hal ini menunjukkan bahwa kelonggaran tarif AS–Tiongkok meredakan kekhawatiran Eropa terhadap kemungkinan Tiongkok membanjiri pasar di luar AS dengan barang murah.

Namun, meskipun perpanjangan gencatan tarif memberi nafas bagi sebagian investor, para pakar tetap pesimistis terhadap prospek ekspor Tiongkok ke AS.

“Walaupun perundingan tarif ini diperpanjang, AS tetap mempertahankan tarif 30% terhadap Tiongkok, ditambah tarif tambahan sebelumnya, sehingga totalnya sekitar 50–55%. Jadi, perpanjangan ini tetap sangat merugikan ekspor Tiongkok ke AS,” ujar Profesor studi internasional di Universitas St. Thomas, Ye Yaoyuan.

Mengenai arah masa depan perang dagang, analisis menyebutkan bahwa AS dan Tiongkok bagaikan dua garis sejajar yang tidak akan bertemu — pemisahan ekonomi adalah keniscayaan sejarah.

“Secara garis besar, tuntutan AS kepada Tiongkok sangat sederhana: Tiongkok membuka pasarnya dan mengizinkan perusahaan AS beroperasi di sana. Ini hal yang tidak mungkin dicapai oleh Beijing,” jelas Ye Yaoyuan. 

“Dari sisi Tiongkok, mereka ingin bisa lebih cepat mengakses pasar AS atau setidaknya mempertahankan pola perdagangan sebelum 2018. Dari sisi AS, ini juga mustahil. Faktanya, tidak ada landasan komunikasi yang nyata di antara kedua pihak,” imbuhnya. 

“Perpanjangan ini hanyalah strategi menunda waktu. Pada akhirnya, kedua negara tetap akan bergerak ke arah jalur yang sepenuhnya berbeda. Artinya, pemisahan ekonomi AS–Tiongkok adalah sesuatu yang tak terhindarkan,” jelasnya.  (Hui/asr)

Laporan oleh Yi Jing dan Chang Chun, NTDTV

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine