Menjelang Pertemuan Trump-Putin, Militer Rusia Membuat Kemajuan Besar Hingga UE Suarakan Dukungan untuk Ukraina

Gedung Putih pada Selasa (12/8) mengumumkan bahwa Presiden AS Donald Trump akan berangkat ke Anchorage, Alaska, pada Jumat (15/8) pagi untuk mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Sementara itu, militer Rusia meningkatkan serangan ke wilayah timur Ukraina, khususnya di Donetsk. 

Analis menilai langkah ini bertujuan agar Putin dapat merebut lebih banyak wilayah strategis sebelum pertemuan, sebagai kartu tawar dalam negosiasi.

Pemimpin 26 negara Uni Eropa juga menyatakan dukungan mereka, menegaskan bahwa Ukraina berhak menentukan masa depannya sendiri. Banyak pihak memperkirakan pertemuan ini sulit menghasilkan terobosan besar.

EtIndonesia. Di medan latihan, tentara Ukraina terus berlatih keterampilan menembak.

Seorang prajurit Brigade ke-58 Ukraina dengan nama sandi “Champion” mengatakan: “Situasi kami saat ini berarti kami harus mempersenjatai diri dan membangun pertahanan yang kokoh, karena musuh tidak akan menghentikan serangannya.”

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia pada Selasa mengklaim pasukannya telah merebut desa Yablunivka di wilayah Donetsk, Ukraina. Dalam video yang dirilis, dua prajurit terlihat mengibarkan bendera Rusia di lokasi tersebut.

Peta perang DeepState yang dikeluarkan Selasa menunjukkan bahwa baru-baru ini pasukan Rusia maju sekitar 10 km ke arah utara melalui dua jalur. Mereka juga mendekati kota tambang batu bara Dobropillia, sehingga mengancam salah satu kota besar terakhir di bawah kendali Ukraina, Kostyantynivka, serta pusat logistik penting Pokrovsk.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan: “Sejauh ini, tidak ada tanda-tanda bahwa Rusia telah bersiap untuk menghadapi situasi pasca perang. Sebaliknya, mereka terus memobilisasi pasukan dan bersiap melancarkan serangan baru.”

Analis menilai, gencarnya serangan ini adalah upaya untuk meningkatkan tekanan terhadap Kyiv sebelum KTT AS–Rusia pada Jumat, dengan tujuan memaksa Ukraina melepaskan wilayahnya dan menambah posisi tawar Rusia dalam negosiasi.

Menteri Luar Negeri Ukraina, Andriy Sybiha, menegaskan bahwa Ukraina tidak akan membuat konsesi apapun kepada Rusia. Di saat yang sama, negara-negara Eropa berupaya mempengaruhi hasil pertemuan Trump–Putin.

Perdana Menteri Polandia Donald Tusk menegaskan: “Ukraina tidak boleh kalah dalam perang ini.”

Pada Selasa pagi, para pemimpin Uni Eropa mengeluarkan pernyataan bersama, menyerukan agar solusi diplomatik menjamin keamanan penting bagi Ukraina dan Eropa, serta menekankan bahwa rakyat Ukraina harus memiliki kebebasan menentukan masa depan mereka sendiri.

Juru bicara Uni Eropa, Arianna Podestà, mengatakan: “Uni Eropa secara aktif mendukung Ukraina di semua bidang dan berkomitmen memperkuat kemampuannya.”

Hampir dipastikan Presiden Zelenskyy tidak diundang dalam KTT AS–Rusia pada Jumat, tetapi Podesta mengonfirmasi bahwa Presiden Trump akan terlebih dahulu berbicara melalui telepon dengan Zelenskyy pada Rabu (13/8).

Banyak pengamat memprediksi bahwa pertemuan awal antara Trump dan Putin ini tidak akan menghasilkan kemajuan signifikan, namun ada faktor-faktor tertentu yang kemungkinan besar akan memaksa Putin menuju gencatan senjata. (Hui/asr)

oleh Yi Jing – NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine