Peretas Ungkap Kontrak Rahasia Tiongkok–Rusia: Putin Diam-Diam Bantu Beijing Serang Taiwan

Baru-baru ini, media Jerman Bild mengungkap dokumen rahasia kerja sama militer antara Tiongkok dan Rusia yang diperoleh kelompok peretas “Black Moon”. Dokumen tersebut menunjukkan bahwa Rusia sedang memasok peralatan militer canggih dan sistem otomatisasi komando kepada Beijing untuk mempersiapkan serangan ke Taiwan. 

Pihak keamanan tingkat tinggi Jerman telah mengkonfirmasi bahwa dokumen-dokumen berklasifikasi tinggi ini dapat dipercaya. Direktur Intelijen Nasional AS juga memperingatkan bahwa kerja sama rahasia Tiongkok–Rusia kini telah menyentuh isu Taiwan, sehingga situasi keamanan global menghadapi tantangan serius.

EtIndonesia. Menurut laporan Bild pada 5 Agustus, “Black Moon” — kelompok yang terdiri dari peretas muda — pada 22 Juli memublikasikan paket dokumen di media sosial X. Di dalamnya terdapat kontrak antara Rosoboronexport (perusahaan ekspor pertahanan Rusia) dan China Electronics Technology International Co., Ltd., yang berisi proyek pengembangan “Sistem Otomatisasi Komando Pasukan Lintas Udara”. Nilai kontraknya sebesar 34,9 juta dolar AS untuk militer Tiongkok. Dalam kontrak tersebut, pihak Tiongkok mewakili Komisi Militer Pusat (CMC), dengan tanggal penandatanganan 26 April 2021.

Pada akhir Juli, “Black Moon” kembali membocorkan kontrak militer lain berkode “Jian 208”. Dalam kontrak itu, Rosoboronexport berjanji memasok perlengkapan pasukan lintas udara kepada Departemen Pengembangan Peralatan CMC, termasuk pesawat pengisian bahan bakar udara Il-78MK-90A, pesawat angkut Il-76MD, kendaraan tempur amfibi BMD-4M, kendaraan lapis baja BTR-MDM, meriam anti-tank self-propelled 2S25, serta sistem parasut khusus tanpa platform PBS-955 untuk pendaratan udara. Kontrak ini ditandatangani pada April 2024.

Rosoboronexport adalah satu-satunya eksportir resmi peralatan militer Rusia, didirikan pada tahun 2000 melalui dekrit Presiden Vladimir Putin.

Bild menyatakan bahwa karena tingkat kerahasiaan dokumen ini sangat tinggi, belum semua detail dapat diverifikasi. Namun, sumber keamanan tingkat tinggi Jerman telah mengkonfirmasi bahwa dokumen tersebut kredibel. 

Foto-foto yang dibocorkan menunjukkan dokumen berbahasa Rusia dan Mandarin, dengan detail yang sulit dipalsukan dan tanpa motif jelas untuk memalsukannya.

Sejak pecahnya perang Rusia–Ukraina, badan intelijen Barat telah membuktikan adanya dukungan PKT terhadap industri militer Rusia. 

Dua dokumen rahasia ini justru mengungkap bahwa Rusia juga secara penuh membantu Beijing — mulai dari sistem komando hingga perlengkapan pasukan lintas udara — untuk mempersiapkan invasi ke Taiwan. Hal ini menunjukkan kedekatan hubungan politik dan militer PKT–Rusia jauh melampaui perkiraan publik.

Pada Mei tahun lalu, Direktur Intelijen Nasional AS Avril Haines mengatakan dalam sidang Komite Angkatan Bersenjata Senat bahwa kerja sama rahasia PKT–Rusia mencakup bidang politik, ekonomi, militer, dan teknologi, serta telah meluas ke isu Taiwan. Beijing diyakini ingin bekerja sama dengan Moskow di Selat Taiwan, dan lembaga keamanan AS sedang berupaya menghadapi dampak dari kemitraan yang semakin erat ini. (Hui/asr)

Laporan oleh Zhang Qin, NTDTV

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine