EJAVEC 2025: Sinergi Akademisi, Bank Indonesia, dan Pemerintah Siap Dongkrak Produktivitas Ekonomi Jawa Timur

Surabaya, 12 Agustus 2025 – Forum ekonomi terbesar di Jawa Timur, The 12th East Java Economic Forum (EJAVEC) 2025, resmi digelar hari ini dengan menggandeng tiga pilar utama: Bank Indonesia Perwakilan Jawa Timur, FEB Universitas Airlangga, dan ISEI Jawa Timur. Mengusung tema “Meningkatkan Produktivitas, Inovasi, dan Kapasitas Ekonomi Jawa Timur di Tengah Tantangan Global”, acara ini menjadi wadah strategis bagi akademisi, praktisi, dan pemerintah untuk memperkuat kebijakan berbasis riset.

Kolaborasi Triple Helix untuk Ketahanan Ekonomi

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, M. Noor Nugroho, menegaskan bahwa EJAVEC bukan sekadar forum diskusi, melainkan bukti sinergi nyata antara otoritas moneter, kampus, dan asosiasi profesi. “Kebijakan daerah harus didukung data dan kajian ilmiah. EJAVEC hadir sebagai jembatan antara teori dan praktik,” ujarnya.

Pernyataan senada disampaikan Prof. Dian Agustia, Dekan FEB Universitas Airlangga, yang menyebut EJAVEC sebagai platform bagi akademisi untuk berkontribusi pada pembangunan ekonomi. Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak dalam keynote speech-nya menekankan peran Jatim sebagai “Gerbang Baru Nusantara” yang membutuhkan inovasi dan kolaborasi multisektor.

Diskusi Strategis: Dari Hilirisasi Agro hingga Silver Economy

Konferensi ini menghadirkan tiga pakar ekonomi ternama: Yose Rizal Damuri (CSIS), Prof. Ari Kuncoro (UI), dan Prof. Rudi Purwono (Unair). Mereka membahas strategi penguatan ekonomi Jatim melalui lima pilar: produktivitas, inovasi, inklusivitas, keberlanjutan, dan resiliensi. Beberapa isu krusial yang mengemuka:

  • Hilirisasi agroindustri untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian.
  • Potensi silver economy seiring meningkatnya populasi lansia.
  • Adaptasi sektor pariwisata terhadap digital disruption.

EJAVEC 2025 juga menggelar Call for Papers yang diikuti 376 karya tulis dari peneliti dalam dan luar negeri. Berikut pemenangnya:

Kategori Mahasiswa:

  1. Universitas Indonesia – Analisis dampak Jalan Tol Trans Jawa terhadap ekonomi Jatim.
  2. Universitas Indonesia – Simulasi konektivitas sektoral untuk pariwisata Jatim.
  3. PKN STAN – Efektivitas kebijakan Local Currency Transaction (LCT) bagi ekspor perhiasan.

Kategori Umum:

  1. Badan Pusat Statistik – Strategi hilirisasi agro berbasis pendekatan spasial.
  2. Badan Pusat Statistik – Analisis silver economy berbasis data nighttime light.
  3. PT. Sagamartha Ultima – Studi adaptasi digital di sektor pariwisata Jatim.

Karya pemenang akan dipublikasikan di EJAVEC Journal yang terakreditasi SINTA 3, memperluas dampak riset bagi pembuatan kebijakan.

Jawa Timur Menuju Poros Ekonomi Baru

Forum ini menegaskan komitmen Jatim sebagai provinsi penyumbang PDB terbesar kedua nasional untuk terus berinovasi. Beberapa rekomendasi kunci yang dihasilkan:

  • Percepatan hilirisasi sektor pertanian dan maritim.
  • Pemanfaatan teknologi untuk pariwisata dan UMKM.
  • Penguatan kolaborasi triple helix (pemerintah-akademisi-bisnis).

“EJAVEC bukan akhir, tapi awal untuk eksekusi riset menjadi kebijakan konkret,” tutup Noor Nugroho. Dengan semangat ini, Jawa Timur siap menghadapi tantangan global sambil mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine